Peneliti temukan taman laut terbesar di dunia yang berada di Pantai Australia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Lamun (Elena kalis/Flickr)

Peneliti di Australia berhasil menemukan padang lamun terbesar yang pernah ada di dunia dengan luas 180 km. Padang lamun dianalisis secara genetika untuk melihat keragaman jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya salah satu jenis lamun yang hidup. 

Penelitian ini menghasilkan sebuah kesimpulan yang penting bahwa lamun memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem laut. Perubahan iklim yang ekstrem ini membuat habitatnya bisa rusak. Namun penelitian membawa angin segar bahwa lamun bisa bertahan hidup bahkan berkembang secara luas di teluk Australia.

Lalu bagaimana penemuan taman laut terbesar ini? Dan apa saja ancamannya? Berikut uraiannya:

1. Taman laut terbesar

Lamun (Ali Bain/Flickr)

Baru-baru ini para peneliti di Australia telah menemukan tanaman lamun atau seagrassdi Bumi, Kira-kira mencakup area seluas 20.000 kali lapangan sepak bola. Tanaman lamun hibrida tunggal itu membentang sepanjang 180 kilometer di lepas pantai Australia.

Para ilmuwan University of Western Australia tersebut bisa menarik kesimpulan berdasarkan DNA rumput lamun gulma pita (Posidonia australis). Dari hasil pengujian tersebut membuat para peneliti tercengang. Karena tanaman laut ini tumbuh subur dan menyebar dari satu benih selama setidaknya 4.500 tahun.

  Jelajah Wallacea, surga burung unik dan endemik di Indonesia

“Oleh karena itu, padang lamun di Australia dianggap sebagai taman laut terbesar yang pernah ditemukan,” tulis Donny Iqbal dalam Taman Laut terbesar Dunia Ditemukan di Pantai Australia yang dimuat Mongabay Indonesia.

Para peneliti menjelaskan ekosistem lamun berada di Shark Bay, sekitar 800 km di utara Perth. Agar bisa memastikan keragaman genetiknya, para peneliti mengumpulkan tunasnya. Mereka memeriksa sebanyak 18.000 ciri untuk membuat sidik jari dari setiap sampel.

“Hasil pengujian ini membuat kami terpesona, ternyata berasa dari satu jenis tanaman! Satu tanaman yang telah berkembang lebih dari 180 km di Shark Bay menjadikannya tanaman terbesar yang diketahui di Bumi,” kata Jane Edgeloe penulis utama studi tersebut dari Universitas of Western Australia.

2. Apa manfaat dari Lamun?

Lamun (Jose Martín Piñatel/Flickr)

Situs Warisan Dunia UNESCO pun mengukuhkan Shark Bay sebagai rumah bagi salah satu padang rumput lamun terbesar di dunia. Kabar ini juga diiringi penemuan 12 spesies lamun. Semua lamun adalah tumbuhan berbiji satu yang mempunyai akar, rimpang, daun, bunga, dan buah seperti halnya dengan tumbuhan di darat.

  Ancaman serangga penggerek yang diprediksi bunuh 1,4 juta pohon pada 2050

Lamun berbeda dengan rumput laut. Karena mereka tumbuh berkerumun dan biasanya menempati perairan laut hangat yang dangkal dan menghubungkan ekosistem mangrove dengan terumbu karang. Hal yang unik lamun tumbuh dengan kecepatan 35 cm per tahun.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut lamun memiliki banyak manfaat. Pertama bisa menjadi sumber makanan untuk beberapa organisme laut seperti bulu babi. Kedua lamun berperan untuk stabilisator dasar perairan.

“Hal ini terjadi sebagai akibat pertumbuhan daunnya yang lebat dan sistem perakaran yang padat.” tulis situs KKP.

Sementara yang ketiga, sejumlah hewan laut tergantung pada keberadaan pada lamun karena menjadi habitatnya. Dan keempat padang lamun jadi suatu komoditas yang sudah banyak digunakan oleh masyarakat baik secara tradisional seperti pembuatan keranjang, kompos, dan pupuk.

“Pemanfaatan secara modern adalah untuk penyaring limbah, penstabilisasi pantai, pupuk dan makanan ternak, serta sebagai bahan obat-obatan.”

3. Ancaman

Lamun (Seascout/Flickr)

Lamun yang memiliki peran penting dalam melindungi pantai dari kerusakan akibat bencana alam, menyimpan karbon dalam jumlah besar, dan menyediakan habitat bagi keanekaragaman memang perlu dilindungi. Apalagi melestarikan lamun sangat berguna bagi mitigasi sekaligus adaptasi terhadap perubahan iklim.

  Keindahan pohon tabebuia, pemandangan 'sakura' yang bisa dinikmati di Indonesia

Namun lamun tidak kebal dari dampak perubahan iklim seperti suhu, pemanasan, pengasaman laut, dan peristiwa cuaca ekstrem yang merupakan tantangan signifikan bagi mereka. Karena itu dibutuhkan upaya untuk perlindungan bagi lamun

Dari catatan Edgeloe perlindungan ini mulai ancaman gelombang panas yang parah menghantam ekosistem darat dan laut di sepanjang garis pantai Australia Barat. Padang lamun Shark Bay pun mengalami kerusakan luas dalam gelombang panas. Namun kini padang rumput gulma pita sudah mulai pulih.

“Sebagai gambaran rinci yang sekarang kita miliki tentang ketahanan besar lamun Shark Bay memberi harapan bahwa mereka akan lestari selama bertahun-tahun. Sebab lamun merupakan benteng alami dalam meminimalisir dampak perubahan iklim,” jelasnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya