Kantong semar, tanaman karnivor yang kian terancam karena perburuan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Kantong Semar (ohpossum/Flickr)

Kantong semar, tumbuhan karnivora nepenthes kian terancam perdagangan liar. Bentuknya yang unik serta cara tumbuhan ini memperoleh makanan menarik perhatian banyak orang. Sehingga semakin banyak yang memburu tumbuhan ini.

Perburuan kantong semar semakin menjadi karena masyarakat tahu nilai jual tumbuhan ini yang tinggi. Ancaman terhadap nepenthes di alam semakin besar, masyarakat mengambil tanpa mengetahui merawat tumbuhan tersebut.

Lalu apa alasan kantong semar diburu oleh masyarakat? Dan mengapa perlu ada konservasi terhadap tanaman ini? Berikut uraiannya:

1. Kantong semar yang diburu

Kantong semar (Golla318/Flickr)

Kantong semar, tumbuhan karnivora nepenthes kian terancam perdagangan liar. Bentuknya yang unik serta cara tumbuhan ini memperoleh makanan menarik perhatian banyak orang. Sehingga semakin banyak yang memburu tumbuhan ini.

Perburuan kantong semar semakin menjadi karena masyarakat tahu nilai jual tumbuhan ini yang tinggi. Ancaman terhadap nepenthes di alam semakin besar, masyarakat mengambil tanpa mengetahui merawat tumbuhan tersebut.

Ketua Harian Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia (KTKI) Jhon Muhammad Rauly Suadiy mengatakan keberadaan tumbuhan yang hidup di dataran rendah hingga dataran tinggi ini semakin terancam oleh perdagangan liar.

  Keajaiban tembakau deli pendongkrak pamor Kota Medan

“Mereka bertransaksi secara online, dan memanfaatkan sosial media untuk bertransaksi. Kami (KTKI) tidak tahu bagaimana prosedurnya untuk melaporkan kegiatan ini, itu masalahnya,” ujarnya yang dimuat Solopos.

Sementara itu peneliti dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Muhammad Mansur menjelaskan bahwa kantor semar memiliki akar serabut yang sangat sensitif jika dicabut begitu saja dari tempat hidupnya.

“Dalam waktu satu minggu biasanya mati, jika tidak tahu merawatnya. Yang beli kantong semar rugi, alam juga rugi karena tumbuhan ini lama tumbuh,” ucapnya.

Mansur menyatakan bahwa pembeli-pembeli kantor semar lebih banyak berasal dari dalam negeri. Hal ini karena mereka yang berada di luar negeri biasanya akan menolak jika bukan hasil budidaya.

“Mereka tahu kalau yang berasal dari alam akan lebih cepat mati jika dicabut. Mereka beli biasanya yang hasil budidaya, karena lebih kuat,” ujarnya.

2. Upaya penyelamatan

Kantong semar (Alpian alis Asong/Flickr)

Sementara itu, jelas Mansur, sejauh ini ancaman terhadap kantong semar lebih besar dari perdagangan liar dibandingkan pembalakan atau kebakaran hutan. Karena itulah jelasnya perlu ada upaya menyelamatkan tumbuhan berkantung ini.

  Peran Mangrove yang membentuk perabadan bangsa Nusantara

Karena itu kini Unit Pelaksanaan Teknis Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membuka Rumah Nepenthes sebagai salah satu upaya menyelamatkan kantong semar.

Kepala UPT BKT Kebun Raya Cibodas, Agus Suhatman menjelaskan sudah ada 55 spesies dan 48 hibrida Nepenthes yang ada di Rumah Kantong Semar di Kebun Raya Cibodas. Banyak dari kantong semar ini merupakan sumbangan dari anggota KTKI.

Beberapa di antaranya berasal dari Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, dan India. Upaya ini, jelas Agus telah diupayakan sejak lima tahun lalu bersama dengan KTKI. Diharapkan adanya Rumah Nepenthes penelitian dan pengembangan tanaman ini bisa digiatkan.

“Langkah konservasi yang telah dilakukan bersama Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia diharapkan dapat semakin diperluas,” paparnya.

3. Aset luar biasa

Kantong semar (Thomas Bujang/Flickr)

Mansur menegaskan konservasi terhadap kantong semar harus dilakukan secara serius. Dia menjelaskan di Indonesia terdapat sekitar 70 spesies kantong semar dengan beberapa di antaranya adalah jenis endemik yang hanya bisa ditemukan di Tanah Air.

  Aprilani Soegiarto dan berdirinya Lembaga Oseanografi di Indonesia

Salah satu di antaranya adalah Nepenthes clipeata yang hanya bisa ditemukan di Gunung Kelam di Sintang, Kalimantan Barat. Tetapi tanaman ini keberadaannya terancam karena beberapa faktor, seperti perambah liar, kebakaran hutan serta musim kemarau.

“Kantong semar endemik Indonesia adalah aset luar biasa yang jika punah kehilangan itu tidak hanya dirasakan oleh Indonesia tetapi juga dunia,” ucapnya.

Mansur menjelaskan bahwa banyak potensi yang bisa digali dari kantong semar selain menjadi tanaman hias kategori unik. Dirinya memberi contoh bagaimana masyarakat asli di kalimantan telah membuat tanaman itu untuk obat mata atau diare.

“Masih banyak manfaatnya yang belum diketahui karena belum ada penelitian yang khusus untuk khasiatnya. Masih belum banyak digali tentang potensi nepenthes,” jelasnya.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya