Maroko, negeri gersang dengan konsep pertanian modern

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Pertanian di Maroko (Michele Solmi/Flickr)

Maroko menjadi salah satu negara yang cukup menyita perhatian dalam laga piala dunia 2022. Negara yang berada di wilayah Afrika Utara ini hanya terpisahkan selat Gibraltar yang berseberangan dengan Spanyol.

Tak hanya maju di arena sepak bola, nyatanya Maroko juga memiliki konsep pertanian moden yang cukup berkembang. Komoditas hasil pertaniannya bahkan sudah dinikmati masyarakat di belahan dunia lain. Pendek kata, hasil pertanian di Maroko sudah di ekspor dan melanglang dunia.

Ujung tombak perekonomian

Mengutip Trade Gov, sektor pertanian menyumbang hampir 13 persen terhadap PDB Maroko, dan dikombinasikan dengan sektor perikanan dan kehutanan mempekerjakan sekitar 31 persen tenaga kerja lokal.

Hal ini tentu memiliki dampak yang sangat besar terhadap perekonomian negara tersebut karena menjadi basis produksi untuk pertanian dan bibit tanaman, membuka banyak lapangan kerja, serta menggeliat di industri ekspor sebagai salah satu pilar ekonomi negara tersebut.

Hasil pertanian yang saat ini sedang berkembang di Maroko, meliputi gandum, kentang, tomat, anggur, wortel, melon, tebu, lada, zaitun, kurma, jeruk, jagung, hingga sayur mayur. 

  Pranata manga, sistem penanggalan musim tanam yang dekatkan petani dengan alam

Menyiasati perbedaan iklim

Pelabuhan El Jadida di Maroko (Mirko Bracale/Flickr)

Namun kondisi iklim yang berbeda pada tiap wilayah di Maroko membuat sektor pertanian harus pintar pintar menempatkan produk sesuai dengan wilayah dan iklim tersebut. Hasilnya, tanaman yang tanam sangat tergantung kondisi iklim.

Misalnya, pada bagian barat laut Maroko dengan curah hujan rendah ternyata hanya optimal ditanami gandum. Sementara di daerah yang dekat pantai Atlantik dapat ditanam zaitun, jeruk, hingga buah-buahan lainnya. Tetapi itu semua tetap saja membutuhkan pasokan air dari sumur artesis, atau irigasi dari bendungan.

Minimnya curah hujan di Maroko membuat Raja Maroko Mohammed VI menyerukan kepada setiap warga di semua provinsi dan wilayah di Maroko untuk melakukan sholat istisqa’ atau sholat memohon diturunkannya hujan. Demikian tulis Marocco World.

Selain mengandalkan sektor pertanian, sebagian masyarakat Maroko juga merupakan nelayan yang tangguh. Bahkan beberapa pelabuhan di Maroko, seperti Agadir, Essaouira, El Jadida, and Larache, merupakan pelabuhan penting bagi perikanan bagi para pedagang Eropa. 

2 pilar strategis

Rencana pilar ekonomi Maroko (Maciej Kubat/Flickr)

Dengan kondisi ini, Maroko tentu tetap mengandalkan sektor pertanian untuk kebutuhan ekspor, baik yang akan dikirim ke Amerika Serikat atau daratan Benua Biru. 

  Begini cara urban farming bisa dukung perekonomian di Indonesia

Pemerintah Maroko meluncurkan rencana strategis kedua untuk pertanian negara itu sejak Februari 2020. Rencana baru, yang disebut “Generasi Hijau” itu menetapkan strategi pembangunan pertanian hingga tahun 2030.

Rencana tersebut memiliki dua pilar, yakni pengembangan kelas pertanian menengah baru yang mewakili antara 350 ribu dan 400 ribu rumah tangga, serta rencana besar mendukung pengusaha muda melalui mobilisasi satu juta hektar lahan kolektif serta menciptakan 350 ribu lapangan kerja baru yang fokus pada pertanian modern bernilai tinggi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya