Awas jamur beracun, bisa sebabkan halusinasi hingga kematian!

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Jamur (agus erwan/Flickr)
Jamur (agus erwan/Flickr)

Jamur adalah salah satu flora di dunia yang dapat ditemukan secara bebas di alam terutama ketika memasuki musim hujan atau di daerah yang relatif lembab. Jamur sendiri pada dasarnya merupakan tubuh buah dari kelompok fungsi (Basidimycota) yang muncul ke permukaan.

Jamur sering kali ditemukan berbentuk mirip seperti payung, di mana bagian-bagian tubuhnya terdiri dari tudung (pileus), cincin (annulus), batang (stipe), bilah (lamallae), cawan (volva), dan juga akar semu (rhizoids). Jamur sangat beragam spesiesnya, ada yang bisa dikonsumsi oleh manusia dan ada juga spesies yang tidak bisa dikonsumsi dikarenakan beracun. 

Lalu bagaimana cara membedakan atau mengetahui spesies jamur yang aman dikonsumsi atau yang beracun? Berikut uraiannya:

1. Mengapa jamur ada yang beracun?

Jamur (anwar siak/Flickr)
Jamur (anwar siak/Flickr)

Alasan beberapa jamur memiliki racun adalah untuk melindungi diri mereka agar tidak dimakan sehingga bisa berkembang biak. Karena jamur tidak bisa bertahan lama, penting untuk menyebarkan spora mereka dengan cepat di sinilah racun dan toksin bisa berperan. 

Siput, beberapa serangga, kumbang, tupai, tupai rusa, dan manusia cukup menyukai jamur. Jika seekor hewan memakan jamur, biasanya sporanya akan hilang, kecuali jika jamur tersebut adalah jenis yang terbungkus dalam pelindung yang bertujuan membawa spora ke lingkungan baru melewati kotoran.

  Pengakuan warga di Sukabumi yang bertemu hewan diduga harimau jawa

Para ilmuwan telah menemukan bahwa serangga dan siput menghindari makan jamur yang mengandung racun. Beberapa racun jamur mungkin membuat pemakan hanya menjadi sakit, tetapi ada juga yang bisa berakibat fatal seperti kematian.

Karen Hughes, Professor of Mycology dari University of Tennessee menyebut biasanya orang menggunakan beberapa racun dari jamur dalam pengobatan. Racun jamur ergot, katanya, dikembangkan menjadi obat untuk mencegah sakit kepala migrain.

Dia menyebut sekitar 1 persen – 2 persen jamur beracun bagi manusia. Istilah untuk jamur semacam itu adalah “kulat”, tetapi tidak ada cara yang mudah untuk membedakan jamur beracun dan yang bisa dimakan. Karena itu dirinya menyarakan agar lebih baik mendapatkannya dari toko atau seseorang yang ahli tentang jamur.

2. Ciri-ciri jamur beracun

Jamur (Ketut Suyasa/Flickr)
Jamur (Ketut Suyasa/Flickr)

Beberapa spesies atau jenis jamur memang baik untuk dikonsumsi dikarenakan rasanya yang enak dan juga kaya manfaat, misalnya sebagai obat. Jenis jamur yang aman dikonsumsi antara lain adalah jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur merang (Volvariela colvacea), hingga jamur shitake (Lentinus edulis).

  Umbi Gembili, makanan alternatif untuk masa depan dari Indonesia

Akan tetapi, terdapat juga jenis-jenis jamur yang berbahaya untuk dikonsumsi karena beracun. Hal ini bisa dilihat dari beberapa ciri seperti warna, bau, cawan, habitat tumbuh, hingga perubahan warna. Beberapa ciri ini perlu diperhatikan sehingga tidak salah ketika mengkonsumsinya.

Biasanya jamur yang beracun cenderung memiliki warna yang mencolok seperti merah, kuning, hitam, dan juga biru. Sedangkan jamur yang aman untuk dikonsumsi manusia (dimasak atau diolah) kebanyakan memiliki warna tidak mencolok, antara lain putih pucat, kuning keputih-putihan dan merah muda.

Selain itu jamur yang beracun relatif memilliki bau yang menyengat seperti bau busuk ataupun bau amonia. Jamur yang beracun juga kebanyakan memiliki cincin atau sering disebut dengan cawan. Jamur yang beracun juga biasanya hidup dalam habitat yang kumuh atau kotor, misal sampah, kandang, atau dekat kotoran hewan.

Jamur yang beracun akan mengalami perubahan warna yang relatif cepat dibandingkan dengan yang tidak beracun.  Racun dari jamur juga bisanya dapat terdeteksi dengan cara mengiriskan pisau ke jamur. Jamur yang beracun akan meninggalkan jejak hitam atau biru tua pada pisau.

  Pesona merak hijau, kecantikan yang mengancam populasinya

3. Gejala keracunan jamur

Jamur (bie deannovha/Flickr)
Jamur (bie deannovha/Flickr)

Dilansir dari Departemen Kesehatan Victoria tahun 2020, konsumsi jamur beracun memiliki 3 efek utama, yakni halusinasi, sakit perut, seperti muntah, kram perut, diare, hingga gagal jantung dan kematian. Menurut data pemerintah kota Victoria Australia 9 dari 10 kematian diakibatkan konsumsi Amanita phalloides.

Gejala keracunan terjadi 6-24 jam setelah tertelan dengan gejala ringan seperti muntah, kram perut dan diare. Amatoksin diabsorbsi secara cepat di jantung dan ginjal, dalam 48 jam dapat mengakibatkan kematian. Karena itu perlu langkah-langkah antispiasi agar mencegah kejadian yang fatal. 

Karena itu, ada orang di sekitarmu diketahui menelan jamur beracun, segeralah bawa ke rumah sakit. Pertolongan pertama, pasien akan dirangsang untuk memuntahkan jamur yang tertelan. Bila jarak konsumsi dan gejala sudah cukup lama, mungkin dilakukan cuci darah untuk mengeluarkan racun dari tubuh.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya