Buah ackee, tanaman beracun yang malah menjadi makanan pokok orang Jamaika

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Tanaman ackee (kaiton/flickr)

Tidak banyak yang mengenal tentang buah ackee, musababnya buah ini cukup kontroversi. Ackee merupakan buah yang mengandung racun, namun juga sekaligus menjadi makanan pokok orang Jamaika. Buah ini memang berasal dari Afrika dan hanya bisa tumbuh di kawasan tropis tersebut.

Buah ackee ini memiliki bentuk yang mirip kelopak bunga. Namun saat sudah matang, buah tersebut akan mekar dan memperlihatkan bagian dalamnya. Buah eksotis yang memiliki tampilan cantik ini tidak boleh asal dimakan karena mengandung racun tetapi juga memiliki banyak manfaat.

Lalu mengapa orang Jamaika menyukai buah ini? Dan apa sebenarnya manfaatnya? Berikut uraiannya:

1. Buah ackee

Tanaman acee (Soursop 555/Flickr)

Buah yang satu ini bentuknya mirip apel dan berasal dari Afrika. Masyarakat di sana ternyata menjadikan buah ini sebagai makanan pokok padahal memiliki racun. Ackee memang menjadi buah eksotik yang hanya bisa tumbuh di benua Afrika.

Menurut Wikipedia buah tropis ini banyak dijumpai di negara-negara Afrika barat seperti Kamerun, Gabon, Benin, Pantai Gading, Ghana, Nigeria, dan Senegal. Buah ini sebenarnya masih bersaudara dengan buah lengkeng dan leci yang merupakan buah konsumsi.

  Mengenal buah salju, benarkah punya sensasi dingin alami saat dimakan?

Orang Jamaika sering memakan buah ini sebagai makanan pokok. Bahkan ackee diklaim sebagai buah nasional Jamaika. Ackee bisa dimakan dalam keadaan matang maupun mentah. Hidangan yang paling populer adalah ackee rebus yang disajikan dengan ikan cod yang sudah diasinkan.

Pengalaman selama beradab-abad tampaknya membuat orang-orang Jamaika ahli dalam mengolah buah ini agar racunnya tidak membahayakan untuk dikonsumsi. Sama seperti umbi gadung dari Indonesia yang sebenarnya beracun tetapi bisa diolah.

Biasanya sebelum dimasak. ackee harus dibersihkan dan dicuci sampai bersih terlebih dahulu. Tanaman ini kemudian direbus selama kurang lebih lima menit. Setelah airnya dibuang, ackee bisa diolah sesuai dengan selera. Nah apa kalian tertarik untuk mencoba? 

2. Bentuk pohon

Buah ackee (Lynn/Flickr)

Ackee atau dikenal juga sebagai ankye, achee, akee dan aye merupakan tanaman penghasil soapberry yang tergabung ke dalam ordo Sapindales, famili Sapindaceae dan genus Bligha. Nama genrenya sendiri adalah bentuk penghormatan bagi William Bligh.

Sosok ini merupakan orang pertama yang memperkenalkan buah ackee ke dataran Eropa yakni pada tahun 1793. Secara klasifikasi, flora dengan nama ilmiah Blighia sapida itu masih berkerabat dengan spesies lengkeng. Karakteristik buahnya juga mirip: tersedia biji hitam di balik daging buah tersebut.

  Mengenal stevia, tanaman pemanis alami pengganti gula

Pohon ackee dapat dikenali dari daunnya yang selalu terlihat hijau. Tumbuhan ini berbiak sampai setinggi 10 meter, dengan batang yang pendek namun memiliki mahkota yang lebat. Daunnya sendiri bersifat paripinnate; berbentuk menyisip dan berjumlah genap.

Panjangnya antara 15-30 cm, terdiri dari 6-10 lembaran per tangkai dengan bentuk elips sampai lonjong. Satu lembar daun ackee memiliki panjang 8-12 cm dan lebar 5-8 cm. Bunganya harum serta berkelamin tunggal, mekar selama bulan-bulan hangat dengan panjang mencapai 10-12 cm.

Masing-masing bunga punya lima bagian kelopak dengan warna putih kehijauan. Sedangkan buahnya berbentuk seperti pir dengan tiga lobus, serta berwarna oranye saat sudah matang. Selain warna, bentuk kematangan buah ackee juga bisa dilihat dari permukaannya yang terbuka.

3. Bermanfaat

Tanaman ackee (kaiton/flickr)

Meski beracun, buah ackee sebenarnya mengandung karbohidrat, protein dan lemak yang dibutuhkan oleh manusia. Bahkan jenis buah ini tergolong kaya vitamin C serta antioksidan. Karena itu mengonsumsi ackee dipercaya oleh ahli ampuh meningkatkan daya tahan tubuh hingga menurunkan demam.

  Pelawan, pohon unik yang bermakna bagi orang Bangka Belitung

Buah ini juga memiliki kandungan serat yang cukup kaya. Tidak heran kalau banyak digunakan sebagai menu diet oleh kebanyakan orang setempat. Masyarakat di Jamaika yang sering bermasalah dalam hal konstipasi akan langung memakan ackee.

Selain itu orang Kuba juga sering mengkonsumsi buah unik ini untuk menurunkan tekanan darah dengan lebih alami. Kandungan di dalamnya memungkinkan penurunan terjadinya penyempitan pembuluh darah, sehingga membantu menghindarkan tekanan darah tinggi.

Racun yang ada di dalam buah ini termasuk dalam golongan hypoglycin. Racun tersebut bisa menyebabkan mual dan muntah akut, serta membuat orang koma sampai meninggal dunia. Namun bila diolah dengan benar, tanaman beracun ini bisa dinetralisir.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya