Hari Habitat Sedunia, mengetahui deretan kota terbaik dan terburuk untuk ditinggali

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilsutrasi (ANTONIO BUSSO/Flickr)

Tak banyak yang tahu jika di tahun 2022 ini, pada tanggal 3 Oktober diperingati sebagai Hari Habitat Sedunia (World Habitat Day). Secara umum, Hari Habitat Sedunia diperingati setiap hari Senin pekan pertama pada bulan Oktober.  

Tak memiliki tanggal yang pasti, sebenarnya hari yang dimaksud umumnya diperingati setiap hari Senin pada minggu pertama di bulan Oktober. Menjadi peringatan resmi, peringatan ini telah ditetapkan oleh PBB sejak tahun 1985.

Namun, apa yang sebenarnya dimaksud dengan Hari Habitat Sedunia?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), habitat sendiri memiliki tiga makna dengan definisi serupa. Intinya, habitat merupakan istilah untuk tempat tinggal berbagai jenis makhluk hidup sesuai dengan karakteristiknya, termasuk manusia.

1. Maksud Hari Habitat Sedunia

(Smulan77/Flickr)

Hari Habitat Sedunia dihadirkan oleh PBB untuk merefleksikan bentuk dan kondisi habitat, dalam rangka memastikan adanya kecukupan tempat tinggal yang layak. Peringatan ini diharapkan dapat mengingatkan masyarakat dunia bahwa semua orang memiliki kuasa dan tanggung jawab untuk membentuk masa depan tempat mereka hidup dan tinggal.

  Selimut keangkeran yang menjaga sumber air Telaga Buret dari kerusakan

Sebagian besar orang mungkin hanya berpikir jika yang dimaksud dengan kelayakan habitat adalah hal-hal yang berkaitan dengan alam. Namun sebenarnya, kelayakan habitat yang dimaksud mencakup hal lebih luas. Mulai dari iklim, konflik, budaya, dan konsep keberlanjutan lainnya.

Menciptakan habitat atau tempat tinggal yang layak bagi manusia nyatanya juga masih menghadapi berbagai tantangan. Hal tersebut terbukti dengan adanya ketimpangan antara satu wilayah dengan wilayah lain yang ditinggali oleh umat manusia.

Ada berbagai indikator yang dijadikan pertimbangan, mulai dari lingkungan, suhu, sumber daya makanan dan minuman, tingkat korupsi, dan sebagainya. Ada beberapa kota di dunia yang menduduki posisi sebagai wilayah ‘terburuk’ sebagai tempat tinggal. Namun di sisi lain, ada juga sejumlah kota yang dinobatkan sebagai kota terbaik untuk ditinggali.  

2. 5 peringkat teratas kota terbaik untuk ditinggali

Austria, kota terbaik untuk ditinggali (Mariusz Bartosik/flickr)

Pada bulan Agustus lalu, the Economist Intelligence Unit (EIU) merilis peringkat Global Liveability Index. Peringkat tersebut mengumumkan apa saja deretan kota di dunia yang sejauh ini menjadi habitat tinggal terbaik dan terburuk di dunia.

  Fakta dan bukti kekayaan yang dimiliki laut Indonesia

Hasilnya, kota-kota Eropa dan Kanada mendominasi daftar Kota Paling Layak Huni berkat faktor-faktor seperti stabilitas dan infrastruktur yang baik, kesehatan lingkungan, dan lain-lain.  

Adapun kota pertama yang dinobatkan sebagai titik terbaik dan paling layak untuk ditinggali adalah Wina, Austria. Skor keseluruhan dari kota ini ada di angka 95.1/100.

Beberapa aspek keberlanjutan di kota ini juga memperoleh skor tinggi. Misalnya budaya dan lingkungan (98.6), kesehatan (83.3), dan pendidikan dengan nilai sempurna (100).

Adapun setelah Wina, kota lain yang mengikuti sebagai dan dinilai layak menjadi tempat tinggal terdiri dari Kopenhagen (Denmark), Zurich (Swiss), Calgary (Kanada), dan Vancouver (Kanada).

3. 5 peringkat kota terburuk untuk menjadi tempat tinggal

Damaskus (Rudolf Speth/flickr)

Jika dilihat dari penilaiannya, ada beberapa yang sudah bukan lagi menjadi rahasia mengapa kota-kota berikut masuk kategori buruk untuk ditinggali. Beberapa di antaranya disebabkan oleh masalah sosial seperti konflik, perang saudara, minimnya sumber kehidupan, dan sejenisnya.

Adapun penilaian kota paling tidak layak menjadi tempat tinggal diberikan kepada Damaskus, Ibu kota Suriah. Di kota tersebut, masalah kesehatan hanya berada di angka 29.2. Sedangkan aspek budaya lingkungan berada di penilaian 40.5, dan pendidikan hanya memiliki penilaian sebesar 33.3.

  Ada 3 pulau yang terancam tenggelam di Provinsi Riau

Setelah Damaskus, adapun kota lain yang dinilai tidak layak menjadi tempat tinggal adalah Lagos (Nigeria), Tripoli (Libya), Algiers (Algeria), Karachi (Pakistan).

Artikel Terkait

Artikel Lainnya