Misteri bunga rafflesia, tanaman yang dapat mekar sepanjang musim

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Rafflesia I Shahir Sulaiman (Flickr)
Rafflesia I Shahir Sulaiman (Flickr)

Bunga Rafflesia dapat mekar sepanjang musim, tidak selalu pada musim hujan. Pasalnya Rafflesia merupakan bunga parasit yang pembungaannya tidak terikat oleh musim. Pertumbuhannya tergantung pada diameter inangnya, biasanya sekitar 20 sentimeter, barulah dapat mekar tanpa terikat musim.

Rafflesia dianggap bunga yang unik, menyimpan misteri bagi ilmu tumbuh-tumbuhan. Unik karena jenis ini hanya berupa kuncup atau bunga mekar, tidak ada batang, daun, dan akar. Rafflesia hanya dilengkapi haustorium, jaringan yang mempunyai fungsi mirip akar, mengisap sari makanan hasil fotosintesis dari tumbuhan inang.

“Kelangkaannya di alam, sebagian besar karena sifat biologisnya yang unik itu, sedangkan pemahaman akan sifat-sifat tersebut masih sedikit,” ujar Agus Susatya, penulis buku Rafflesia Pesona Bunga Terbesar di Dunia yang disadur dari Mongabay Indonesia.

Lalu bagaimana cara Rafflesia bertumbuh dan bertahan hidup? Juga sejarah penemuan dari tanaman langka ini dan wilayah persebarannya? Berikut uraiannya:

1. Inang bagi pertumbuhan Rafflesia

Rafflesia (Flickr)

Bagi Rafflesia, inang merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupannya. Sebab tanpa inang, tidak pernah ada Rafflesia. Inang menjadi tempat bertumbuh dan berkembang, sehingga kondisi sehat-tidaknya inang menentukan kehidupan Rafflesia.

  Jamur bikin resah di dalam rumah? Taruh saja jenis tanaman ini

Menurut Agus, kehidupan inang juga dipengaruhi lingkungan sekitar, termasuk iklim mikro dan makro yang kompleks. Karena itulah, hingga kini, Rafflesia hanya bisa disaksikan di habitat alaminya dan dikategorikan sebagai tumbuhan langka.

Dalam buku Biologi Konservaasi Rafflesia karya Sofi Musridawati dan Irawati disebutkan tamanan ini hanya tumbuh dengan proses regenerasi di alam secara alami. Biji adalah bagian organ yang berperan sangat penting bagi kehidupannya. Hal ini menjadi awal hubungan Rafflesia dengan inang, sehingga nantinya menetap menjadi parasit.

“Sebagai endoparasit, Rafflesia tumbuh dalam batang atau akar pohon inang dengan organ yang disebut haustoria dan juga berfungsi sebagai pengisap nutrisi,” tulis peneliti BRIN ini.

Rafflesia juga berkembang biak dengan biji yang penyebarannya dibantu binatang. Beberapa diantaranya serangga, angin, air, atau binatang mamalia lainnya, seperti landak, tupai, babi hutan, hingga gajah.

2. Persebaran Rafflesia

Rafflesia (Flickr)

Marga Rafflesia memiliki sekitar 25 jenis, tersebar di bagian barat Garis Wallacea mulai dari perbatasan Myanmar dan Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Filipina.  Agus menyebut beberapa persebarannya di Indonesia.

  Hanjeli, tananan alternatif pengganti beras yang dorong ketahanan pangan

Di Provinsi Aceh, ditempati R. arnoldii, R. atjehnensis, R. micropylora, dan R. rochussenii. Keempat jenis ini ditemukan di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser, wilayah Aceh dan Sumatra Utara. Ujung utara dan timur dari sebaran geografis ditempati jenis R. Aurantia dan R schadenbergiana yang ada di Mindanao Filipina.

Bagian paling selatan pantai Jawa Barat, yaitu di Cagar Alam Pangandaran, dan di Jawa Tengah berada di Nusakambangan. Di kedua tempat tersebut dijumpai jenis R.patma. Sedangkan di pantai selatan Jawa Timur tepatnya di Taman Nasional Meru Betiri, dijumpai R. zollingeriana.

Di Pulau Sumatra dijumpai 10 jenis. Cagar Alam Batang Palupuh di Kabupaten Agam-Sumatra Barat sejak lama dikenal sebagai habitat R. arnoldii. Akan tetapi, dari penampakan luar bunga mekar dan hasil perbandingan, diperkirakan besar bukan R. arnoldii, tetapi R. tuan mudae.

Di Jawa terdapat tiga jenis yaitu R. rochussenii di sekitar Taman Nasional Gede Pangrango, R.patma di Cagar Alam Pangandaran dan Nusa Kambangan, serta R Zollingeriana di Taman Nasional Meru Betiri. Di kalimantan juga ditemukan R tuan mudae.

“Jenis ini juga ditemukan di Serawak,” jelas Agus dalam bukunya. 

  Mengenal pohon kenari yang jadi peneduh jalan di Bogor selama ratusan tahun

3. Sejarah penemuan Rafflesia

Rafflesia (Flickr)

Dalam buku Rafflesia Pesona Bunga Terbesar di dunia dijelaskan bahwa Joseph Arnold, seorang dokter, pecinta alam, dan penjelajah abad ke 19 menyaksikan Rafflesia mekar di pedalaman Manna, Bengkulu Selatan, tahun 1818. Bunga ini mekar mencapai 110 cm, sehingga membuatnya takjub.

Tetapi Arnold yang namanya kemudian abadi pada salah satu jenis Rafflesia, meningggal karena terkena malaria selama ekspedisi ke daerah tersebut. Lokasi Arnold melihat Rafflesia bernama Pulo Lebbar, lokasi yang dicapai pada zaman itu sekitar dia hari perjalanan menyusuri Sunggai Manna.

Sekarang tempat ini hanya berupa desa dengan nama yang sama di Kecamatan Pino Raya, sekitar 30 km dari Kota Manna. Sementara Sungai Manna, sudah sejak lama tidak digunakan sebagai jalur transportasi.

Foto:

  • Flickr

Artikel Terkait

Artikel Lainnya