Lapisan es zombi mencair: permukaan air laut bisa naik seperempat meter

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Greenland (Klaus Müller/flickr)

Lapisan es di Greenland yang kini tengah mencair akan menaikkan level permukaan laut setidaknya setinggi 27 sentimeter (alias lebih dari seperempat meter), menurut sebuah laporan penelitian yang dirilis pada Senin (29/8/2022).

Greenland diketahui mengandung lebih dari 120 triliun ton es yang dikategorikan sebagai es zombi. Namun bagian dari es zombi itu kini mencair, akibat dari perubahan iklim dan berujung pada naiknya permukaan air laut.

Lalu bagaimana kondisi lapisan es tersebut? Dan apa dampaknya bila lapisan es tersebut mencair? Berikut uraiannya:

1. Lapisan es zombi mencair

Greenland (Eugene Kaspersky/Flickr)

Lapisan es di Greenland yang kini tengah mencair akan menaikkan level permukaan laut setidaknya setinggi 27 sentimeter (alias lebih dari seperempat meter), menurut sebuah laporan penelitian yang dimuat Kompas, Minggu (3/9/2022).

Prediksi kenaikan level permukaan laut tersebut merupakan dua kali lebih besar dari prediksi yang dibuat sebelumnya. Penelitian tersebut mendapati bahwa Greenland mengandung lebih dari 120 triliun ton es yang dikategorikan sebagai es zombi.

Es zombi tersebut kini masih terikat dengan lapisan es yang cukup tebal, tidak mendapatkan sokongan tambahan dari sejumlah gletser yang kini hanya sedikit menerima bongkahan salju. Karena tanpa sokongan tersebut, bagian dari es zombi itu kini mencair akibat perubahan iklim.

  Punya panorama indah, 5 negara ini ternyata tak memiliki gunung

“Hal ini akan berujung pada naiknya permukaan air laut,” ujar William Colgan, salah satu penulis dalam penelitian tersebut.

Studi tersebut juga meninjau ujung-ujung dari lapisan es Greenland, bagian es yang menurut para peneliti sedang menuju kematian atau telah mati. Pemanasan bumi selama puluhan tahun menyebabkan sekitar 3,3 persen lembaran es Greenland tidak terganti dengan lapisan es baru.

2. Kenaikan permukaan laut

Greenland (Erika Kogan/Flickr)

William Colgan mengatakan kenaikan permukaan laut hingga 27 cm tak terhindarkan dalam penelitian ini. Lebih dari dua kali lipat kenaikan permukaan laut seperti yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya berasal dari pencarian lapisan es Greenland.

Studi dalam jurnal Nature Climate Change mengatakan naiknya permukaan laut bisa mencapai hingga 78 cm. Sebaliknya laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim tahun lalu memproyeksikan kisaran 6-13 cm untuk kemungkinan permukaan laut dari pencairan es Greenland pada tahun 2100.

Salah satu penulis penelitian mengatakan bahwa lebih dari 120 triliun ton es sudah ditakdirkan untuk mencairkan karena ketidakmampuan lapisan es yang memanas untuk mengisi kembali tepiannya. Ketika es itu mencair menjadi air, jika hanya terkosentrasi di satu tempat, kedalamnnya mencapai 11 m.

  Hutan Gunung Rinjani terbakar, ancaman laten yang terjadi pada musim kemarau?

Ahli glasiologi dari Pennsylvania State University Richard Alley yang bukan bagian dari penelitian ini mengatakan hal itu masuk akal. Dia mengatakan bahwa pencarian dan kenaikan permukaan laut yang dilakukan adalah seperti es batu yang dimasukkan ke dalam secangkir teh panas.

“Dengan cara yang sama, sebagian besar gletser gunung di dunia dan tepi Greenland akan terus kehilangan massa jika suhu distabilkan pada tingkat modern karena mereka telah dimasukkan ke udara yang lebih hangat seperti es batu dimasukkan ke dalam teh yang lebih hangat,” ujarnya diwartakan Detik.

3. Dampak kenaikan permukaan laut

Greenland (Klaus Müller/flickr)

Professor geosains di Boise State University menyebut meskipun 27 cm terdengar sedikit, perlu diingat kenaikan itu adalah rata-rata global. Dampaknya tidak main-main, beberapa daerah pesisir bisa terendam, dan gelombang pasang serta badai di wilayah tersebut bisa menjadi lebih buruk.

“Bencana ini akan memiliki dampak sosial, ekonomi dan lingkungan yang besar,” paparnya.

Leigh Stearns dari University of Kansas dan Sophie Nowicki dari University of Buffalo mengatakan mereka tidak dapat memperkirakan waktu terjadinya pencairan, namun hanya menyebutkan pada abad ini.

  Peringatan BMKG tentang potensi gempa 8,9 SR dan tsunami 15 meter di Bengkulu

Colgan dan timnnya juga tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan semua es hancur dan mencair. Mereka hanya bisa memperkirakan berdasarkan perhitungan sains, mungkin pada akhir abad ini atau setidaknya pada tahun 2150.

Colgan mengatakan ini sebenarnya adalah skenario kasus terbaik. Tahun 2012 adalah tahun pencairan es besar-besaran. Saat itu terjadi keseimbangan antara penambahan dan pengurangan es. Jika Bumi mulai mengalami tahun-tahun seperti itu lagi seperti di 2012, pencairan Greenland bisa memicu kenaikan permukaan laut hingga 78 cm.

“Contoh di tahun 2012 dan 2019 mungkin tampak ekstrem sekarang, namun mungkin akan menjadi biasa di tahun-tahun mendatang,” paparnya. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya