Peringatan BMKG tentang potensi gempa 8,9 SR dan tsunami 15 meter di Bengkulu

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi bencana tsunami (Gorilla Manchild/Flickr)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Pulau Balai Kota Bengkulu mengeluarkan imbauan masyarakat Provinsi Bengkulu diminta untuk waspada terkait potensi akan terjadi gempa dengan kekuatan maksimal 8,9 magnitudo dan tsunami 15 meter.

Tercatat ada 24 desa yang berada di tujuh kecamatan berada di zona merah bencana gempa dan tsunami. BMKG juga telah menyiapkan titik kumpul dan jalur evakuasi, juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Lalu bagaimana prediksi bencana dari di Bengkulu ini? Lalu bagaimana cara mitigasinya? Berikut uraiannya:

1. Prediksi bencana di Bengkulu

Ilustrasi Tsunami (Gabriel Trujillo/Flickr)

BMKG Stasiun Klimatologi Pulau Baai Kota Bengkulu mengeluarkan imbauan. Masyarakat Provinsi Bengkulu diminta untuk waspada terkait potensi akan terjadi gempat dengan kekuatan maksimal 8,9 magnitudo yang berpusat di wilayah Kabupaten Mukomuko.

Imbauan ini disampaikan BMKG untuk kepentingan mitigasi bencana. Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Pulau Baai Bengkulu Anang Anwar mengatakan gempa tersebut juga berpotensi terjadinya tsunami dengan ketinggian ombak mencapai 15 meter.

“Bengkulu berpotensi terjadi gempa bumi mencapai 8,9 magnitudo yang menimbulkan adanya gelombang tsunami mencapai 15 meter,” kata Anang di Bengkulu yang dilansir dari Detik.

Dirinya menjelaskan bahwa potensi gempa bumi tersebut akan terjadi ketika lempeng bumi yang berada di wilayah perairan Kabupaten Mukomuko dekat dengan wilayah perairan Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, pecah.

  Gempa Bali menyentak, sentimen negatif menyeruak

Namun hingga saat ini kondisi lempeng bumi tersebut belum pecah dan masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak panik. Sebeb Provinsi Bengkulu merupakan wilayah yang dilalui oleh rangkaian gunung berapi atau ring of fire sehingga berpotensi terjadinya gempa bumi.

“Wilayah Provinsi Bengkulu berpeluang terjadinya pergeseran lempeng itu cukup besar,” ujarnya.

2. Desa yang masuk zona merah

Pulau Bengkulu (Bruce Levick/Flickr)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukomuko menyebut ada 24 desa di wilayahnya yang masuk zona merah tsunami karena lokasinya berada di bibir pantai. Kepala BPBD Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Ramdani mengatakan 24 desa ini berada di tujuh kecamatan.

“24 desa masuk zona merah bencana gempa dan tsunami. Ini berada di sepanjang pesisir Pantai Barat Sumatra, Kabupaten Mukomuko,” kata Ramdani.

Ramdani menjelaskan di daerah rawan bencana tersebut sudah terdapat titik-titik jalur evakuasi, dan titik kumpul yang tersebar di sejumlah Kecamatan di Mukomuko. Seperti di Kecamatan Air Rami, Ipuh, Pondok Suguh, Air Dikit, Kota Mukomuko, XIV Koto, dan Kecamatan Lubuk Pinang.

  Geopark Maros Pangkep resmi masuk daftar UNESCO Global Geopark

“Selain telah menyiapkan titik kumpul dan jalur evakuasi, juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya masyarakat atau nelayan di wilayah pesisir pantai, bagaimana SOP bila terjadi bencana gempa yang berpotensi tsunami.

Ramdani mengimbau, agar masyarakat tetap waspada. Artinya masyarakat Mukomuko, dapat meningkatkan kewaspadaan dalam rangka mengantisipasi hal-hal tak terduga khususnya, bencana alam gempa bumi disusul gelombang tsunami.

“BPBD bersama masyarakat juga sudah membentuk kelompok masyarakat tangguh bencana,” tutup Ramdani.

3. Imbau tetap tenang

Pulau Bengkulu (Sofian Rafflesia/Flickr)

BMKG mengumumkan adanya potensi gempa berkekuatan 8,9 magnitudo dan tsunami di Bengkulu. Namun Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyebut wilayahnya memang kerap dilanda gempa, sehingga orang akan menganggap biasa saja.

“Bagi orang Bengkulu, gempa itu memang sudah sangat biasa terjadi, bahkan pasca gempa 6,5 magnitudo kemarin, gempa susulan dengan kekuatan 3,4 juga terjadi. Dengan kejadian seperti itu sebagaimana analisa dari BMKG mengatakan kalau sering terjadi gempa yang kecil-kecil 3, 4, 5 pada skala richter,” ujar Rohidin.

Dirinya menyatakan apabila ada gempa kecil sering terjadi, maka bisa saja gempa dengan kekuatan besar tidak terjadi lagi. Karena itu Rohidin meminta agar masyarakat tenang. Namun harus tetap waspada dan mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan terjadi.

  Jejak upaya mitigasi letusan Gunung Kelud sejak zaman kolonial Belanda

Meskipun Provinsi Bengkulu merupakan wilayah yang sering terjadi gempa, jika wilayah Bengkulu tidak terjadi gempa, masyarakat harus khawatir. Sebab Bengkulu memiliki potensi gempa yang sangat besar, yaitu mencapai sekitar 8,4 magnitudo dan pernah terjadi pada 1844.

“Jika di Bengkulu gempa masyarakat jangan khawatir, malah dengan adanya gempa lebih bersyukur karena gempa terjadi tidak langsung sekaligus tapi secara perlahan lahan,” terang Anang.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya