Jelajah Wallacea, surga burung unik dan endemik di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Burung bidadari halmahera (Chien Lee/Flickr)
Burung bidadari halmahera (Chien Lee/Flickr)

Wallacea merupakan daerah dengan sebaran burung sangat terbatas yang memilki keunikan. Di kawasan ini terdapat 23 genus burung endemik, dengan rincian jumlah jenis 767 jenis, endemik 307 jenis, dan yang terancam secara global 69 jenis.

Keunikan burung di Wallace adalah dari tingginya endemisitas/khas. Endemisitas memunculkan kebanggan di setiap daerah. Sebagai contoh di Halmahera ada burung bidadari halamhera dan Sulawesi mempunyai maleo. Peluang eksplorasi untuk menemukan jenis baru di kawasan Wallacea juga terbuka lebar.

Lalu bagaimana pentingnya Wallace bagi habitat burung? Dan apa keunikan spesies burung di sana? Berikut uraiannya :

1. Wallacea dan surga burung

burung namdur polos (Todd Deininger/flickr)

Wallacea merupakan bioregion yang terletak karena pengaruh zoogeografi Australia di bagian timur. Tiga kelompok besarnya adalah Sulawesi, dan pulau satelitnya Kepulauan Maluku, serta Kepulauan Nusa Tenggara. Wallacea sendiri diambil dari nama seorang naturalis asal Inggris, Alfred Russel Wallace.

Kawasan ini memiliki jenis-jenis satwa dan tumbuhan yang berbeda dengan bagian barat dan timur Indonesia, namun merupakan perpaduan keduanya. Untuk jenis-jenis burung, Wallacea memiliki 12 Endemic Bird Area (EBA) atau kawasan burung endemik.

  Peneliti temukan taman laut terbesar di dunia yang berada di Pantai Australia

Hanom Bashari, seorang peneliti dan pengamatan burung di Wallace mengatakan tempat ini merupakan daerah dengan sebaran burung sangat terbatas namun memiliki keunikan. Ada 23 genus endemik burung di sini, dengan rincian jumlah jenisnya 767 jenis, endemik 307 jenis, dan yang terancam global 69 jenis.

“Sepertiga dari daerah burung endemik Indonesia ada di Wallacea dan datanya bisa berubah setiap tahun,” terangnya yang dimuat dari Mongabay Indonesia.

2. Ancaman bagi habitat

Ilustrasi burung (Rahimah Abd Jalil/Flickr)

Hanom mengutarakan keunikan burung di Wallacea adalah setiap pulau memiliki jenis khas adanya perpaduan burung khas oriental (Asia) dan khas Australasia, serta kompleksitas jenis dan sub jenis. Bahkan juga keterancaman yang tinggi mulai dari perubahan iklim, perubahan lahan pulau kecil dan perburuan.

Dirinya menyebut perubahan iklim adalah salah satu contoh ancaman berbahaya di Pulau Sulawesi. Misalkan, ketika terjadi kenaikan air laut maka berdampak pada tempat telur maleo di tepi pantai. Beberapa tahun lalu, akibat banjir dan sungai meluap pernah menenggelamkan ratusan telur maleo hingga gagal menetas.

  Ranu Grati, pesona danau alami dari kaki Gunung Bromo

“Sedangkan untuk perburuan, ada modus perdagangan burung dimasukan ke dalam botol dan pipa paralon,” ucapnya.

Pulau Sangihe bisa menjadi contoh dari perubahan lahan. Di sana ada Pegunungan Sahendaruman yang memiliki 10 jenis burung endemik dan 5 jenisnya berstatus kritis, salah satunya adalah burung Seriwang Sangihe. Pulau kecil ini terancam akibat dibukanya pertambangan dan berpengaruh pada burung-burung endemiknya.

“Jika itu semakin dibuka maka habislah burung itu karena tidak bisa kemana-mana,”

3. Upaya konservasi

Burung hud hud (Nur Ismail Photography/Flickr)
Burung hud hud (Nur Ismail Photography/Flickr)

Hanon berpendapat tetap ada peluang konservasi di kawasan Wallacea, karena endemisitas memunculkan satu kebanggaan setiap daerah. Sebagai contoh, di Halmahera ada burung bidadari halmahera dan sulawesi mempunyai Maleo.

“Di Kepulauan Togean ada burung jenis kacamata. Jadi semua tempat memiliki peluang jenis baru. Jika kita ke satu pulau yang belum banyak dieksplorasi maka bisa menemukan jenis baru.”

Brian J Coates dan K David Bishop dalam buku “Panduan Lapangan Burung-burung di Kawasan Wallace” memberikan deskripsi ringkas 697 jenis burung penetap dan migran. Diperkirakan 249 jenis endemik, angka yang sangat mengesankan dan terus bertambah seiring ditemukannya jenis baru.

  Populasi makin berkurang, benarkah masyarakat di 5 negara ini terancam punah?

“Semakin bertambah pengetahuan kita tentang burung-burung di kawasan Wallacea, kemungkinan kelanjutan dan kelangsungan hidup mereka untuk jangka panjang juga akan meningkat,” tulis Coates dan Bishop.

Kawasan Wallacea yang penting lainnya adalah Pulau Halmahera. Pada survei yang dilakukan Hanom Bashari dan kolega di Taman Nasional Aketajawe Lolobata, dijumpai 109 jenis burung di dalam kawasan ini. Blol Aketajawe berhasil dijumpai lebih banyak jenis (98 jenis, 41 suku) dibandingkan blok Lolobata (78 jenis, 30 suku).

“Hal ini menunjukan, blok Lolobata merupakan kawasan yang sangat penting untuk perlindungan jenis-jenis penting Maluku Utara,” jelas Hanom.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya