Pesona merak hijau, kecantikan yang mengancam populasinya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Merak hijau (Badroe Zaman/Flickr)

Merak hijau (pavo mutica) menjadi salah satu burung dari tiga spesies merak. Selayaknya burung-burung lainnya yang ditemukan di suku Phasianidae, merak hijau mempunyai bulu yang indah. Bulunya ini memilki warna keemasan dan begitu mempesona.

Namun karena keindahan ini burung merak hijau sudah masuk dalam status vulnerable (rentan atau rawan punah), bahkan sekarang menjadi endangered (terancam punah). Memang penyebab merosotnya jenis burung ini karena penangkapan oleh masyarakat, penyusutan lahan, dan rusaknya habitat.

Lalu bagaiman keindahan merak hijau? Dan mengapa populasinya kian merosot? Berikut uraiannya:

1. Merak hijau

Merak hijau (Yohanes Prabekti/Flickr)

Merak hijau memiliki bulu yang indah. Bulunya ini berwarna hijau keemasan. Burung jantan dewasa berukuran sangat besar, panjangnya dapat mencapai 300 cm, dengan penutup ekor yang sangat panjang. Di atas kepala merak hijau terdapat jambul tegak.

Sementara yang betina berukuran lebih kecil dari yang jantan. Bulu-bulunya kurang mengkilap, berwarna hijau keabu-abuan dan tanpa dihiasi bulu penutup ekor. Ketika musim kawin telah tiba, sang jantan akan memerkan bulu ekornya yang panjang di depan burung betina untuk menarik perhatian.

  Aradea dan bukti ketangguhan domba garut bernilai fantastis

Karena keindahan ini tidak heran banyak negara yang menjadikan merak hijau sebagai simbol atau inspirasi budaya. Misal pada awal abad ke 19, Myanmar pernah menggunakan burung merak hijau sebagai simbol monarki Burma. Sedangkan di Malaysia, merak hijau sering dijadikan lambang perayaan hari Deepavali.

Di Indonesia ada tarian merak yang dalam penampilannya menggunakan motif burung tersebut. Tarian ini memang menceritakan mengenai pesona merak yang tidak hanya terlihat cantik tetapi juga anggun dalam gerakkannya. Para penari biasanya mengenakan selendang yang dikaitkan di pinggang yang saat dibentangkan layaknya merak.

Memang rupanya yang cantik membuat merak memiliki arti besar dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah kesenian Ponorogo. Topeng reog selalu dihiasi dengan bulu merak atau dadak merak di atas kepala harimau yang menutupi muka penari.

“Ini simbol. Merak melambangkan keindahan,” jelas Ayu Sutarto, antropolog dari Universitas Jember

2. Kondisinya kini

Merak hijau (Yohanes Prabekti/Flickr)

Persebaran burung merak hijau sampai ke China bagian barat daya, Vietnam, Myanmar dan Jawa, Indonesia. Di Malaysia burung ini sudah sulit ditemukan di alam bebas sejak awal tahun 1960-an. Sementara di Indonesia persebarannya hanya terdapat di Jawa, namun terbatas hanya di taman-taman nasional.

  India akhirnya memiliki cheetah kembali setelah punah 70 tahun silam

Salah satunya tempat yang masih bisa ditemui merak hijau adalah di Taman Nasional Alas Purwo, Jawa Timur. Selain itu diperkirakan juga masih terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon dan hutan savana di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

Di TNAP memang menjadi tempat ideal bagi kawanan merak, karena burung ini menyukai area terbuka dan berbatasan langsung dengan hutan. Praktis sebagian besar kegiatannya dihabiskan di area itu. Tetapi kini populasi merak sedang mengalami penurunan cepat.

Ini diakibatkan oleh rusaknya habitat aslinya dan juga perburuan liar. Burung langka yang indah ini diburu untuk diambil bulunya ataupun diperdagangkan sebagai satwa peliharaan. Sejak 2017 burung merak hijau statusnya sudah rentan atau rawan punah, sedangkan sekarang menjadi terancam punah.

Sementara menurut Convention on International Trade in Endangered Species of Wildlife Fauna dan Flora (CITES). Burung merak hijau masuk dalam kategori Appendix II, artinya perdagangan jenis burung ini harus dikendalikan, antara lain melalui sistem kuota.

3. Upaya pelestarian

Merak hijau (Badroe Zaman/Flickr)

Kondisi merak hijau yang cukup rawan. Membuat Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (Foksi). Mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengganti ayam bekisar dengan merak hijau sebagai ikon provinsi. Mereka mengatakan merak hijau lebih layak menjadi ikon karena ini satwa endemik Jatim.

  Edelweis, keindahan bunga abadi yang tidak boleh dipetik sembarang

“Terakhir kami usulkan tahun lalu tapi kalah sama ayam bekisar. Padahal dibanding bekisar, pamor merak hijau lebih mendunia melalui kesenian reog (ponorogo) karena keindahan bulunya,” kata Tony Summapau, pendiri dan penasihat Foksi.

Menurutnya merak hijau hanya ada di Jatim dan keberadaannya di alam kini mulai terancam. Karena itu dirinya berharap pemerintah bisa memberikan perhatian untuk menyelamatkan merak hijau dari kepunahan, meski populasinya di alam belum pulih.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya