Seperti laba-laba, cacing Nemertea bisa keluarkan jaring berlendir dari tubuhnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Cacing nemertea dengan jaring untuk menjerat mangsa (Nicky Bay/Flickr)

Cacing merupakan salah satu hewan yang bagi kebanyakan orang selalu meninggalkan kesan menggelikan. Apalagi jika melihat bentuknya, tak heran jika makhluk hidup satu ini jadi salah satu jenis hewan yang paling dihindari.

Alasan lain yang membuat cacing tak semenarik hewan lain, adalah karena keberadaan beberapa spesies yang dikenal berbahaya. Lain itu, ada juga spesies lainnya yang memiliki kemampuan atau karakteristik tak biasa.

Salah satu jenis cacing tak biasa yang dimaksud adalah Nemertea. Cacing ini memiliki kemampuan mengeluarkan jaring dengan tekstur lendir dari dalam tubuh. Apa sebenarnya fungsi jaring tersebut dan bagaimana karakteristik Nemertea sebenarnya?

Mengenal Nemertea

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Dunia Biologi (@duniabiologi.id)

Bukan nama spesies, Nemertea sendiri sebenarnya adalah nama filum dari hewan invertebrata yang mayoritas spesiesnya hidup di laut. Menariknya, hewan ini termasuk jenis hermafrodit atau bisa berkembang biak sendiri tanpa pasangan.

  4 spesies pohon ini sudah hidup selama ratusan tahun

Sama seperti cacing kepala palu, Nemertea memiliki kemampuan untuk meregenerasi atau menumbuhkan kembali bagian tubuhnya yang hilang atau terpotong.

Mengutip animaldiversity.org, adapun salah satu jenis hewan dari filum ini memiliki nama ilmiah Lineus longissimus. Ukuran paling panjang dari cacing ini disebut bisa mencapai 30 meter jika direntangkan. Namun yang paling sering ditemui rata-rata berukuran sekitar 20 sentimeter.

Dari segi bentuk tubuh, ciri, dan warna, cacing Nemertea tak jauh berbeda dengan cacing pita merah pada umumnya. Namun lain itu, ada juga beberapa spesies yang memiliki warna cerah dan diikuti dengan beberapa pola bintik atau garis.

Jaring berlendir

Sampai ke bagian yang mencuri perhatian, kemampuan unik bin ‘aneh’ yang dimiliki oleh cacing Nemertea, yakni mengeluarkan jaring-jaring dalam bentuk lendir.

Meski kelihatannya mengerikan karena dirasa tidak lazim, namun lendir tersebut diyakini tidak beracun. Hal tersebut dipastikan oleh Iin Inayat Al Hakim, selaku Peneliti di Puslit Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Mengutip Mongabay Indonesia, dijelaskan bahwa jaring yang bersifat lengket tersebut memang memiliki fungsi tersendiri. Lebih tepatnya, sifat lengket yang dimaksud berfungsi guna menyeret mangsa untuk masuk ke dalam mulut mereka.

  Masih sering ditemukan, inilah tikus raksasa dari rimba Flores

Cacing Nemertea diketahui hidup dengan bebas. Namun ada beberapa spesies yang disebut bersifat parasit. Beberapa spesies cacing ini hidup dengan memangsa telur kepiting Dungeness yang berada di California.  Sifat parasit itu bahkan disebut membuat spesies kepiting yang dimaksud mengalami penurunan populasi sekitar 55 persen.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya