Misteri udumbara, ‘bunga dari surga’ atau parasit telur lalat hijau?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Udumbara (Phóng Quang Minh/Flickr)

Ada berbagai macam spesies flora unik di dunia ini. Saking uniknya, beberapa mungkin belum banyak diketahui dan akan menimbulkan tanda tanya begitu diungkap keberadaannya ke publik. Seperti salah satu jenis organisme yang sampai saat ini masih menimbulkan kekeliruan mengenai keberadaan aslinya, yakni udumbara.

Jika melakukan pencarian, hasil yang pertama kali muncul adalah istilah dan deskripsi yang menyebut udumbara sebagai ‘bunga dari surga’. Istilah itu diberikan karena merujuk pada keberadaannya dalam kitab kuno umat Budha. Dalam kitab tersebut, kehadiran bunga ini dipercaya sebagai pertanda kabar baik dari surga.

Namun seiring berjalannya waktu, ada sejumlah penjelasan bertolak belakang jika udumbara bukanlah bunga. Lantas, apa dan bagaimana bunga ini terbentuk atau berasal?

1. Mitos hanya tumbuh 3.000 tahun sekali

Udumbara (Huy Pics/Flickr)

Deskripsi mengenai ‘bunga dari surga’ bukan satu-satunya mitos yang datang dari udumbara. Kepercayaan dan rujukan yang sama juga menyebut jika bunga ini hanya tumbuh dalam kurun waktu 3.000 tahun sekali. Benarkah demikian?

Kenyataannya, laporan penemuan yang terjadi di berbagai wilayah Asia mematahkan mitos tersebut. Adapun Indonesia termasuk negara yang menjadi lokasi udumbara tumbuh.

  Menyesap manfaat delima yang katanya buah surga

Pada tahun 2007, seorang petani di Provinsi Liaoning timur laut China, menemukan sekitar 38 udumbara di beberapa pipa logam kebunnya. Kemudian pada 2016, kehebohan pernah terjadi di Bali, saat pria bernama Kadek Suardana menemukan udumbara di gagang pintu dan ranting pohon jeruk miliknya.

Penemuan serupa juga terjadi di wilayah Kalimantan Selatan, pada sebuah dinding dalam pintu berbahan baja ruang kerja seorang warga bernama Rizki Amelia. Setelahnya, berbagai penemuan juga banyak ditemukan di Korea Selatan dan beberapa negara lain.

2. Fakta udumbara

Udumbara (serena_zhao/Flickr)

Mengenal tampilannya secara lebih detail, bunga satu ini memiliki wujud yang sangat kecil. Ukurannya tak sampai satu sentimeter, bahkan disebut ukuran paling panjangnya hanya mencapai dua milimeter. Karena itu, tak heran jika udumbara sulit dilihat dengan mata normal kecuali dengan mendekatkan pandangan secara langsung.

Bunga yang memiliki nama lain youtan poluo dan udonge ini disebut memiliki tampilan menyerupai jamur, mengeluarkan cahaya putih, dan beraroma harum. Jika sudah mekar, dapat bertahan lama hingga sampai satu tahun dan harum bunga ini bisa melebihi harum dari parfum. Ditambah lagi bila ditaruh dalam ruangan, aromanya bisa menyebar hingga waktu yang lama.

  Mengenal 5 jenis keindahan pohon bunga yang ada di Indonesia

Fakta lain yang muncul dari bunga ini adalah kepercayaan mengenai bukti keberuntungan yang menghampiri penemunya. Masih berdasarkan penemuan yang didapat oleh Suardana asal Bali, menurutnya semenjak menyimpan bunga ini, ekonomi keluarganya mengalami peningkatan.

3. Bukan bunga melainkan telur larva

Udumbara (InPrast Bali/Flickr)

Misteri mengenai udumbara juga muncul karena ada beberapa pihak yang menyebut bahwa organisme satu ini adalah telur larva. Lebih tepatnya, telur hewan green lacewings atau lalat jala hijau yang memiliki nama ilmiah Chrysopa atau Chrysoperla.

Terbilang unik, telur dari hewan tersebut memang sangat menyerupai udumbara dan kerap menempel pada ranting serta dedaunan. Disebutkan jika sang induk memang sengaja menggantungkan telurnya dengan seutas sutera, untuk melindungi sesama saudara kandungan larva.

Biasanya indung telur sengaja menempatkan telur larva tersebut dekat dengan sumber makanan. Tujuannya adalah mempermudah telur larva menyantap makanan apabila sudah menetas. Di lain sisi, kenyataannya larva sayap jala hijau ini atau green lacewings terbilang ganas, karena dapat menyerang apapun yang hidup.

  Umbi Gembili, makanan alternatif untuk masa depan dari Indonesia

Mereka dapat memuncratkan cairan pencernaan dan mencairkan kutu hanya dalam hitungan waktu tidak lebih dari dua menit. Namun bagi manusia, meski larva telur ini terbilang ganas tapi pengaruhnya tidak cukup membahayakan.

Terlepas dari fakta tersebut, sayangnya hingga saat ini masih belum ada kepastian apakah telur larva yang dimaksud sama atau berbeda dengan udumbara. Bukan tanpa alasan, karena di beberapa daerah bunga udumbara sendiri ditemukan di media yang tidak biasa atau tidak dekat dengan sumber makanan.

Sementara itu jika dilihat lewat kaca pembesar, bentuknya sama sekali tidak mirip telur melainkan mirip bunga yang sedang mekar.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya