Kesumba keling si pewarna alami dengan sejumlah manfaat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Kesumba keling
Buah dan biji kesumba keling (Sergio Nascimento/flickr)

Masih ada banyak deretan jenis tanaman di Indonesia yang menarik untuk dibahas dan dipelajari lebih detail, salah satunya Kesumba Keling. Jenis tanaman satu ini terkenal akan fungsinya yang banyak dimanfaatkan sebagai pewarna alami.

Meski bukan bersifat endemik dari Indonesia, namun kesumba keling cukup dipopuler di tanah air karena fungsinya yang beragam.

Ditambah lagi, beruntungnya tanaman satu ini juga memiliki tingkat populasi yang cukup stabil. Menurut catatan IUCN, tanaman dengan buah yang dari luar mirip seperti rambutan ini juga banyak tersebar tak hanya di Indonesia.

Seperti apa wujud dan pemanfaatan kesuma keling di tanah air? Berikut ulasannya.

1. Mengenal kesumba keling

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Serba Serbi Dunia Buah (@kebunbuahkita)

Memiliki nama ilmiah Bixa Orellana, kesumba keling masuk dalam kategori tanaman perdu dengan ciri ketinggian sekitar dua sampai delapan meter. Menilik asalnya, tanaman satu ini berhabitat asli di kawasan Amerika tropis, khususnya di kawasan hutan hujan Amazon.

  5 bunga yang bisa dijadikan teh dengan beragam khasiat

Kesumba keling banyak tumbuh dan menyukai tempat yang hangat. Lebih tepatnya, tumbuhan satu ini banyk dijumpai di lokasi dengan paparan sinar matahari yang cukup, dan senang tumbuh d idaerah tropis dengan intensitas hujan yang panjang sepanjang tahun.

Tumbuhan ini memiliki bunga majemuk, dengan warna merah muda atau putih dengan diameter sekitar empat sampai enam sentimeter. Sementara itu pada bagian buahnya, kesumba keling memiliki bentuk yang menyerupai rambutan, karena kulitnya berwarna merah dan berbulu.

Hanya saja ketika dibuka, bagian dalamnya berisi banyak biji berwarna merah. Bulir biji itulah yang kemudian membuat tanaman ini di negara asalnya dijuluki lipstick tree. Mengapa demikian?

2. Pewarna alami

Biji kesumba keling (Eric Hunt/flickr)

Pemberian julukan lipstick tree rupanya diperoleh bukan tanpa alasan. biji dari buah kesumba keling diketahui memiliki manfaat untuk menjadi pewarna alami untuk berbagai kebutuhan. Salah satunya adalah untuk pewarna produk kecantikan tradisional seperti lipstik.

Di Indonesia, zat pewarna tersebut juga kerap digunakan untuk memberi warna alami untuk berbagai produk tekstil tradisional.

  Gembili bagi orang Papua: tanpa tanaman ini, acara adat bisa batal digelar

Dalam prosesnya, biji yang berwarna merah tua termasuk kulit buahnya perlu direndam dalam air agar menghasilkan cairan berwarna merah. Cairan itu lah yang nantinya dapat digunakan sebagai pewarna alami untuk lipstik, cat kuku, makanan, dan sebagainya.

Di Papua, mama-mama suku Dani banyak yang memanfaatkan fungsi pewarna dari biji buah ini untuk membuat noken atau tas tadisional khas Papua. Caranya, ekstrak biji buah yang berwarna merah dioles ke benang hingga berwarna merah.

Di beberapa daerah lain, bahkan banyak kalangan anak-anak yang menjadikan biji dari buah ini sebagai pewarna alami untuk bersenang-senang mewarnai rambut.

3. Punya banyak manfaat kesehatan

Bukan hanya sebagai pewarna alami, rupanya biji dan buah kesumba keling memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Biji dari buah bahkan bagian tanaman lainnya diyakini memiliki khasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Beberapa di antaranya demam, diare, kurang nafsu makan, masuk angin, beri-beri, pendarahan, bahkan menetralkan racun (ddetoksikan).

Warna merah pada kulit dan biji kesumba yang diekstraksi disebut mengandung karetanoid, dan berperan sebagai antioksidan dalam sistem penglihatan sehingga bagus untuk kesehatan mata.

  Mengenal buah salju, benarkah punya sensasi dingin alami saat dimakan?

Biji buah kesumba juga dapat digunakan untuk mengobati luka bakar atau luka pada kulit berupa iritasi. Dalam pemanfaatannya, biji kesumba yang telah dihaluskan mengurangi timbulnya bekas luka. Ditambah lagi, sifat antimikroba alami dari buah tersebut dapat membantu mencegah infeksi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya