7 kawasan Taman Nasional Indonesia yang masuk daftar ASEAN Heritage Park

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
TN Lorentz (Dok. Kementerian LHK)

Secara keseluruhan, Indonesia memiliki sebanyak 54 kawasan Taman Nasional (TN) yang tersebar mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Namun di antara ke-54 daftar tersebut, hanya 7 TN yang berhasil masuk ke daftar atau kategori Taman Warisan ASEAN.

Apa keistimewaan dari daftar ASEAN Heritage Park (AHP)?

AHP adalah kategori hutan lindung terpilih di Asia Tenggara, dengan keanekaragaman hayati yang dinilai unik dan unggul dalam hal ekosistem hutan belantara. TN dalam daftar AHP memiliki nilai tinggi dan potensi pengembangan berbagai aspek, mulai dari budaya, pendidikan, penelitian, rekreasi, dan pariwisata.

Pertama kali dibentuk tahun 1984, kala itu Indonesia langsung jadi salah satu negara anggota yang berhasil menyertakan 3 TN sekaligus ke daftar AHP. Kini jumlah tersebut sudah bertambah dan ada sebanyak 7 TN di tanah air yang masuk dalam daftar istimewa AHP.

Apa saja kawasan Taman Nasional yang dimaksud? Berikut daftarnya.

1. TN Kerinci Seblat (TNKS)

TN Kerinci Seblat (Luke Mackin/Flickr)

Berdasarkan buku Taman Nasional Kerinci Seblat dari Kementerian LHK pada tahun 2018, TNKS memiliki peran luar biasa penting dalam konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem alam Indonesia.

Di TNKS ada sebanyak 4.000 spesies tumbuhan termasuk bunga terbesar dan tertinggi di dunia. Fauna di wilayah TNKS terdiri dari harimau, badak, dan gajah sumatra, macan dahan, tapir melayu, dan sekitar 370 spesies burung.

  3 potret sungai terbersih yang ada di Indonesia

Kawasan ini memiliki luas 1,4 juta hektare dan cakupannya meliputi empat provinsi meliputi Jambi, Sumatra Barat, Bengkulu, dan Sumatra Selatan.

2. TN Gunung Leuser (TNGL)

TNGL (Martin Edwards/Flickr)

Memiliki lahan tak kalah luas yakni di kisaran 1,09 hektare, posisi TNGL menjangkau dua provinsi Pulau Sumatra yakni Aceh dan Sumatra Utara.

Menariknya, bukan hanya masuk ke dalam daftar ASEAN Heritage Park, TNGL juga masuk dalam daftar situs warisan dunia yang dibentuk oleh UNESCO. Hal tersebut lantaran TNGL jadi rumah bagi 350 spesies burung, dan 129 spesies dari 205 spesies mamalia Sumatra.

3. TN Lorentz

TN Lorentz (Dok. Kementerian LHK)

Hampir dua kali lipat jauh lebih besar, TN yang berada di Provinsi Papua ini memiliki luas area mencapai lebih dari 2,5 juta hektare. Sama seperti TNGL, Lorentz juga ditetapkan sebagai situs warisan dunia sejak 1999.

TN Lorentz muncul sebagai perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Pasifik. Pasalnya, TN Lorentz merupakan satu di antara tiga kawasan dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis, dengan keanekaragaman hayati tinggi.

  Jejak kambing hutan sumatra, si penyendiri yang suka bermain di tebing

TN Lorentz juga memiliki 34 tipe vegetasi terlengkap yang terdiri dari hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan gambut, hutan hujan lahan datar, hutan pegunungan, padang rumput, dll.

4. TN Way Kambas (TNWK)

Gajah dan pawang di TN Way Kambas (Querida/Flickr)

Meski hanya memiliki luas 130 ribu hektare, TNWK menjadi lokasi dari sekolah gajah pertama di Indonesia sejak tahun 1985. Di TNWK juga terdapat International Rhino Foundation yang bertugas menjaga keberlangsungan spesies badak agar tidak terancam punah.

Selain gajah sumatra, TWNK juga menjadi habitat sejumlah binatang lain yang dilindungi seperti beruang madu, badak dan harimau sumatra, rusa sambas, kucing emas, dll.

5. TN Kepulauan Seribu

TN Kep. Seribu (Lucky Christiawan/Wikimedia Commons)

Terbilang unik, jika sederet TN lain yang sudah disebutkan menggambarkan wujud konservasi dalam bentuk ekosistem hutan, TN Kepulauan Seribu merupakan kawasan pelestarian dalam cakupan alam bahari.

Terletak kurang lebih 45 kilometer sebelah utara Jakarta, TN Kep. Seribu mencakup luas area sekitar 107,4 hektare. Kawasan ini memiliki SDA yang khas berupa keindahan alam laut dengan ekosistem karang yang unik seperti terumbu karang, ikan hias dan ikan konsumsi, penyu, hutan mangrove, padang lamun, dll.

6. TN Wakatobi

TN Wakatobi (Jenny/Wikimedia Commons)

Sama halnya seperti Kep. Seribu, TN Wakatobi juga menjadi salah satu kawasan konservasi untuk cakupan alam bahari di Indonesia bagian timur, namun dengan cakupan jauh lebih luas yakni mencapai 1,39 juta hektare.

  Penjelasan fenomena ‘salju’ embun upas yang langganan terjadi di Dieng

Penamaan Wakatobi merupakan akronim dari empat pulau besar di Sulawesi Tenggara yaitu Pulau Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Di taman nasional ini ada 112 jenis karang laut dari 13 famili, 93 jenis ikan hias, dan jalur bermukim sejumlah jenis penyu serta paus.

7. TN Bantimurung Bulusaraung (TN Babul)

TN Bantimurung Bulusarung (22Kartika/Wikimedia Commons)

Berlokasi di Sulawesi Selatan dan memiliki luas lahan yang terbilang paling kecil di antara TN lain yang masuk daftar AHP, namun TN Babul memiliki keunikan yang tidak dimiliki TN lain, yakni berupa keberadaan karst.

TN Babul mendapat julukan the kingdom of butterfly atau kerajaan kupu-kupu serta the spectacular tower karst. Bukan tanpa alasan, karena hingga akhir tahun 2016 telah teridentifikasi sekitar 240 jenis kupu-kupu ekor layang-layang di kawasan tersebut.

Memiliki sebanyak 257 gua yang terdiri dari 216 gua alam dan 41 gua prasejarah, menara karst TN Babul juga dijuluki sebagai yang terbesar dan terindah kedua di dunia setelah kawasan karst di China Selatan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya