Digemari masyarakat AS, teh Indonesia berpotensi besar rajai pasar global

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi daun teh (Rajagopal Ramakrishnan/Flickr)

Komoditas teh Indonesia berpotensi memiliki pasar skala Internasional yang sama dengan komoditas kopi Indonesia mengingat kapasitas produksi yang dimiliki. Potensi ekspor teh produksi Indonesia tersebar di berbagai belahan dunia.

Indonesia juga telah meningkatkan pasar ekspor teh ketika Perang Dagang antara Amerika Serikat-China pada tahun 2019 silam. Ketika itu, Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor teh dengan meraih potensi transaksi sebesar 529 dolar AS.

Lalu bagaimana peluang ekspor komoditas teh di pasar global? Dan benarkah produksi teh digemari oleh dunia? Berikut uraiannya:

1. Potensi ekspor teh

Teh (Erwin Mulyadi/Flickr)
Teh (Erwin Mulyadi/Flickr)

Akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prima Gandhi menyebutkan komoditas teh Indonesia berpotensi memiliki pasar skala internasional yang sama dengan komoditas kopi Indonesia mengingat kapasitas produksi yang dimiliki.

“Potensi ekspor teh produksi Indonesia tersebar di berbagai belahan dunia,” kata Prima Gandhi yang dimuat Sari Agri.

Menurutnya, teh Indonesia memiliki potensi pasar yang cukup besar mengingat hasil produksinya berkontribusi sebanyak 2 persen terhadap total produksi dunia. Selain itu, PT Perkebunan Nusantara juga berkontribusi sebesar 41 persen dari total produksi teh nasional.

  Google donasi Rp19,3 miliar untuk dukung ketahanan pangan di tanah air

Pada 2021, komoditas teh Indonesia telah diekspor ke 62 negara tujuan yaitu seperti Malaysia (13,12 persen), Rusia (12,63 persen), dan Australia (10.32 persen). Oleh karena itu jelas Prima, Indonesia bisa meningkatkan ekspor komoditas teh dikarenakan permintaan teh yang tinggi seperti halnya dengan kopi.

“Permintaan teh dunia tentunya sangat tinggi mengingat teh merupakan bagian dari gaya hidup sama seperti kopi,” katanya.

2. Sejak perang dagang

Teh (Aryani Leksonowati/Flickr)
Teh (Aryani Leksonowati/Flickr)

Pada 2019 silam, di tengah perang dagang Amerika Serikat-China, Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor teh dengan meraih potensi transaksi sebesar 529 dolar AS dalam pameran World Tea Expo (WTE) 2019 pada 11-13 Juni 2019 di Las Vegas, Amerika Serikat (AS).

“Perang dagang AS-China merupakan momentum yang memberikan peluang lebih besar bagi para produsen teh seluruh dunia, termasuk Indonesia,” kata Antonius Budiman, Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang dimuat Gatra.

Menurut Antonius, potensi ini muncul karena teh hijau dan teh hitam China dengan kemasan di bawah 3 kg kemungkinan besar akan dikenakan tarif 25 persen. Sehingga, katanya menjadi celah teh Indonesia merebut pangsa pasar teh China yang dikenakan tarif.

  Ekspor lintah hasilkan cuan berlimpah masyarakat Bengkulu

Berdasarkan data Perdagangan Minuman AS-Indonesia. Indonesia berada di peringkat ke-12 pemasok teh dengan nilai ekspor 7,1 juta dolar AS. Transaksi ini meliputi ekspor teh hitam senilai 5,1 juta dolar AS dan 2 juta dolar AS untuk teh hijau. Pasar teh paling besar di AS adalah teh hitam dan teh fermentasi.

3. Sangat digemari di AS

Teh (Farid Ruliawan/Flickr)
Teh (Farid Ruliawan/Flickr)

Pada acara Explore Indonesia 2017 di Santa Monica, California, Amerika Serikat (AS) tahun 2017, produk teh Indonesia yang diperkenalkan sangat diminati oleh masyarakat Negeri Paman Sam. Hal inilah yang menyakinkan peluang ekspor ke negeri tersebut.

Antonius mengatakan bahwa dalam acara tersebut. Tea Master Inggris Wijaya menampilkan teh asli Indonesia yang dikombinasikan dengan rempah-rempah asli dalam negeri. Ternyata beragam rempah seperti jahe, kayu manis, sereh, dan sebagainya ini menghasilkan rasa baru.

Antonius menambahkan beragam rempah yang dikombinasikan dengan teh ini menggunakan produk-produk Premium Ginger Drink dari Singabera yang menggunakan bahan-bahan alami. Teh yang ditampilkan adalah organic spiced black tea latte, organic lemograss, jasmine tea, dan organic lemograss ginger tea garnished with lemon.

“Penggunaan bahan alami sudah menjadi suatu keharusan untuk dapat bersaing di pasar Amerika. Para pengunjung tampak sangat antusias merespons kegiatan ini,” kata Antonius seperti diwartakan Republika.

Tercatat potensi pasar teh di Amerika Serikat cukup besar, mencapai sekitar 462 juta dolar AS. Asosiasi Teh AS mencatat masyarakat mengonsumsi sekitar 84 miliar cangkir teh pada tahun 2016. Peningkatan tren konsumsi teh di AS tercermin pula pada peningkatan ekspor teh Indonesia ke AS.

  Arab Saudi dan China berebut beras Indonesia, kenapa pemerintah menolak?

“Diharapkan upaya promosi teh Indonesia terus dilakukan secara konsisten sehingga ekspor teh Indonesia ke AS dapat meningkat,” ujar Antonius. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya