Google donasi Rp19,3 miliar untuk dukung ketahanan pangan di tanah air

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Kantor google (Wataru Ozaki/Flickr)

Google.org, lembaga filantropi milik Google mengumumkan pemberian hibah sebesar 1,24 juta dolar AS atau sekitar Rp19,3 miliar kepada Indonesia. Hal ini sebagai upaya untuk mendukung ketahanan pangan di tanah air.

Dalam acara tersebut, Google juga menyampaikan info terbaru mengenai berbagai produk dan solusi yang dapat digunakan bisnis, kota, jurnalis, dan individu untuk beradaptasi dengan kondisi planet yang terus berubah.

Lalu bagaimana upaya Google membantu ketahanan pangan di Indonesia? Dan apa saja yang disorotnya? Berikut uraiannya:

1. Google bantu Indonesia

Google Indonesia (Dok: Rizky Kusumo)

Google.org, lembaga filantropi milik Google mengumumkan pemberian hibah sebesar 1,24 juta dolar AS atau sekitar Rp19,3 miliar kepada Indonesia. Hal ini sebagai upaya untuk mendukung ketahanan pangan di tanah air.

Dana tersebut terdiri dari 724.490 dolar AS kepada Edu Farmers International Foundation dan 500 ribu dolar AS untuk World Food Program (WFP) USA. WFP mengurangi dampak perubahan iklim terhadap ketahanan pangan di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Randy Jusuf, Managing Director, Google Indonesia ketika acara Solve…for Sustainability yang diadakan pada hari Selasa (22/11/2022). Pihaknya menegaskan tengah berupaya mencapai nol emisi karbon hingga tahun 2030.

  Peran bakul jamu gendong, pewaris apotek keliling sejak zaman Jawa kuno

Dalam acara tersebut, Google juga menyampaikan info terbaru mengenai berbagai produk dan solusi yang dapat digunakan bisnis, kota, jurnalis, dan individu untuk beradaptasi dengan kondisi planet yang terus berubah.

“Kami bangga bisa menyalurkan bantuan melalui Google.org, yang merupakan organisasi filantropi Google, kepada Edufarmers dan WFP dalam usaha mereka meningkatkan ketahanan pangan selama masa genting ini, saat supply chain pangan terganggu oleh perubahan iklim, konflik, dan krisis akibat meningkatnya biaya hidup yang terjadi secara global,” jelasnya.

Randy juga berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat ketahanan ekosistem pertanian di Indonesia dan melihat peran teknologi dalam mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan.

2. Bekerja sama dengan pemerintah

Ilustrasi pangan (Norbert Meissner/Flickr)

WFP menyatakan di Indonesia, pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan kendala terkait cuaca yang mempengaruhi kehidupan dan mata pencaharian mereka.

Dikatakan mereka menggunakan metodologi inovatif dan set data baru untuk meningkatkan kemampuan prediksi, WFP bersama pemerintah mengerjakan Platform for Real-Time Impact Situation Monitoring (PRISM).

PRISM juga menggunakan pencitraan satelit dan sensor lainnya untuk memberi informasi iklim dengan cepat kepada pemerintah dan sektor kemanusian untuk ditindaklanjuti. Teknologi ini telah digunakan pada beberapa bidang.

  Ragam upaya Google jadi perusahaan yang wujudkan misi ramah lingkungan

Secara khusus digunakan untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem terhadap ketahanan pangan, yang nantinya akan disebarluaskan ke penjuru negeri dan wilayah yang lebih luas bersama metodologi yang lebih canggih, berkat pendanaan dari Google.org.

Melalui dukungan Google.org, WFP juga memperluas penerapan CLEAR+ (Consolidated Livelihood Exercise for Analyzing Resilience), yakni sebuah sarana untuk menganalisis dampak jangka panjang perubahan iklim terhadap ketahanan pangan.

“Bantuan dana dari Google.org yang luar biasa ini dapat mendukung WFP untuk terus menyediakan bantuan teknis bagi Pemerintah Indonesia dalam manajemen risiko bencana dan iklim yang menjadi perihal penting. Secara keseluruhan, dialog kebijakan WFP dengan Pemerintah Indonesia akan menjadi lebih baik melalui pemanfaatan bukti dan inovasi teknologi untuk meningkatkan kemampuan prediksi dan adaptasi bencana dan peristiwa terkait alam,” kata Christa Rader, Country Representative, United Nations World Food Programme, Indonesia.

3. Terdampak gempa

petani muda
Ilsutrasi petani muda (Joharun Nasihin/flickr)

Putri R Alam, Director of Government Affairs & Public Policy Google Indonesia menyatakan perusahaan mendukung Edufarmers di area di mana teknologi dapat sangat membantu dan diharapkan bisa melakukan inovasi berbasis data.

Amri Ilmma, Chief Operating Officer, Edufarmers menyatakan bangga dapat menerima hibah dari Google.org. Dirinya berusaha meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia, antara lain pengembangan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

  Keberkahan memanen masa depan bagi petani rumput laut Wakatobi

“Selain itu juga pengembangan modul dan video pelatihan tentang keterampilan teknis pertanian dan soft-skill, pelatihan dan program pengembangan untuk petani dan pemuda, serta konferensi agri innovation untuk mendukung regenerasi petani ke pemuda dan mengakselerasi penggunaan teknologi agrikultur,” tutur Amri.

Dirinya juga menyatakan basis kegiatan Edufarmers, Bertani untuk Negeri, berada di Cianjur, Jawa Barat, sehingga terdampak gempa pada Senin lalu. Beruntung tidak ada siswa magang yang menjadi korban jiwa.

Sembari memberikan bantuan, Amri berharap program Edufarmes tetap bisa berjalan, sekaligus menjaga kegiatan mata pencaharian. Pihaknya memiliki fokus pada tanaman hortikultura, seperti sayur-sayuran.

Menurutnya, cabai adalah salah satu item yang banyak dikonsumsi masyarakat dan harga jual cukup tinggi, seandainya petani bisa menanam dengan baik. Produksinya banyak dan bisa menjualnya di waktu yang tepat juga.

Amri menyatakan memilih Cianjur terlebih dahulu untuk berkarya karena menilainya banyak area pertanian tanaman sayur-sayuran dan sudah kerja sama dengan dinas kehutanan setempat.

“Kami mengajak petani untuk langsung jual ke hotel atau restoran.”

Artikel Terkait

Artikel Lainnya