Misteri kematian 80 lumba-lumba dalam sebulan di laut hitam

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Lumba-lumba yang mati di laut hitam (Twitter Northern Forests Defense)

Kasus lumba-lumba mati dan terdampar yang kadang berujung dengan kematian memang bukan sekali dua kali terjadi di Indonesia. Namun setidaknya, kondisi di tanah air masih jauh lebih baik dibanding peristiwa yang terjadi di sejumlah negara lainnya.

Berdasarkan data KKP sejak tahun 2013, terdampar atau matinya lumba-lumba di Indonesia tidak pernah melebihi 10 kasus setiap tahunnya. Berbeda dengan kejadian yang sering terjadi pada beberapa negara lain di mana bukan lagi terdampar, melainkan puluhan lumba-lumba mati dalam waktu setahun.

Lebih parahnya lagi, bahkan kejadian matinya puluhan lumba-lumba secara memprihatinkan juga ada yang terjadi hanya dalam waktu sebulan. Seperti yang terjadi baru-baru ini di kawasan laut hitam dekat Turki.

1. 80 lumba-lumba mati sejak akhir Februari

lumba lumba mati di laut hitam (Twitter Northern Forests Defense)

Mengutip pemberitaan bianet.org, dikabarkan bahwa sejak akhir Februari ada lebih dari 80 kematian lumba-lumba yang terjadi. Kejadian tercatat berdasarkan laporan yang diterima melalui saluran telepon untuk aduan sejumlah bangkai individu yang ditemukan terdampar di pantai.

Adapun jenis lumba-lumba yang ditemukan mati adalah lumba-lumba biasa atau Common dolphin dengan nama ilmiah Delphinus delphis. Masih menurut laporan yang sama, jejak kematian lumba-lumba tersebut berada di sepanjang garis pantai Laut Hitam Barat Turki.

  Unik! lumba-lumba cicipi urine temannya untuk bisa saling mengenali

Lebih detailnya, penemuan bangkai lumba-lumba yang mati tersebar di sepanjang pantai Ormanlı, Akpınar, Ağaçlı, Kısrkaya, Kilyos, Mercusuar Rumeli, Bosphorus, Kilyos, Sahilköy, Alacalı, ile, Karasu, Zonguldak, dan Sinop.

Dari 80 lebih lumba-lumba yang mati, 13 di antaranya ditemukan di Pantai Sinop dan ditindaklanjuti oleh tim Fakultas Perikanan Universitas Sinop.

“Kami menerima laporan tentang tiga lumba-lumba yang terdampar. Ketika kami mencari di daerah itu, kami menemukan tujuh lagi. Kami pergi ke sana keesokan harinya dan menemukan tiga lagi. Jadi, kami menemukan total 13 lumba-lumba terdampar di pantai.” ujar Uğur zsandıkçı, asisten peneliti universitas terkait.

2. Penyebab yang masih diselidiki

Bangkai lumba-lumba mati (Instituto Boto Cinza via ABC News)

Masih menurut pihak yang sama, disebutkan bahwa pihak terkait telah membawa empat bangkai lumba-lumba untuk diteliti penyebab kematiannya. Namun, dugaan sementara matinya puluhan lumba-lumba tersebut disebabkan oleh aktivitas penangkapan ikan yang masih menggunakan jaring pukat.

“…Kami telah membawa empat bangkai lumba-lumba tersebut ke fakultas kami untuk pemeriksaan lebih lanjut. Terlalu dini untuk mengatakan apa penyebab mereka mati, namun satu individu yang ditemukan menunjukkan bukti kuat peristiwa tertangkapnya mereka oleh jaring ikan,” jelas akademisi dari universitas yang sama.

  Menguak misteri kepunahan hiu megalodon 3 juta tahun yang lalu

Sementara itu, Yayasan Penelitian Kelautan Turki (TÜDAV) menyebut jika ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kematian massal terhadap lumba-lumba. Beberapa di antaranya migrasi karena dampak perubahan iklim, dan terganggunya kehidupan mereka akibat aktivitas kapal atau aktivitas militer di bawah laut.

3. Bukan kali pertama

Cakupan laut hitam habitat lumba-lumba yang mati (Norman Einstein/Wikimedia Commons)

Kasus kematian lumba-lumba yang tinggi di sekitar kawasan laut hitam rupanya bukan baru pertama kali ini terjadi. Pada tahun-tahun sebelumnya, negara dekat Turki yang menjadi sisi lain laut hitam yakni Bulgaria, juga memiliki catatan peristiwa serupa.

Misalnya pada 2016, ada sebanyak 108 bangkai lumba-lumba terdampar yang mati dan ditemukan sepanjang tahun tersebut.  Jumlah itu dilaporkan lebih tinggi dari jumlah kematian lumba-lumba di tahun sebelumnya, yang berada di angka 52 individu. Bahkan mengalahkan rekor angka kematian lumba-lumba tertinggi sebelumnya yang terjadi di tahun 2012 yakni sebanyak 74 individu.

Sementara itu mengutip Reuters, diketahui ada tiga spesies lumba-lumba yang hidup di perairan laut hitam. Yakni lumba-lumba biasa, lumba-lumba pelabuhan (harbor porpoise), dan lumba-lumba hidung botol (common bottlenose dolphin).

Disebutkan juga jika populasi lumba-lumba di sepanjang pantai laut hitam Bulgaria berada di kisaran 15.000 individu. Saking seriusnya, Pihak Perdana Menteri Bulgaria bahkan sampai menginisiasi pertemuan khusus dengan sejumlah organisasi konservasi, untuk menemukan solusi dari permasalahan tingginya angka lumba-lumba mati yang terjadi setiap tahun.

  Matoa, flora yang bermanfaat dari batang sampai ke biji

Artikel Terkait

Artikel Lainnya