5 negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Chestnut-backed Antshrike, di hutan Mata Atlantica Brasil (Ricardo Bitran/Flickr)

Setiap tanggal 22 Mei Dunia memperingati Hari Keanekaragaman Hayari atau Biodiversity Day. Momentum ini diharapkan bisa menjadi sarana refleksi dan memunculkan kesadaran, serta kepedulian manusia terhadap alam dan lingkungan yang selama ini ditinggali.

Meski di dunia ini terdapat ribuan hingga jutaan spesies flora dan fauna, tetap hanya ada beberapa negara tertentu yang memiliki keistimewaan menjadi rumah bagi jenis flora dan fauna terbanyak di dunia, dan kemudian mendapat julukan megabiodiversity country.

Yang perlu diketahui, terungkap jika ternyata suatu negara dapat dikatakan sebagai Megabiodiversity apabila memenuhi kriteria tertentu. Kriteria yang dimaksud salah satunya adalah memiliki paling sedikit 5.000 spesies tumbuhan endemik dan ekosistem laut pada wilayahnya.

Lantas, negara apa saja yang berhasil meraih julukan tersebut dan memiliki keanekaragaman hayati tertinggi? Berikut 5 peringkat besarnya:

1. Brasil

Laba-laba pemakan burung goliath di Brasil (Allan Hopkins/Flickr)

Negara di Amerika Selatan ini dari tahun ke tahun masih berhasil mempertahankan gelarnya sebagai pemilik keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Nyatanya Brasil memiliki spesies tanaman dan amfibi paling banyak secara global, berkat keberadaan hutan hujan Amazon.

  Peneliti temukan taman laut terbesar di dunia yang berada di Pantai Australia

Negara ini juga memiliki hutan Mata Atlantica, sabana berhutan, rawa pedalaman luas, dan berbagai lingkungan darat serta perairan lainnya. Brasil memimpin dunia dalam jumlah spesies tumbuhan dan amfibi. Sementara untuk jenis mamalia keanekaragamannya berada di urutan kedua, diikuti burung, reptil, dan ikan di urutan ketiga.

Negara ini juga disorot karena berbagai kepemilikan flora dan fauna unik namun terancam punah. Salah satunya adalah spesies laba-laba paling besar di dunia, yakni laba-laba pemakan burung goliath, yang dikenal memangsa hewan kecil.

2. Kolumbia

Kadal Anole biru endemik Kolumbia (Victor Quiroz/Flickr)

Berdasarkan data terbaru Mongabay, Kolumbia dalam beberapa tahun terakhir memang terlihat mengungguli Indonesia dalam hal keanekaragaman hayati. Kolombia lebih unggul karena memiliki lebih banyak spesies burung dibandingkan negara lainnya.

Negara ini kaya akan keanekaragaman hayati berkat berbagai jenis ekosistem, sekaligus jadi bagian negara yang masuk dalam jangkauan hutan tropis Amazon. Kolumbia juga memiliki habitat pegunungan seperti Sierra Nevada dan Andes, padang rumput llanos dan p√°ramos, serta pulau-pulau seperti Gorgona di Pasifik dan San Martin di Karibia.

  World Wildlife Day, karena kehidupan margasatwa begitu penting

3. Indonesia

Orangutan (Danette Collins/Flickr)

Tanah Air unggul dalam hal negara kepulauan yang memiliki lebih dari 10.000 pulau dengan keunikan flora dan fauna di dalamnya. Indonesia juga memiliki hutan hujan terbesar ketiga di dunia dan masuk dalam cakupan bagian segitiga terumbu karang yang terkenal dengan istilah coral triangle.

Jika Kolumbia unggul dari spesies burung, Indonesia menang dalam hal spesies mamalia paling banyak dibandingkan negara lainnya. Lain itu, negara ini juga memiliki keunikan sebagai satu-satunya tempat di Bumi di mana badak, orangutan, gajah, beruang, dan harimau hidup berdampingan di hutan yang sama.

Meski begitu, tak menutup kemungkinan bahwa Indonesia sebenarnya berpotensi berada di peringkat puncak keanekaragaman hayati tertinggi. Mengingat masih ada potensi berbagai macam flora dan fauna yang belum terjamah di tanah air.

4. China

(Alistair MacCallum/Flickr)

China selama ini hanya dikenal akan satu-satunya keunikan hewan Panda. Padahal lebih dari itu, negara ini juga memiliki keanekaragaman hayati yang unggul.

Negara ini disebut memiliki lebih dari 2.350 cagar alam yang mencakup 15 persen wilayah negaranya. Salah dua ekosistem flora dan fauna yang terkenal di Negeri Tirai Bambu ini adalah hutan hujan tropis di Yunnan hingga gurun Gobi.

  Katak pucat super langka ditemukan di hutan Jawa

Yang menarik, amfibi terbesar berupa salamander raksasa sepanjang 6 kaki nyatanya ada di China. Lebih detail, amfibi yang dimaksud memiliki nama ilmiah Andrias davidianus, dan menjadi salah satu salamander sekaligus hewan amfibi terbesar di dunia.

5. Meksiko

Axolotl hewan endemik Meksiko (charlie.syme/Flickr)

Masuk dalam negara yang dilingkupi hutan hujan Amazon, membuat negara ini ada dalam peringkat negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi. Selain itu, Meksiko juga memiliki hutan hujan Meso-Amerika, hutan kering, habitat pegunungan, dan gurun.

Fakta lainnya, 12 persen spesies flora dan fauna dunia hidup di negara ini. bukan tanpa alasan, hal tersebut lantaran Meksiko memiliki posisi geografis yang sangat baik. Lain itu tingkat suhu di negara ini juga diyakini telah mendorong lahirnya beragam spesies flora dan fauna.

Tak berbeda jauh dari negara sebelumnya, Meksiko juga unggul dalam hal keragaman spesies burung, mamalia, reptil, dan tumbuhan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya