4 sungai di dunia yang bersumber dari ‘mata air surga’

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Sungai Nil (Muhammad Taqiyuddin/Flickr)
Sungai Nil (Muhammad Taqiyuddin/Flickr)

Di dunia ini terdapat sejumlah sungai besar dengan ukuran panjang yang berbeda. Beberapa sungai pun merekam peristiwa sejarah yang menjadi bagian penting dari bagian masyarakat sekitar. Bahkan sungai-sungai ini terus memberikan manfaat untuk kehidupan dan peradaban.

Selama tidak tercemari, semua sungai akan tetap terjaga keindahannya. Bahkan ada empat di antara sungai dunia yang menyerupai sungai di surga. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang menyebut beberapa sungai yang terpancar dari Surga.

Lalu apa saja sungai yang terpancar dari surga ini? Berikut uraiannya:

1. Sungai Nil

Sungai Nil (rdhanz/Flickr)
Sungai Nil (rdhanz/Flickr)

Sungai Nil merupakan sungai terpanjang di dunia yang membelah sembilan negara, seperti Ethiopia, Zaire, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda, Burundi, Sudan, dan Mesir dengan panjang sungai mencapai 6.650 km. Aliran airnya berasal dari pegunungan Kilimanjaro, Afrika Timur.

Alirannya kemudian mengalir dari arah selatan ke utara dan bermuara di laut tengah. Ada fenomena yang menjadi perhatian para ilmuwan Arab tentang kadar air yang seolah sudah diatur. Pada musim dingin, sungai ini justru surut, namun saat musim panas tiba, makan debit airnya malah naik.

  Mengenal subak, warisan budaya dunia asal Bali yang dijadikan Doodle Google

Luapan air menggenangi daerah di kiri dan kanan sungai, sehingga menjadi lembah yang subur selebar antara 15 sampai 50 kilometer. Sehingga meski musim panas, namun kawasan di wilayah sungai Nil tetap subur. Naiknya sungai Nil di musim panas karena mencairnya salju di pegunungan Kilimanjaro.

2. Sungai Eufrat

Sungai di Irak (Chris Kutschera/Flickr)
Sungai di Irak (Chris Kutschera/Flickr)

Sungai Eufrat adalah sungai terpanjang di Asia Barat. Sungai ini membentang sepanjang lebih kurang 2.781 km dan melewati tiga negara, yakni Turki, Suriah, dan Irak. Sungai ini besar bersama sungai Tigris dalam peradaban kuno besar di Mesopotamia. 

Sungai Eufrat disebut dalam beberapa hadist Nabi Muhammad SAW. Dalam Hadist ini dijelaskan tentang sebuah peristiwa yang terjadi di Sungai Eufrat pada suatu masa yang akan membuat geger manusia. Nabi Muhammad SAW juga bersabda bahwa menjelang hari kiamat, sungai Eufrat akan mengering. 

Kiamat tidak akan terjadi sampai al-furat mengering sehingga munculah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Dari setiap seratus orang (yang memperebutkannya) terbunuhlah sembilan puluh sembilan orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, “Mudah-mudahan aku-lah orang yang selamat.” (HR Muslim).

  Ada 3 pulau yang terancam tenggelam di Provinsi Riau

3. Sungai Seihan

Sungai Syam (Espa Da/Flickr)
Sungai Syam (Espa Da/Flickr)

Seihan merupakan sungai terbesar yang beraada di Yordania (dahulu wilayah Syam). Air sungai mengalir dari perbukitan Anadolu di pegunungan Ante Toros. Sungai ini melewati Adana, dan bermuara di Laut Tengah, di Timur Laut Teluk Iskandarun.

Anak sungai utamanya adalah Zamanti dan Goksu yang bertemu dan bersatu di Aladag, Adana, dan kemudian membentuk Sungai Seihan. Pada zaman kuni, sungai ini biasa disebut oleh masyarakat sekitar dengan nama Sarus dan daratannya dinamakan Cilician.

Sungai ini merupakan sungai terpanjang di Tukir yang mengalir ke Laut Tengah. Di Adana, aliran Sungai Seihan dibendung menjadi sebuah dam yang berfungsi bagi kebutuhan masyarakat seperti irigasi, tenaga listrik, dan pengendali banjir.

4. Sungai Jaihan

Sungai Yunani (Jaroslav Kuhtreiber/Flickr)
Sungai Yunani (Jaroslav Kuhtreiber/Flickr)

Sungai Jaihan dikenal pula dengan nama Amu Darya, salah satu sungai terpanjang di Asia Tengah. Di dunia Barat, sungai ini terkenal mulai dari zaman Yunani hingga Romawi dengan nama Sungai Oxus. Orang Arab mengenalnya dengan nama Sungai Jaihan.

Sungai ini memiliki panjang sekitar 2.540 km dan terbentuk dari persimpangan sungai Vakash dan Panj. Sungai yang memiliki debit air sekitar 97,4 kubik km per tahun itu mengalir dari Pegunungan Pamir ke arah barat laut melewati perbatasan beberapa negara.

  Ketika para bandit terisolasi dan terpenjara di Pulau Eksotis

Negara ini antara lain Afghanistan, Tajikistan, Uzbekistan, dan Turkmenistan, sebelum mengalir ke Gurun Karakum di Turkmenistan dan Uzbekistan. Sungai ini berakhir ke laut Aral melewati delta yang luas. Seluruh airnya berasal dari pegunungan tinggi dengan curah hujan sekitar 1.000 mm per tahun.

Meskipun berasal dari sumber air berskala besar, penguapan musim panas menyebabkan tidak semua air yang mengalir di sungai itu mencapai Laut Aral. Aliran sungai ini telah menghilang seiring dengan perubahan yang terjadi selama beberapa ratus tahun

Artikel Terkait

Artikel Lainnya