Ancaman krisis iklim, ini kota dan negara yang diprediksi tenggelam di masa depan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi kenaikan air laut yang merendam pohon darat (Geography Photos via National Geographic)

Topik tenggelamnya wilayah baik berupa kota atau negara, akibat kondisi pemanasan global atau krisis iklim sebenarnya sudah menjadi isu lama. Memang, awalnya hal tersebut hanya sebuah perkiraan yang dikhawatirkan muncul akibat kerusakan lingkungan yang terus berlangsung di muka bumi. Tapi tragisnya, perkiraan tersebut ternyata benar terjadi.

Sejumlah kelompok peneliti hingga ilmuwan di dunia secara nyata memaparkan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Mulai dari naiknya ketinggian permukaan air laut, sampai titik pesisir yang dari waktu ke waktu dilaporkan mulai tenggelam.

Semakin nyata, ancaman tersebut bahkan secara gamblang disebutkan akan terjadi pada tahun 2050 mendatang. Ya, sekitar 28 tahun lagi, akan ada beberapa wilayah atau kota di negara tertentu yang sebagian daratannya mulai tenggelam secara penuh oleh air laut.

Tragis, di antara daftar negara yang dimaksud dan diprediksi mengalami hal tersebut, salah satu kota di Indonesia termasuk di antaranya.

1. Jakarta paling cepat tenggelam

Jakarta utara yang tenggelam (Agung Fatma Putra via Vice.com)

Prediksi mengenai Jakarta yang akan tenggelam sudah mulai diwartakan oleh BBC pada tahun 2018. Kala itu, pemberitaan dan sejumlah data yang dipaparkan bahkan membuat Jakarta dipandang sebagai kota paling cepat tenggelam di dunia.

  3 negara ini ‘langganan’ mengalami gempa, apa penyebabnya?

Bukan hanya karena kondisi perubahan iklim, karakteritsik tanah Jakarta yang pada dasarnya berada di kawasan rawa diyakini menjadi salah satu alasan kuat. Hal tersebut disampaikan oleh Heri Andreas, peneliti asal ITB yang telah mempelajari karakteristik tanah Jakarta selama 20 tahun.

Menurut Heri, selain karena berada di lahan rawa, Jakarta juga dikelilingi oleh sebanyak 13 aliran sungai. Sehingga di masa depan ancamannya bukan lagi hanya sekadar banjir, melainkan potensi nyata jika sebagian wilayah Jakarta, akan menghilang karena tenggelam. Secara spesifik, kawasan yang dimaksud adalah kawasan Jakarta Utara.

“Potensi Jakarta terendam tidak main-main, jika kita melihat model (penelitian) kita, pada tahun 2050 sekitar 95 persen Jakarta Utara akan terendam.” jelas Heri.

Dan hal tersebut terbukti secara nyata, ketika fakta di lapangan menunjukkan jika dalam kurun waktu 10 tahun terakhir kawasan daratan Jakarta Utara telah tenggelam sekitar 2,5 meter, atau setara 25 sentimeter per tahun.

2. Berbagai kota yang diprediksi tenggelam

Perdana Menteri Tuvalu pidato krisis iklim di COP26 (Dok. Tuvalu via REUTERS)

Mengutip CNBC Indonesia, Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) PBB memperkirakan kenaikan air laut akan mencapai 40-63 sentimeter pada tahun 2100. Akibat kondisi tersebut, sejumlah lembaga penelitian mengungkap berbagai macam kemungkinan wilayah yang akan tenggelam.

  5 hewan mamalia yang punah akibat perubahan iklim dan perburuan

Pertama, Earth.org memprediksi jika Dhaka di Bangladesh, Lagos di Nigeria, dan Bangkok Thailand akan tenggelam sekitar 5-10 sentimeter per tahunnya. Kondisi serupa juga dilaporkan Union of Concerned Scientist (UCS) terhadap Maladewa, sebagai negara terdatar yang memiliki ketinggian rata-rata 1 meter.

Jika laut Maladewa mengalami kenaikan permukaan 45 sentimeter, maka negara tersebut akan kehilangan 77 persen luas daratannya pada tahun 2100. Selain itu, ada juga Kiribati yang memiliki ketinggian rata-rata sangat rendah yakni 1,8 meter. Pulau kecil di jantung Pasifik itu bisa kehilangan dua per tiga daratannya jika permukaan laut naik sekitar 3 kaki atau 0,9 meter.

3. Kota dan negara yang berhasil bertahan

Dinding laut, upaya menghadapi permukaan air laut yang naik (Foxg/flickr)

Di saat bersamaan, kondisi naiknya permukaan air laut ternyata sudah diantisipasi oleh sejumlah negara. Meski ada beberapa kota yang diprediksi tenggelam, namun secara keseluruhan tidak akan ada negara yang sepenuhnya hilang akibat kondisi tersebut.

Hal itu diungkap oleh Live Science, yang menyebut bahwa kemungkinan tidak ada negara yang tenggelam sepenuhnya di tahun 2100, namun tetap mengalami permasalahan serius. Kondisi bertahan juga sangat mungkin terjadi karena sejumlah negara sudah melakukan upaya pencegahan krisis iklim.

  Ancaman longsor mengintai 10 titik kecamatan di Jakarta

Satu di antaranya adalah Belanda, disebutkan jika sebenarnya sebagian besar wilayah Belanda sudah berada di bawah permukaan laut. Namun mereka berhasil bertahan karena Belanda sedang membangun dan memelihara pertahanan pesisirnya.

Kondisi tersebut mendukung ungkapan Gerd Masselink, selaku profesor geomorfologi pesisir di University of Plymouth, Inggris.

“Kota atau negara menghilang (tenggelam) bergantung pada apakah kita sebagai manusia melakukan sesuatu untuk melawan ancaman itu,” tegasnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya