Indonesia akan jadi produsen kratom terbesar dunia, warga AS peminat utama

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Kratom (Ahmad Fuad Morad/Flickr)

Kratom atau daun purik (Mitragyna speciosa) merupakan tanaman tropis yang banyak dijumpai di wilayah Asia Tenggara. Daun kratom merupakan salah satu tanaman yang dikenal sebagai obat herbal yang dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit.

Meski belum dimanfaatkan secara maksimal, Indonesia termasuk salah satu produsen kratom terbesar dengan mengekspor ke berbagai belahan dunia, terutama Amerika Serikat. Pemerintah pun melihat potensi ekonomi kratom yang sangat besar karena tumbuhan itu menyebar luas.

Lalu apa sebenarnya kratom? Dan mengapa Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi tanaman ini? Berikut uraiannya:

1. Mengenal kratom

Kratom (Ahmad Fuad Morad/Flickr)

Kratom merupakan tanaman tropis dari famili Rubiaceae yang berasal dari Asia Tenggara (Thailand, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina), dan Papua Nugini. Di Indonesia, tanaman ini banyak tumbuh di Kalimantan Barat (Kalbar), Sumatra, sampai ke Sulawesi dan Papua di wilayah tertentu.

Di sisi lain, di Indonesia belum banyak pemanfaatan kratom lantaran masih adanya benturan terkait regulasi. Bahkan sejumlah kalangan mengindikasikan masuk dalam golongan narkotika, namun kratom masih legal untuk ditanam dan diperjualbelikan.

  Rempah, komoditas yang membaurkan beragam suku bangsa di Sungai Musi

Daun kratom merupakan salah satu tanaman yang dikenal sebagai obat herbal yang dipercaya bisa mengobati berbagi penyakit. Namun penting untuk diketahui pula bahwa tanaman ini juga berpotensi membahayakan kesehatan apabila disalahgunakan.

2. Potensi kratom

Kratom (Ahmad Fuad Morad/Flickr)

Melihat potensi yang sangat luar biasa, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop dan UKM) Teten Masduki menginginkan dukungan regulasi yang kuat untuk keberlangsungan bisnis kratom di Indonesia, menimbang permintaan pasar terhadap komoditas tersebut sangat besar.

Teten menginginkan pelaku UMKM melirik potensi ekspor tanaman kratom ke Amerika Serikat. Mengingat tanaman ini bisa dimanfaatkan untuk sektor kesehatan. Menurutnya, Amerika Serikat dan Eropa jadi peluang besar untuk tujuan ekspor kratom, sementara Indonesia produsen terbesarnya.

“Indonesia sebagai produsen kratom terbesar salah satunya diekspor ke AS. Kami melihat potensi ekonomi kratom sangat besar, di mana kratom tumbuh menyebar luas di berbagai pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua,” kata Teten yang dikutip dari keterangan resmi.

Kemenkop UKM, katanya, juga punya rencana untuk mengembangkan kratom. Dan saat ini Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh) sudah bekerja sama dengan petani kratom di Kalimantan Barat (Kalbar) untuk pengembangan kratom melalui perhutanan sosial.

  Sihir lada hitam yang berikan kekayaan bagi petani Lampung

Namun melihat potensi ekspor dan permintaan yang sangat besar, perlu didorong dengan regulasi yang kuat demi keberlangsungan produksi kratom di pasar global. Dirinya pun berinisiatif berbicara dengan lembaga terkait, seperti Kementerian Kesehatan, BNN, Kementerian Perdagangan, dan BPOM.

3. Amerika Serikat butuh kratom

Kratom (Ahmad Fuad Morad/Flickr)

Senior Kebijakan Publik American Kratom Association (Senior fellow of public policy of AKA) Mac Haddow mengatakan banyak penduduk Amerika yang membutuhkan pengobatan melalui kratom. Sehingga ekspor tanaman kratom dari Indonesia masih sangat dibutuhkan oleh AS.

“Kami menyambut baik dan terbuka untuk menjadi mitra Indonesia dalam mendapatkan sertifikasi FDA AS, untuk mencabut peringatan impor karena adanya larangan pada bahan kratom.” paparnya.

Haddow berharap dengan perluasan pasar kratom bukan hanya bermanfaat bagi 200 ribu petani di Indonesia, tetapi juga penduduk Amerika. Dirinya menyebut potensi perdagangan kratom sebelum pandemi sangat tinggi.

Namun saat ini terjadi evaluasi dampak ekonomi produk kratom di Amerika Serikat dan diperkirakan angkanya turun hanya mencapai 1,3 miliar dolar AS atau setara Rp19,32 triliun dalam informasi yang didapatkan perdagangan Amerika.

  Akibat virus PMK, Indonesia bisa terancam kiamat susu

“Sebenarnya potensi perdagangan itu jauh lebih tinggi dari angkat tersebut, mengingat ada sekitar 15 juta populasi penduduk Amerika, bahkan bisa jadi masyarakat dunia yang mengharap bantuan dari pengobatan ini, untuk menyelamatkan hidup mereka dan itulah yang terjadi di Amerika Serikat,” katanya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya