Udang mantis, hewan pemilik tinju tangguh sejak usianya sembilan hari

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Udang mantis (Kendra Karr/Flickr)

Udang mantis merupakan salah satu krustacea laut yang mempunyai keistimewaan dari krutacea lainnya. Udang mantis memiliki anggota sekitar 450 spesies yang semuanya bisa dianggap sebagai pembunuh kelas berat. Keistimewaan udang ini terletak pada senjata yang melekat ditubuhnya yaitu cakar dan tinju,

Cakar digunakan untuk menusuk mangsanya seperti tombak yang sangat tajam, untuk ukuran udang mantis yang besar, ketangguhannya bisa sampai memotong jari manusia. Sedangkan tinjunya menyerupai kecepatan peluru melebihi 80km/jam atau mencapai 23m/detik.

Lalu bagaimana udang mantis memiliki ketangguhan seperti ini? Dan apa spesies ini berbahaya bagi manusia? Berikut uraiannya:

1. Udang mantis

Udang mantis (abudulla.saheem/Flickr)

Udang mantis merupakan biota laut yang masuk ke dalam ordo stomatopoda, Hewan ini ternyata berbeda dengan spesies udang yang lain. Udang mantis biasanya dapat dijumpai di berbagai perairan tropis maupun subtropis yang ada di dunia dengan kedalaman yang cenderung dangkal.

Sebagai karnivora, udang mantis punya cara hidup yang berbeda dari saudara krustasea yang lain. Mereka cenderung lebih agresif dan aktif berburu, khususnya ketika malam hari. Ketika sedang beristirahat atau menunggu mangsa, udang manis juga biasanya akan mengubur dirinya di pasir.

  Perairan Taman Nasional Komodo jadi rumah ikan pari manta terbesar di dunia

Udang mantis terdiri atas 450 jenis yang berbeda. Rata-rata dari jenis udang mantis yang ada di dunia dapat tumbuh mulai dari ukuran 10 cm hingga 30 cm dengan spesimen terbesar yang pernah tertangkap mampu mencapai ukuran 46 cm.

Selain ukuran dan warna, salah satu faktor peneliti yang membedakan jenis udang mantis adaah soal bagaimana cara mereka berburu mangsa. Secara garis besar diketahui kalau udang mantis dapat dibagi menjadi dua jenis dengan metode berburu yang berbeda, yakni memukul dan menusuk.

Udang mantis dengan cara berburu memukul cenderung memiliki kaki depan yang keras sehingga mampu menghantam mangsa maupun predator dengan pukulan yang kuat. Sedangkan udang mantis tipe menusuk memiliki kaki depan yang lebih tajam sehingga hantamannya akan menusuk dan menembus tubuh mangsa predatornya.

2. Petinju tangguh

Udang mantis (tomfreakz/Flickr)

Udang mantis memiliki pukulan tercepat dan bahkan seminggu setelah mereka lahir, hewan ini telah melepaskan serangan itu ketika berburu mangsa. Para peneliti untuk pertama kalinya melihat mekanisme senjata mereka yang sedang bergerak melalui eksoskeleton transparan dari udang mantis muda.

  Lama dianggap punah, tim peneliti temukan pohon ek langka di Texas

Sepasang lengan khusus udang mantis mampu meledak dengan akselerasi peluru untuk menyerang dengan kecepatan hingga 110 kilometer per jam. Sebelumnya para ilmuwan menyimpulkan senjata ini bertindak seperti busur silang.

Saat kait menahan setiap lengan di tempatnya, otot-otot di dalam lengan berkontraksi, menyimpan energi di dalam engsel lengan. Ketika krustasea melepaskan kait ini, semua energi ini keluar sekaligus. Para peneliti kemudian mencari tahu sejak kapan udang mantis meluncurkan serangan pegas itu.

Simulasi komputer memperkirakan bahwa hewan ini mampu melakukan akselerasi lebih besar dengan ukuran yang lebih kecil. Hal ini kata Jacob Harrison, ahli biologi kelautan di Duke University menyebut tandanya bahwa udang mantis muda lebih cepat serangannya daripada yang dewasa,.

3. Menjadi penelitian

Udang mantis (Kendra Karr/Flickr)

Udang mantis memang sangat bermanfaat bagi para peneliti. Salah satu hal utama yang menjadi perhatian adalah kemampuan pukulan mereka dan ketahanan tubuh setelah memberikan pukulan yang kuat tersebut. Para peneliti menemukan material unik pada tangan udang mantis merak.

  Soa-soa layar, dinosaurus asal Indonesia yang populasinya terancam

Disebutkan kalau material itu bernama hydroxyapatite, sebuah senyawa kalsium fosfat yang terkristalisasi. Selain itu permukaan lengan udang mantis juga mengandung polysaccharide yang elastis. Kedua material tersebut membuat hantaman dari udang mantis dapat begitu kuat, namun juga bisa meredam dampak pukulan itu pada tubuhnya.

Desain tangan pada udang mantis kemudian menginspirasi peneliti untuk menciptakan pelindung tubuh yang tersebut dari serat karbon dengan pengaplikasian yang serupa dengan hewan tersebut. Saat ini, pelindung tersebut telah diproduksi untuk keperluan badan pesawat dan peralatan militer.

Salah satu hal yang mengejutkan dari udang mantis ternyata usia mereka. Mirip seperti beberapa jenis krustasea lainnya, udang mantis ternyata telah hidup selama jutaan tahun di Bumi. Bahkan, disebut-sebut jauh lebih tua ketimbang dinosaurus.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya