Geopark Maros Pangkep resmi masuk daftar UNESCO Global Geopark

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Geopark Maros Pangkep (Golla318/Flickr)

Ada kabar gembira dari sektor pariwisata, desa, dan cagar geografi di Indonesia. Kawasan Geopark Maros Pangkep di Sulawesi Selatan, akhirnya secara resmi diakui dan masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark.

Mengutip pemberitaan di laman Pemkab Maros dan Pangkep, disebutkan bahwa peresmian tersebut ditetapkan dalam Dalam Rapat Dewan Council Unesco Global Geopark (UGG), yang digelar di Thailand pada Minggu (4/9/2022).

Keputusan tersebut dipertimbangkan dengan berbagai konsiderasi dari sejumlah aspek setelah melakukan asesmen. Akhirnya ditetapkan, bahwa kawasan Maros-Pangkep Geopark resmi menjadi warisan dunia atau UNESCO Global Geopark.

1. Arahan lanjutan dari UNESCO

Asesor UNESCO yang menilai asesment Maros Pangkep (pangkepkab.go.id)

Masih mengutip sumber yang sama, dijelaskan bahwa kabar mengenai penetapan ini pertama kali disampaikan oleh Dedy Irfan, selaku General Manager Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep. Dirinya diketahui mengikuti secara langsung dapat dewan council UGG yang berlangsung di Thailand.

Melalui sambungan telepon, Dedy Irfan membagikan kabar bahagia bahwa apa yang selama ini diupayakan oleh pihak terlibat membuahkan hasil.

“Syukur alhamdulilalh apa yang kita cita-citakan baik pemerintah maupun masyarakat Maros dan Pangkep selama ini akhirnya terwujud. Ini berkat kerja keras seluruh pihak,” ujarnya.

  Wisata Gunung Tangkuban Perahu, layaknya bertamu ke rumah para dewa

Kendati demikian, saat itu Dedy menjelaskan jika masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh Pemkab Maros dan Pangkep, dalam menyikapi penetapan ini. Pasalnya, saat penetapan UNESCO juga memberikan sejumlah arahan perbaikan yang harus dilakukan terhadap cagar warisan budaya tersebut.

Yang mana jika tidak ditanggapi dengan segera dan baik, kemungkinan keputusan tersebut dapat dicabut oleh UNESCO.

Hal tersebut dijelaskan oleh Suhartina Bohari, selaku Wakil Bupati Maros.

“Setelah tim kembali dari Thailand kami akan segera melakukan rapat koordinasi untuk langkah-langkah selanjutnya. Karena kemarin saat kunjungan asesor ada 9 rekomendasi yang diberikan dan itu akan kita tindak lanjuti. Termasuk pembenahan-pembenahan, karena jika kita tidak dijaga dan tidak memenuhi standar kualifikasi pengakuan ini bisa saja dicabut oleh Unesco,” jelasnya.

2. Upaya pengajuan sejak tahun 2021

Sandiaga Uno saat mengunjungi Maros Pangkep di tahun 2021 (Dok. Biro Komunikasi Kemenparekraf)

Untuk diketahui, sebelumnya upaya untuk membuat Geopark Maros Pangkep menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark sebenarnya sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2021 lalu, tepatnya di bulan Juni.

Setelahnya, tim asesor dari UNESCO juga melakukan penilaian mulai bulan Juli. Diketahui jika setidaknya ada 9 orang dari UNESCO yang datang langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen.

  Jelajah Wallacea, surga burung unik dan endemik di Indonesia

Kala itu itu, dukungan didapat dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

“”Berkaca dari kesuksesan Belitung yang mendapatkan UNESCO Global Geopark Park, ini kita harapkan juga bisa meningkatkan daya tarik wisata terutama dari segi kelestarian alam dan lingkungan. Membuka lapangan kerja seluas-luasnya, menangkap kearifan lokal dan tentunya menjadikan Pangkep sebagai kabupaten yang mengalami pertumbuhan ekonomi lebih baik dan menyejahterakan masyarakatnya,” ujar Sandiaga.

3. Sekilas tentang Geopark dan Karst Maros Pangkep

Lukisan cap tangan gua maros (Teo Romrea/Flickr)
Lukisan cap tangan gua maros (Teo Romrea/Flickr)

Sekadar informasi, kawasan Geopark Maros Pangkep sendiri mencakup dua lokasi kabupaten yakni kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Kawasan ini secara administratif memiliki luas 223.629 hektare.

Dalam hal keunggulan, karst di kawasan Maros Pangkep termasuk salah satu karst kelas dunia yang memiliki keindahan, keunikan, flora dan fauna, nilai-nilai ilmiah, dan sosial budaya yang tinggi. Geopark Maros Pangkep yang telah mendapatkan status geopark nasional pada 2017 merupakan kawasan karst terbesar ke-2 setelah China Selatan.

Karst Maros Pangkep memiliki ratusan gua yang pernah ditinggali oleh manusia prasejarah. Terbukti jika budaya masa lalu tergambar melalui peninggalan lukisan prasejarah berusia 40.000 tahundi gua tersebut.

  Surga yang nyaris hilang itu bernama Raimuti

Tak hanya itu, di dalamnya juga menjadi tempat hidup jutaan spesies kupu-kupu yang membuat tempat ini mendapat julukan ‘Kingdom of Butterfly’.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya