Prediksi sampah menggunung saat masa libur Nataru 2023

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Sampah di kawasan Monas, Jakarta (Badan Informasi Publik Kementerian Kominfo/Flickr)

Tahun pergantian tahun tinggal menghitung hari, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tlah memprediksi ada potensi penambahan sampah sebanyak 22 juta kilogram (22 ton) dari pergerakan masyarakat di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

“Pergerakan masyarakat tersebut akan menimbulkan potensi sampah sekitar 22 juta kilogram sampah tambahan akan timbul dalam rentang waktu dua minggu,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati, Rabu (28/12/2022), mengutip Medcom.id.

Kampanye ”Liburan Minim Sampah”

Dengan adanya potensi penambahan sampah itu, Vivien mengungkap pihaknya telah mengambil langkah antisipatif dengan menerbitkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup tentang Pengendalian Sampah Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kampanye publik melalui media massa dan media sosial dengan tajuk ”Liburan Minim Sampah”. Hal itu untuk menggerakkan masyarakat agar ikut meminimalkan jumlah sampah dalam perjalanan maupun aktivitas liburan.

Vivien juga menyebut pihaknya telah menyiapkan beberapa materi komunikasi audio visual, seperti e-poster dan video yg berisi ajakan serta tips trik liburan minim sampah telah ditayangkan sejak akhir pekan lalu.

  5 negara tertinggi pendaur ulang sampah (2018)

Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, sekitar 44.17 juta orang atau 16,35 persen dari jumlah penduduk Indonesia akan bepergian pada masa Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Jumlah pergerakan masyarakat ini naik 3,35 persen ketimbang tahun lalu.

Survei itu juga mencatat bahwa potensi pergerakan masyarakat selama periode natal dan tahun baru ini didominasi kendaraan pribadi, yakni sebanyak 12,4 juta orang. Sementara itu, sekira 5,9 juta orang akan menggunakan kereta api antarkota, 5,2 juta orang naik bus, dan 4,8 juta orang menggunakan pesawat terbang.

Ibu Kota antisipasi sampah di tempat wisata

Pembersihan sampah di kota tua oleh relawan kebersihan (wira satyawan/Flickr)

Sejalan dengan imbauan Kementerian Lingkungan hidup, selama libur Natal Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengantisipasi penanganan kebersihan di tempat-tempat wisata Jakarta. Seperti di Kawasan Monas, Taman Margasatwa Ragunan, Kawasan Ancol, Kawasan Kota Tua, dan Taman Mini Indonesia Indah. 

“Walaupun tempat-tempat wisata tersebut ada pengelolanya, penanganan kebersihannya kita backup untuk menjamin kualitas layanan yang dirasakan warga,” kata Kepala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto dalam keterangan resmi, Rabu (21/12).

  Cerita Kota Cengkeh yang kerap menyelamatkan petani

Antisipasi lain yang dilakukan adalah pada beberapa tempat wisata dan pusat keramaian utama di Jakarta juga disiapkan bus toilet, mobil sapu jalan otomatis, menempatan dust bin, serta petugas gerobak motor yang setiap 2 jam sekali melakukan penyisiran sampah.

Dinas Lingkungan Hidup juga membuka kanal-kanal dan pengaduan penanganan sampah, melalui CRM di Aplikasi JAKI, hingga masyarakat bisa menyampaikan melalui sosial media Dinas Lingkungan Hidup, maupun Pemprov DKI Jakarta.

Sementara itu, untuk menjaga kebersihan sampah selama perayaan Natal di Jakarta, sebanyak 1.760 petugas diturunkan untuk menjaga kebersihan.

Masih banyak yang buang sampah sembarangan

Jalan protokol di Kota Bandung (Teddy Sanda/Flickr)

Dalam laporan jurnalis PRFMnews, Rifki Abdul Fahmi, Kota Bandung diserbu pelancong pada masa libur Natal akhir pekan kemarin. Selain menjadi biang kerok kemacetan di beberapa ruas jalan sentral di Kota Bandung, banyaknya pelancong membuat produksi sampah di kota Bandung turut meningkat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudy Prayudi menyebutkan volume sampah saat libur natal tahun ini meningkat atau lebih banyak dari volume sampah libur natal tahun lalu.

  Jernang, buah primadona Aceh dan Jambi dengan nilai ekonomi tinggi

“Data yang kami catat ada sedikit kenaikan dibanding tahun kemarin, kenaikannya sekitar 7 persen dari sampah yang dihasilkan tahun kemarin,” kata Dudy saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Senin (26/12).

Dudy juga menyayangkan banyak wisatawan yang membuang sampah sembarangan, hingga membuat sampah berserakan di jalanan. Ia meminta warga dan wisatawan yang akan merayakan tahun baru 2023 di Kota Bandung untuk lebih memperhatikan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya