Panggilan penugasan untuk guru JSAN di Sekolah Alam Darurat Saiyo Pasaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Pembangunan sekolah alam Saiyo, di wilayah Nagari Malampah, Kec. Tigo Nagari, Kab. Pasaman | SalamAid

Pasca diguncang gempa di wilayah Pasaman, Sumatra Barat, sebanyak 13.000 jiwa harus mengungsi di tenda-tenda darurat. Di setiap tenda pengungsian terdapat puluhan hingga ratusan anak-anak yang masih membutuhkan pendidikan yang memadai.

Oleh karena itu, lembaga sosial kemanusiaan SalamAid membuka kesempatan bagi para guru di Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) yang memiliki jiwa kerelawanan untuk terjun langsung menjadi tim relawan di lokasi bencana gempa Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Pendidikan tetap dibutuhkan meski situasi darurat

Inisiatif ini tentu berkaitan dengan kegiatan belajar bagi anak-anak penyintas bencana gempa di Pasaman. Karena memang sejatinya pendidikan tetap diperlukan dalam kondisi dans istuasi apapun. Hanya saja dengan metode yang menyesuaikan dengan keadaan.

Anak-anak para penyitas tetap membutuhkan nutrisi ilmu meski dengan cara yang lebih sederhana serta dapat berinteraksi dengan para guru untuk terus membangkitkan semangat belajar mereka.

Diharapkan dengan inisiatif dari lembaga SalamAid dan guru relawan di sekolah darurat itu akan melecut semangat para anak-anak dan orang tua, bahwa dalam situasi apapun, selain mendapatkan bantuan mereka juga mendapatkan nutrisi pendidikan yang tak putus. 

  Mengenal sejarah Sekolah Alam Nusantara

Dan bagi para guru relawan, di sana akan mendapatkan masa tugas minimal 10 hari dengan ragam fasilitas yang disediakan. Mari ambil kesempatan terbaik ini sesuai dengan bidang dan kapasitas Anda para guru relawan. Semoga semangat membantu Anda dapat memberikan dampak dan manfaat bagi anak-anak penyintas gempa.

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by SalamAid (@salam.aid)

3 lokasi sekolah darurat

SalamAid bersama JSAN Regio 1 menghadirkan Sekolah Alam Saiyo Pasaman untuk membersamai anak-anak di lokasi pengungsian.

“Kami melihat banyak anak-anak yang tidak berkegiatan di pengungsian bahkan diantara nya hanya main hp, tentu sangat mengkhawatirkan jika terus begini. Karena itu hadirnya Sekolah Alam Saiyo bisa menjadi solusi bagi anak-anak tetap belajar meski di pengungsian” jelas Musa Koordinator Salam Tanggap.

Rudy, salah seorang Guru Relawan dari Sekolah Alam Samudera Al Fatihah Dharmasraya merasa terpanggil karena kondisi tersebut.

Menurut Rudy sebagai seorang pendidik dirinya merasa terpanggil, karena anak-anak penyintas gempa juga memiliki hak yang sama untuk tetap belajar seperti anak lainnya.

  Menuju fase pemulihan, SalamAid gandeng Samudera Indonesia berikan layanan kesehatan gratis di Pasaman

”…Saya sangat bersemangat seperti yang sudah diajarkan di semua sekolah alam untuk terus membantu.”

Hal serupa disampaikan Husni, guru relawan dari Sekolah Alam Bukittinggi. Menurutnya, menjadi guru relawan di lokasi bencana merupakan panggilan jiwa, bisa menghadirkan keceriaan bagi anak-anak di pengungsian memberikan rasa kebahagiaan tersendiri.

Saat ini Sekolah Alam Saiyo Pasaman sudah hadir di tiga lokasi pengungsian, yakni di Pasaman dan Pasaman Barat.

“Kegiatan Sekolah Alam Saiyo sekarang sudah ada di tiga lokasi yaitu di Nagari Malampah, Timbo Abu dan Kajai” terang Musa.

Terakhir, Musa menjelaskan bahwa program Sekolah Alam Saiyo ini tidak hanya hadir saat fase tanggap darurat, tapi akan terus berlanjut hingga fase pemulihan.

”…Karenanya kami mengajak seluruh sekolah alam yang berada dibawah JSAN untuk mengirimkan Guru Relawan secara berkala,” pungkasnya.

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by SalamAid (@salam.aid)

Artikel Lainnya

Video

Program