Desa ini menyediakan wisata pemandian dengan nuansa kerajaan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Umbul pengging (aurigahendrawan/Instagram)

Umbul Pengging merupakan salah satu bagian dari Pesanggrahan Ngeksi Purna. Nama Pengging sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit dan kemudian muncul lagi ketika zaman Kerajaan Mataram Islam.

Umbul pengging yang termasuk di dalam Pesanggrahan Ngeksi Purna tersebut meliputi. Umbul Temanten, Umbul Ngabean. Umbul Baki Dhudha. Tempat ini dijadikan pemandian khusus keluarga raja.

Lalu bagaimana sejarah tempat pemandian raja ini? Dan mengapa tempat ini begitu penting bagi Mataram Islam? Berikut uraiannya:

1. Pemandian raja

Umbul Pengging (aurigahendrawan/Instagram)

Umbul Pengging adalah sebuah kompleks pemandian peninggalan Kasunanan Surakarta terletak di Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Pemandian ini dibangun oleh Raja Kasunanan Surakarta yaitu Sri Paduka Paku Buwono (PB) X. Menurut cerita masyarakat setempat pada awalnya pemandian ini merupakan tempat bersantai raja dan keluarga.

Nama Pengging sudah disebut dalam legenda Rara Jonggrang tentang pembangunan kompleks Candi Prambanan. Di sini juga menjadi tempat dari tokoh bernama Ki Ageng Pengging yang dikenal sebagai pemberontak di wilayah Kesultanan Demak.

Kalangan sejarah di Jawa banyak yang menganggap bahwa Pengging adalah cikal bakal Kerajaan Pajang, kerajaan yang mengambil alih kekuasaan di Jawa setelah Kesultanan Demak runtuh.

  Hikayat pohon gharqad, pelindung kaum Yahudi pada akhir zaman

Tetapi semenjak berkembangnya Kesultanan Mataram dan masa-masa selanjutnya, wilayah Pengging kehilangan kepentingan dan pusat pemerintahannya berangsur-angsur menjadi tempat untuk pelaksanaan ritual bagi keluarga penerus Mataram.

Karena sebagai tempat bersantai bagi raja dan keluarganya. Jadi pemandian itu tertutup untuk umum. Tetapi seiring berjalannya waktu, pemandian itu bebas dimasuki pengunjung terutama mulai zaman kolonial Belanda.

2. Legenda di balik kolam

Umbul Pengging (aurigahendrawan/Instagram)

PB X untuk keperluan ziarah dan beristirahat kemudian mendirikan Pesanggrahan yang dinamakan Ngeksi Purna yang kemudian dilengkapi dengan Umbul yang berjumlah tiga. Yakni Umbul Temanten, Umbul Ngabean, dan Umbul Duda.

Konon setiap bagian Umbul Pengging Boyolali itu memiliki cerita tersendiri. Ketiganya juga memiliki tingkat kedalaman berbeda dan masing-masing digunakan untuk tradisi yang berbeda pula.

Umbul Temanten sering dijadikan lokasi siraman bagi pasangan menjelang pernikahan, sedangkan Umbul Ngabean kerap menjadi tempat ritual kungkum. Umbul Temanten dan Umbul Duda berbentuk persegi panjang, sementara Umbul Ngabean berbentuk bulat.

Umbul Temanten mulanya terdiri dari buah kolam yang kemudian oleh PB X dijadikan satu. Kolam tersebut berukuran 33×24 meter, di keempat sudut kolam terdapat tangga masuk ke dalam kolam.

  Menguak hunian masyarakat Majapahit yang berserakan di Situs Trowulan

Pintu masuk depan menghadap utara, pada dinding depan dan belakang terdapat jajaran lubang angin berbentuk lengkung memanjang ke bawah. Pintu dan jendela berbentuk lengkung dan ditutup dengan jeruji besi.

Umbul Ngabean awalnya pada awalnya dibangun khusus untuk keluarga raja. Umbul Ngabean berlantai alami dan ditutup dengan batu-batu kali. Diameternya 26 meter, terdapat tiga buah tangga semen untuk masuk ke dalam kolam.

Umbul Duda berbentuk persegi panjang berukuran 12×8 meter, berlantaikan tanah alami yang tertutup oleh batuan kali. Terdapat sebuah tangga untuk memasuki kolam yang dikelilingi pagar jeruji besi setinggi 1 meter ini.

3. Jadi objek wisata

Umbul pengging (aurigahendrawan/Instagram)

Saat ini pemandian alami ini menjadi salah satu objek wisata andalan Kabupaten Boyolali. Banyak orang yang berkunjung ke wisata umbul itu, terutama ketika hari libur atau waktu tertentu seperti libur lebaran.

Arsitektur bangunan masuk umbul ini kental dengan nuansa kerajaan. Mandi di sini seakan berada di tengah-tengah istana kerajaan masa lalu. Satu pemandian lain tidaklah alami, melainkan buatan.

  Menjelajahi Gunung Sinai, tempat Nabi Musa bertemu Allah SWT

Pemandian ini dinamakan Umbul Anak karena memang diperuntukkan untuk anak-anak. Selain tidak terlalu dalam, umbul ini juga dilengkapi beberapa permainan anak-anak. Hal inilah yang membuat banyak pengunjung yang datang bersama keluarga.

Sementara itu, pengunjung tidak hanya bisa berenang saja di kawasan Umbul Pengging ini. Mereka yang gemar memancing bisa melakukannya di pemancingan Win Win yang berada di selatan Umbul Ngabean.

Meski merupakan objek wisata favorit, tiket masuk Umbul Pengging tidaklah mahal. Harga tiket hanyalah Rp3.500 untuk hari biasa dan Rp4.500 di hari libur, padusan, syawalan, natal, dan tahun baru.

Pengunjung harus membayar lagi untuk mandi di umbul yang ada. Namun tarifnya juga sangat murah, yakni Rp1.500 untuk Umbul Temanten dan Duda. Sementara tarim masuk Umbul Ngabean hanya Rp2.500 dan Umbul Anak adalah Rp3.500 saja.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya