Keindahan pohon tabebuia, pemandangan ‘sakura’ yang bisa dinikmati di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Tabebuia (Lecy de Souza/Flickr)
Tabebuia (Lecy de Souza/Flickr)

Bila berkunjung ke kota Surabaya, pasti akan terkejut dengan penampakan bunga ‘sakura’ yang bermekaran di sepanjang jalan. Bentuknya yang mirip dengan sakura di Jepang, membuat sepanjang jalan di Kota Surbaya terlihat cantik dan asri, apalagi saat bermekaran atau berguguran memenuhi jalan raya.

Sebenarnya tanaman yang mirip dengan sakura dari Jepang itu bukanlah bunga sakura yang sesungguhnya, melainkan bunga tabebuia. Bunga ini berasal dari Brazil yang memiliki beberapa macam warna di antaranya merah muda, kuning, dan putih.

Lalu mengapa bunga ini mirip dengan sakura? Dan benarkah bunga ini bisa tumbuh di iklim tropis? Berikut uraiannya:

1. Bunga tabebuia

Tabebuia (Alejandro Llanes/Flickr)
Tabebuia (Alejandro Llanes/Flickr)

Tabebuia (Tabebuia aurea) adalah jenis tanaman yang termasuk Suku Bignoiaceae yang berasal dari Brazil, Amerika Selatan. Tabebuia dapat tumbuh di wilayah tropis dan sub tropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini dapat menjadi pohon yang besar bila dibiarkan tumbuh puluhan tahun.

Tabebuia tahan terhadap kekeringan sehingga dapat tumbuh dengan baik di wilayah beriklim kering. Genus tebebuia meliputi 74 spesies yang diakui kebenarannya, antara lain T.aurea berwarna kuning, T.rosea berwarna pink, T. pallida berwarna putih atau pink muda dan lain-lain.

  Misteri bunga rafflesia, tanaman yang dapat mekar sepanjang musim

Bunga tabebuia berbentuk terompet dengan panjang 3-11 cm, sehingga dimasukan ke dalam Bignoniaceace. Dilihat dari batangnya yang berwarna putih ke abu-abu an, daunnya sangat indah karena berupa daun majemuk menjari berwarna hijau, tebal dan kuat.

Tabebuia pada musim berbunganya mampu menghasilkan jumlah bunga yang sangat banyak dan tidak putus sejak awal musim kemarau hingga menjelang musim hujan. Bahkan sekarang ini musim pembungaan tanaman ini dapat diatur melalui manipulasi pola pemupukan.

Ada dua jenis pohon tabebuia yang populer sebagai tanaman hias perkarangan. Tabebuia kuning (Handroanthus chrysotrichus) yang pohonnya besar mencapai tinggi 8 m, dan tabebuia merah muda (Handroanthus impetiginosus dan Handroanthus heptaphyllus).

2. Perbedaannya dengan pohon sakura

Tabebuia (Weerasiri Abeytunge/Flickr)
Tabebuia (Weerasiri Abeytunge/Flickr)

Tanaman ini sering disebut sebagai tanaman sakura, karena bunganya memiliki bentuk yang mirip. Namun kedua tanaman ini sebenarnya tidak berkerabat. Selain itu, kedua tanaman ini juga memiliki perbedaan. Bunga tabebuia mekar bersamaan dalam jumlah besar dan lebat, lebih dominan daripada daunnya. 

Jika tabebuia dengan bunga berbentuk terompetnya dimasukan ke dalam Bignoniaceae, maka tak demikian dengan sakura. Bunga sakura (Prunus serrulata) atau disebut cherry blossom yang mahkota bunganya berlepasan termasuk Suku Rosacecae (mawar-mawaran), tidak berbentuk terompet.

  Bidara, tanaman surga dengan ragam manfaat

Dibandingkan sakura, pohon tabebuia punya keunggulan di antaranya daunnya tidak mudah rontok dan akarnya merusak rumah atau tembok walau berdekatan dengan bangunan. Karakter tabebuia seperti ini membuatnya sangat cocok sebagai tanaman peneduh jalan.

Warna-warni bunganya yang indah, membuat tabebuia selain meneduhkan, juga menjadi tanaman hias yang sangat cantik di pinggir-pinggir jalan atau di halaman rumah. Dua tahun belakangan ini tabebuia memang menjadi sorotan karena banyak mekar di wilayah Pulau Jawa.

3. Kaya manfaat

Tabebuia (Dirceu Junior Ferri/Flickr)
Tabebuia (Dirceu Junior Ferri/Flickr)

Selain memiliki kelebihan yang dijelaskan di atas, tabebuia juga kaya akan manfaat. Bunga-bunga tabebuia yang gugur bisa dikumpulkan dan menjadi pupuk organik. Selain itu, tabebuia dipercaya dapat mengobati penyakit ringan seperti demam dan flu hingga penyakit berat.

Beberapa penyakit berat yang bisa disembuhkan menggunakan bunga ini seperti sipilis, malaria, infeksi menular, serta penyakit yang berhubungan dengan pencernaan. Caranya, bunga, akar, kulit kayu, dan daun tabebuia biasanya diolah menjadi teh herbal atau biasa disebut taheebo.

Bunga tebebuia yang bermekaran di bulan November ini memiliki struktur ranting rindang, serta pohon yang tidak terlalu tinggi. Pohon tersebut ternyata berfungsi untuk penyerapan karbon, serta polusi kendaraan. Jadi, udara sekitar bisa lebih bersih.

  Jadi spesies terbesar di dunia, mengapa bunga ini dijuluki anggrek macan?

Dengan bentuknya yang tak sebegitu besar dan tinggi, pohon bunga tabebuia disebut sangat cocok dijadikan tanaman hias di halaman rumah. Apalagi warna bunganya yang bermunculan ketika mekar akan menjadi bonus lainnya. 

Bunga tabebuia sebenarnya bisa bermekaran sepanjang tahun. Karena pohon tersebut, pada prinsipnya mampu beradaptasi dengan segala kondisi cuaca. Namun, bunga ini akan mekar pada musim panas. Sedangkan ketika musim hujan, bunganya mulai berkurang (gugur) dan berganti daun.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya