7 jenis jamur beracun yang bisa sebabkan kematian

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Jamur tengkorak musim gugur (Marc+/Flickr)

Jamur merupakan jenis tumbuhan yang tidak berdaun dan tidak berbuah. Masuk dalam kingdom Fungi, organisme unik satu ini telah memperkaya keanekaragaman jenis makhluk hidup yang ada di bumi.

Setidaknya ada sekitar 1,5 juta spesies jamur di dunia. Namun dari jumlah tersebut, baru sebanyak sebanyak 28.700 jenis jamur yang berhasil teridentifikasi. Sedangkan sisanya yakni sekitar 1.433.800 jenis jamur baik makro maupun mikro belum teridentifikasi.

Sama halnya seperti tumbuhan, sebagian jenis jamur diketahui memang dapat dikonsumsi. Beberapa bahkan menjadi makanan utama mulai dari yang paling banyak dijumpai hingga jenis yang memiliki nilai tinggi. Namun, di lain sisi ada juga sebagian jamur yang justru berbahaya karena mengandung racun. Beberapa bahkan dapat menyebabkan kematian jika dikonsumsi.

Apa saja jenis jamur beracun yang dapat menyebabkan kematian? Berikut daftarnya:

1. Jamur topi kematian

Jamur topi kematian (Emilio López/Flickr)

Memiliki nama ilmiah Amanita phalloides, jamur satu ini disebut yang paling mematikan di antara semua jamur beracun yang ada di dunia. Kasus kematian pertama akibat ketidaktahuan mengonsumsi jamur satu ini terjadi di tahun 1534.

Jenis racun yang terkandung dalam jamur ini bernama Amatoxins yang disebut dapat merusak sel-sel di seuruh tubuh. Mereka yang tanpa sengaja mengonsumsi jamur ini akan merasakan efek 6-12 jam setelahnya. Derita yang dirasakan berupa sakit perut yang hebat, muntah-muntah, diare yang disertai darah, dan rasa haus berlebih.

  Pohon tertua di dunia ditemukan di Chile, bagaimana penjelasannya?

Racun jamur ini disebut bisa menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal, dan sistem saraf. Terlebih dulu menyebabkan koma, lebih dari 50 persen kasus keracunan akibat jamur ini berakhir dengan kematian. Setidaknya, jamur topi kematian hanya tersebar di wilayah daratan Eropa.

2. Jamur Conocybe filaris

Conocybe filaris (Mark Hornby/Flickr)

Kandungan racun pada jamur satu ini disebut hampir serupa dengan jamur topi kematian, hanya saja tingkatnya sedikit lebih rendah. Meski begitu, dampak serupa seperti kejang perut mulai muncul pada 6-24 jam setelah dikonsumsi.

Biasanya jika mendapat penindakan sederhana, orang yang mengonsumsi jamur ini akan tampak pulih untuk beberapa saat. Padahal, kondisi tersebut akan diikuti dengan gangguan pencernaan knonis yang disertai dengan kondisi gagal hati dan ginjal.

3. Jamur webcaps

Jamur Webcaps (Ellie Hilsdon/Flickr)

Memiliki dua subspesies yakni Cortinarius rubellus dan Cortinarius orellanus. Jamur ini cukup menipu karena memiliki tampilan yang sangat mirip dengan jamur yang aman untuk dimakan. Padahal, di dalamnya terdapat racun bernama orellanin yang awalnya memunculkan gejala flu.

Memang, efek dari racun pada jamur webcaps baru muncul sekitar 2-3 hari setelah dikonsumsi. Kondisi tersebut yang membuat tim medis terkadang mengalami salah diagnosis, yang pada akhirnya bisa menyebabkan gagal ginjal. Mereka yang sanggup selamat dari racun jamur ini nyatanya harus mendapatkan transplantasi ginjal.

  Jarang disadari, 5 tanaman istimewa ini terkandung dalam Alquran

4. Jamur tengkorak musim gugur

Jamur tengkorak musim gugur (Jean***/Flickr)

Tersebar di belahan bumi utara dan sebagian Australia, jamur ini memiliki nama ilmiah Galerina marginata. Berjenis jamur pembusuk kayu, kandungan racunnya berjenis amatoxins yang sama dengan jamur topi kematian.

Bagi mereka yang tidak sengaja menelan jamur tengkorak musim gugur, akan merasakan dampak diare, muntah, hipotermia, dan kerusakan hati yang dapat menyebabkan kematian.

5. Jamur malaikat penghancur

Jamur malaikat penghancur (Eric Hunt/flickr)

Malaikat penghancur merupakan salah satu spesies jamur putih dalam genus Amanita. Tampilannya menipu karena memiliki wujud yang sangat mirip dengan jamur kancing yang dapat dimakan saat sudah mekar.

Jamur yang secara spesifik bernama Amanita bisporigera ini merupakan jamur asal Amerika Utara yang paling beracun. Menimbulkan gejala yang mulai muncul dalam 5-24 jam setelah dikonsumsi. Racunnya dapat menimbulkan efek muntah, kejang, diare, gagal hati, dan gagal ginjal.

6. Jamur Podostroma cornu-damae

Podostroma cornu-damae (Ray Palmer/flickr)

Jamur ini bisa dibilang memiliki bentuk paling beda dari deretan jamur beracun sebelumnya. sehingga untuk membedakan jenisnya di alam tentu tidaklah sulit. Namun, penyebarannya justru berada di Asia dan tercatat sudah menimbulkan beberapa kematian di Korea dan Jepang.

  Keindahan pohon tabebuia, pemandangan 'sakura' yang bisa dinikmati di Indonesia

Lebih detail, kandungan racun yang dimiliki jamur ini bernama mikotoksin trichothecene. Efek samping yang dirasakan dapat berupa sakit perut, kulit mengelupas, rambut rontok, tekanan darah rendah, nekrosis hati, dan gagal ginjal akut.

7. Jamur dapperling mematikan

Jamur dapperling mematikan (Emile Vandecasteele/Flickr)

Memiliki nama ilmiah Lepiota brunneoincarnata, jamur dapperling tersebar secara luas di kawasan Asia dan Eropa. Mengandung racun amatoxins, dampak yang dirasakan pun sama dengan jenis-jenis jamur sebelumnya, yang dapat berakhir dengan kematian apabila tidak ditindaklanjuti dengan cepat.

Yang membuat semakin bahaya, spesies ini kerap disalahartikan sebagai jamur yang dapat dikonsumsi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya