Populasi makin berkurang, benarkah masyarakat di 5 negara ini terancam punah?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi populasi masyarakat (James WB/Flickr)

Setiap tanggal 11 Juli diperingati sebagai Hari Populasi Sedunia. Momen ini pertama kali ditetapkan PBB pada tahun 1989, dan peringatan pertamanya di tahun 1990 langsung dirayakan oleh sebanyak 90 negara.

Menurut PBB peringatan ini bertujuan untuk mengingat sebanyak apa populasi di seluruh dunia, dan apa yang bisa dilakukan untuk mensejahterakan mereka. Sekjen PBB Antonio Guterres mengungkap, sekitar 8 miliar jiwa yang hidup di bumi saat ini harus dapat hidup dengan layak.

“8 miliar orang berarti 8 miliar peluang untuk menjalani kehidupan yang bermartabat dan terpenuhi,” tegasnya.

Di lain sisi tak dimungkiri dari ratusan negara yang ada, terdapat ketimpangan populasi penduduk yang sangat berbeda antara satu dengan lainnya. Perbedaan tersebut bahkan terjadi antara negara maju dan berkembang.

Secara umum, ledakan populasi penduduk biasanya terjadi di negara-negara miskin atau berkembang yang diikuti dengan permasalahan kemiskinan. Sementara di negara maju, justru dilaporkan kejadian populasi berkurang yang oleh beberapa pengamat disebut berpotensi menyebabkan kepunahan masyarakat asli.

Meski begitu, tidak semua negara yang mengalami pengurangan populasi adalah negara maju.

Apa saja negara yang mengalami pengurangan populasi dan masyarakatnya terancam ‘punah’?

  Menyibak penyebab kebakaran hutan di sekitar Danau Toba

1. Jepang

Jepang (victor_guinea/flickr)

Bukan lagi pengurangan, perubahan yang terjadi dari angka populasi di Negeri Sakura ini bisa dibilang menurun drastis. Mengutip Republika, per 1 Oktober 2021 lalu populasi Jepang berada di angka 125,5 juta. Angka tersebut menurun sebanyak 644 ribu jiwa dibandingkan tahun sebelumnya yakni di tahun 2020.

Menurut data Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, penurunan populasi di negara tersebut sudah terjadi sejak tahun 1950. Penurunan yang terjadi membuat Jepang untuk pertama kalinya keluar dari daftar 10 negara teratas dunia dalam hal populasi.

Tingginya angka kematian ketimbang angka kelahiran menjadi alasan utama populasi di Jepang berkurang. Terlebih, populasi anak di negara tersebut juga rendah. Masih di 2021, disebut hanya terjadi 831 ribu kelahiran yang lebih rendah dari 1,44 juta kematian di tahun yang sama.

2. Populasi berkurang di Korea Selatan

Korea Selatan (Smulan77/Flickr)

Negeri Ginseng ini beriringan dengan Jepang dalam hal rendahnya rasio populasi anak. Saat ini, diketahui jika jumlah penduduk Korea Selatan berada di angka 51,3 juta. Bahkan ada prediksi yang menyebut jika jumlah tersebut akan menurun pada 2060 menjadi sekitar 35 juta orang.

  Ironi di tanah Priangan: nasib petani yang tak seharum aroma teh

Sama seperti Jepang, alasan utama yang membuat terancamnya populasi masyarakat mereka adalah rendahnya angka kelahiran. Namun, ada hal lain yang membuat angka kelahiran begitu rendah yakni gerakan bebas anak atau childfree.

Disebutkan jika di Korea, rata-rata tiap perempuan dewasa Korea melahirkan kurang dari 1 bayi setiap tahunnya. Meski ada yang memiliki 1-2 anak, tapi lebih banyak perempuan yang sama sekali tidak memiliki bayi. Sehingga jika dirata-rata kelahiran atau fertility rate di negara tersebut hanya ada di angka 0,9. Dan hal itu yang saat ini dianggap sebagai bahaya bagi masa depan populasi masyarakat Korea Selatan.

3. Ukraina

anak Ukraina (Children’s Hunger Fund/Flickr)

Negara yang saat ini sedang ada dalam kondisi perang, Ukraina juga sedang menghadapi ancaman kepunahan populasi. Selain rendahnya angka kelahiran, faktor ekonomi yang menyebabkan depresi finansial juga memengaruhi harapan hidup di negara tersebut.

Onserwator Finansowy menyebut jika saat ini populasi Ukraina berada di angka 41,9 juta penduduk. Namun ternyata jumlah itu disebut tak sesuai kenyataan, karenana sebenarnya Ukraina hanya memiliki penduduk sebanyak 37,2 juta orang.

  Jejak upaya mitigasi letusan Gunung Kelud sejak zaman kolonial Belanda

4. Populasi yang berkurang di Jerman

Masyarakat Jerman (Pascal/Flickr)

Salah satu negara di Eropa ini juga mengalami ancaman kepunahan populasi. Studi perusahaan auditor Jerman BDO dengan Hamburg Institute of International Economics di tahun 2015, menyebut jika Jerman menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan tingkat kelahiran terkecil.

Di mana kelahirannya berada di angka 8,2 kelahiran per 1.000 penduduk. Berangkat dari kondisi tersebut, Jerman menggeser Jepang sebagai negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia. Dalam studi lima tahun terakhir, terungkap jika angka kelahiran bayi di Jerman lebih rendah dibanding angka kematian yang terjadi.

Akibatnya, diprediksi jika warga usia produktif di Jerman akan mengalami penurunan dari 61 persen ke 54 persen pada tahun 2030 mendatang.

5. Belarusia

Masih di Eropa, salah satu negara yang mengalami ancaman kepunahan populasi adalah Belarusia. Menurut catatan World Population Review, penurunan populasi di Belarusia sudah terjadi sejak tahun 1990.

Laju pertumbuhan penduduk negara ini di tahun 2020 berada di angka -0,03 persen. Akibatnya, diprediksi bahwa Belarusia hanya akan memiliki penduduk sebanyak 7,45 juta orang pada tahun 2099.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya