Unik, dua pulau ini berjarak 3,8 kilometer dengan beda waktu 21 jam

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Dua pulau Diomede (Joseph Szeles/Flickr)

Bumi tempat umat manusia tinggal masih punya berbagai fenomena aneh bin unik yang belum banyak orang tahu. Beberapa bahkan mungkin ada yang terdengar tak biasa di kalangan orang awam. Salah satunya adalah fenomena perbedaan waktu yang panjang di Kepulauan Diomede.

Perbedaan waktu jadi hal biasa jika jarak antar satu wilayah dengan wilayah lain cukup jauh, misalnya ratusan hingga ribuan kilometer. Namun di Diomede, ada dua pulau kecil yang hanya terpisah jarak sekitar 3,8 kilometer, tapi memiliki perbedaan waktu selama 21 jam!

Hal tersebut jelas terbilang aneh. Karena sebagai gambaran, antara Indonesia dan Amerika Serikat yang memiliki jarak sekitar 14 ribu kilometer saja, memiliki perbedaan waktu sekitar 11-12 jam.

Lalu mengapa perbedaan waktu yang sangat lama, padahal jarak yang terbilang dekat bisa terjadi di Kepulauan Diomede? Berikut penjelasannya.

1. Tentang Kepulauan Diomede

Diomede di tengah antara AS dan Rusia (Daniel Ganninger via Medium)

Sebelum lebih jauh membahas mengenai fenomena yang ada, tak ada salahnya jika kita mengenal lebih dulu tentang Kepulauan Diomede. Diomede adalah sebuah gugus kepulauan yang berada di tengah Selat Bering, di antara daratan Alaska dan Siberia.

  Tata ruang Situs Gunung Padang yang dikelilingi mitos dan spiritual

Nyatanya, kepulauan ini menjadi wilayah pembatas yang mencakup dua negara yakni Amerika Serikat dan Rusia. Lebih detail, Kepulauan Diomede dibagi menjadi dua area yakni Diomede besar dan Diomede kecil, dengan detail sebagai berikut:

  • Pulau Diomede Besar, yang menjadi bagian negara Rusia dan dikenal juga dengan nama Imaqliq, Inaliq, Nunarbuk, atau Pulau Ratmanov
  • Pulau Diomede Kecil, bagian dari Alaska, Amerika Serikat dan juga dikenal dengan nama Ignaluk dalam dalam bahasa Inuit bagi suku Inupiat.

Jika dilihat sekilas, dua kawasan kepualuan ini memang nampak mudah untuk dijangkau. Apalagi dengan jarak yang hanya berada di kisaran 3,8 kilometer, jauh lebih dekat dari jarak antara Batam dengan Singapura.

Namun jika melihat kondisi geopolitik antara Amerika Serikat dengan Rusia, tentu akses menjangkau masing-masing pulau tidak semudah itu.

2. Alasan perbedaan waktu

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by STM Geoschool (@stmgeoschool)

Bukan karena perbedaan fenomena alam seperti durasi penyinaran sinar matahari atau waktu rotasi. Rupanya perbedaan waktu disebabkan karena adanya batas penanggalan internasional, atau garis waktu internasional yang melintas di antara kedua pulau tersebut.

  Ketimbang Teluk Jakarta, paracetamol di Sungai Citarum lebih tinggi 2 kali lipat

Diomede besar yang menjadi bagian dari Rusia memiliki ketentuan waktu GMT+12. Sedangkan Diomede kecil yang menjadi bagian dari Amerika Serikat memiliki ketentuan waktu GMT-8. Perbedaan tersebut yang membuat keduanya memiliki jarak waktu 21 jam.

Sebagai gambaran, jika di Diomede besar pada satu waktu menunjukkan pukul 05.00 pagi tanggal 17 Oktober 2022, maka artinya di wilayah Diomede kecil masih menunjukkan pukul 09.00 pagi tanggal 16 Oktober 2022.

Karena itu biasanya Kepualuan Diomede secara keseluruhan dikenal juga dengan julukan ‘Yesterday and Tomorrow Islands’, yang artinya Pulau Besok dan Pulau Kemarin.

3. Karakter Kepulauan Diomede

Mengutip salah satu sumber, disebutkan bahwa kepulauan Diomede memiliki suhu yang cukup ekstrem dalam artian dingin.

Ketika musim panas saja suhu rata-rata di wilayah ini sekitar 40 hingga 50 derajat Fahrenheit (°F) atau setara 4,4-10 derajat celsius. Hal itu yang membuat kepulauan ini juga terus menerus diselimuti kabut, bahkan ketika musim panas sekalipun.

Apalagi ketika musim dingin, suhu rata-rata di wilayah ini berkisar antara 6 dan 10 °F atau sekitar -14 sampai -12 derajat celsius.

  Tidak hanya di Timur Tengah, fenomena laut mati juga terdapat di Indonesia

Karena itu pula, tak heran jika sebagian besar wilayah ini diselimuti es. Menariknya, ketika musim dingin tiba bongkahan es kerap membentuk jembatan yang menghubungkan Diomede besar dan Diomede kecil.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya