Mengenal pohon sang penjaga keanekaragaman burung di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Pohon besar yang menjadi sarang burung rangkong (Indonesian Wildlife/Flickr)

Secara definisi, pohon merupakan tumbuhan berkayu yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, rimbunan pohon menjadi penyelamat saat matahari bersinar terik. Sementara itu, keberadaan pohon di pegunungan juga berfungsi sebagai pengikat air di tanah sehingga tidak menyebabkan banjir atau tanah longsor.

Namun bagi burung, sebatang pohon yang berdiri tegak merupakan tempat bersarang, penyedia makanan, dan pastinya sebagai tempat berlindung.

Masih dalam rangka memeringati Hari Tanam Pohon Nasional yang jatuh pada Senin (28/22/2022) dan Hari Pohon Sedunia, Senin (21/11), beberapa jenis pohon nyatanya menjadi sarang atau rumah dari kawanan burung dari spesies-spesies tertentu.

Pohon yang menjadi rumah

Burung cabe di pohon belimbing (Sijanto Nature/Flickr)

Seperti dijelaskan oleh Burung Indonesia, pohon yang menjadi tempat penyedia makanan bagi burung didominasi oleh pohon yang menghasilkan buah.

Burung betet (Psittacula alexandri), burung cabe (Dicaeum trochileum), dan jenis rangkong famili Bucerotidae merupakan contoh burung yang menggangtungkan hidupnya dari buah di pohon. Bahkan, salah satu jenis rangkong di Sulawesi Utara menggantungkan hidupnya pada 30 macam pohon beringin sebagai sumber makanan.

  4 jenis bambu yang sering digunakan untuk konstruksi jembatan

Lain halnya dengan burung pelatuk, aves satu ini hinggap di pohon bukan untuk mengkonsumsi buahnya, namun untuk memakan serangga dan lebah yang bersarang di sana.

Pohon sebagai sarana pelindung 

Pohon ki hujan (Alejandro Bayer Tamayo/Flickr)

Sebagai makhluk hidup, burung juga memerlukan tempat untuk berlindung dari ganasnya cuaca dan predator. Biasanya, burung akan memilih pohon yang memiliki daun lebar serta tidak jatuh (evargreen). Pohon jenis ini dipilih karena mampu melindungi burung dari terik matahari serta hembusan angin yang dingin.

Pohon yang lazim kita temui seperti jambu, manga, rambutan, dan lainnya, merupakan beberapa tempat favorit burung untuk berlindung. 

Pohon-pohon itu dipilih karena memiliki ranting dan dahan yang banyak, serta bertajuk lebar. Setelah beraktivitas seharian penuh, burung akan hinggap di pohon untuk tidur semalaman dan meninggalkannya saat pagi menjelang. Pohon yang sering disinggahi burung untuk tidur disebut dengan “pohon tidur”.

Pohon juga digunakan oleh burung sebagai tempat bersarang. Di pohon itu pula burung bertelur, mengerami, dan membesarkan anaknya.

  Deretan pohon khas Kalimantan yang kesohor hingga mancanegara

Burung bondol haji (Passer montanus) dan burung gereja (Lonchura maja) memilih membangun sarang di pohon yang memiliki banyak cabang dan rindang, seperti pohon ki hujan (Samanea saman). Kedua burung itu membangun sarang dari rerumputan dan diletakkan pada dahan atau ranting. Dalam satu pohon bisa terdapat banyak sarang yang menjadikannya seperti komplek perumahan burung.

Pohon tinggi yang menjadi sarang burung elang (_Veit_/Flickr)

Lalu ada burung nuri (Psitinus sp) yang bersarang di lubang-lubang pohon. Biasanya nuri memilih pohon yang tegak lurus dan memiliki sedikit cabang. Bahkan, nuri juga bersarang di pohon yang sudah mati. Sementara itu, burung elang (family Accipitridae) memilih tempat bersarang di pucuk pohon. Hal ini dilakukan karena elang dapat terbang bebas dan tidak terhalang oleh pepohonan di hutan saat terbang.

Meski begitu, masih ada juga burung yang bersarang dan beraktivitas di cabang rendah. Terdapat juga burung yang membangun sarang pada lokasi yang mendekati akar, bahkan di tanah sekalipun. Hal ini biasanya dilakukan oleh burung yang tidak kuat menahan terik matahari dan terpaan angin yang lebih kencang bila bertengger di pucuk pohon.

  Kisah gemilang salak pondoh yang kini namanya meredup
Burung tekukur yang biasa hidup di pohon dahan rendah (BD@Mona/Flickr)

Misalnya perkutut jawa (Geopalia striata) dan tekukur biasa (Streptopelia chinensis), adalah contoh dari burung yang lebih banyak beraktivitas di cabang rendah dan permukaan tanah. Biasanya burung yang suka beraktivitas di cabang rendah adalah jenis pemakan serangga, buah, bulir rumput, dan nektar bunga.

Ada juga burung yang menghabiskan lebih banyak waktunya di permukaan tanah untuk mencari makan dari bulir rumput, seperti merak (Pavo muticus) yang naik ke dahan rendah saat menjelang malam untuk tidur. Bahkan burung maleo (Macrocephalon maleo) membenamkan telurnya pada sarang yang ada di dalam tanah.

Burung-burung jenis ini memiliki kemampuan terbang yang hanya dapat digunakan untuk mencapai dahan rendah saja untuk tidur atau menghindari bahaya.

Yuk, terus menjaga kelestarian pohon untuk menjaga ekosistem mereka di masa depan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya