Ketika BBM murah hanya tinggal mimpi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi pengisian BBM pertalite (Majalah Suara Tambang/Flickr)

Sinyal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) murah sepertinya hampir pasti terjadi. Dengungannya pun sudah berdering di ranah pemberitaan sejak sepekan terakhir Agustus ini. Pendek kata, masyarakat harus mengubur mimpi BBM murah–yang awalnya diperuntukkan untuk kaum miskin–yang nyatanya dikonsumsi habis-habisan oleh kaum level mapan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, bahwa Republik ini hampir tak mungkin secara simultan nombok terus, menjaga agar harga BBM tetap murah. Dia bilang, diut negara sangat terbatas.

Disebutkan bahwa tahun ini, pemerintah sudah menambah anggaran subsidi energi (BBM dan listrik) menjadi Rp502 triliun. Jika konsumsi masyarakat kalangan atas BBM tidak berubah, pemerintah harus menambal sekira Rp195 triliun lagi.

Jika dikalkulasi dari anggaran tersebut, subsidi energi nyaris akan mencapai Rp700 triliun–1/3 dari total anggaran penerimaan negara 2022–yang tentunya akan memecahkan rekor subsidi energi paling besar dalam sejarah Republik ini.

Soal harga BBM, Indonesia memang ”istimewa”

Komparasi harga BBM terendah dari negara-negara lain (globalpetrolprice.com)

Selama ini kita memang dimanjakan dengan harga BBM murah–meski sebagian orang menyebutnya mahal. Tapi boleh percaya boleh tidak, bahwa harga BBM termurah di Indonesia masih relatif terjangkau, setidaknya jika dibandingkan dengan negara-negera lainnya. Lihat saja tabel infografik di atas.

  Aradea dan bukti ketangguhan domba garut bernilai fantastis

Saat ini, harga BBM Pertalite–per 31 Agustus–tercatat hanya Rp7.650/liter, jangan bandingkan dengan negara-negara mapan lainnya seperti Inggris, AS, Korsel, bahkan Singapura.

Tapi ketimbang negara-negara seperti Vietnam dan Filipina–dua negara yang selevel Indonesia–tentu harga BBM Indonesia cukup istimewa.

Bahkan di India, negara yang pendapatan per kapitanya hanya separuh dari Indonesia, harga bensin termurahnya mencapai Rp18.000/liter. Dan tentu Arab Saudi–negara penghasil minyak kedua terbesar dunia–mematok harga bensin termurahnya di angka Rp9.200/liter

BBM murah hanya tinggal mimpi

Sejak Juli lalu, harga minyak mentah dunia sebenarnya sudah kembali  turun. Meski cenderung turun, harga minyak mentah dunia diperkirakan tak akan jauh-jauh dari kisaran 80–100 dolar AS/barel–setidaknya hingga tiga tahun ke depan.

Saat harga minyak mentah seperti sekarang, Menkeu Sri Mulyani mengkalkulasikan bahwa idealnya harga pertalite dan solar masing-masing dibanderol Rp14.450/liter (pertalite) dan Rp13.950/liter (solar), atau dua kali lipat dari harga saat ini.

Jadi, hitung-hitungan itu membuat harga bensin dan solar tak mungkin lagi bisa murah, mimpi masyarakat miskin untuk menikmati harga BBM murah sepertinya harus terkubur dalam-dalam. Belum lagi lonjakan kenaikan UMR yang tak signifikan.

  5 organisasi dunia yang upayakan pemerataan distribusi pangan secara global

Artikel Terkait

Artikel Lainnya