Sejarah pisang, sumber kehidupan masyarakat Nusantara

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Pisang | @Brent Hofacker (shutterstock)

Pohon pisang (Musa paradisiaca) merupakan tumbuhan makanan yang mudah dijumpai di daerah tropis. Salah satu hal yang dicari dari tanaman ini adalah buahnya untuk dimakan. 

Selain itu buah pisang juga bisa diolah untuk beragam panganan dengan proses memasak seperti pisang goreng, pisang rebus, kolak pisang, dan lain-lain. Ada juga yang menggunakan buah pisang untuk campuran bubur bayi dan makanan kue lainnya untuk memperoleh cita rasa khas. 

Tanaman ini adalah kekayaan Indonesia karena memiliki jenis yang beragam antara lain, pisang kepok, pisang ambon, pisang raja, pisang badak, dan sebagainya. Biasanya tanaman ini sangat mudah dijumpai di perakaran rumah milik pribadi, pingiran sawah, ladang, maupun kebun.

Orang Indonesia melihat pisang tidak hanya dimaknai sebagai buah konsumsi, tetapi juga terkait dengan nilai-nilai filosofi. Misalnya dalam tradisi pernikahan di Jawa, pisang sering digunakan untuk menjadi hiasan dalam dekorasi pintu masuk mempelai wanitia dan sebagai hantaran penebusan atau sanggan.

Apalagi buah pisang dan masyarakat Nusantara tercatat memiliki ikatan sejak 700 an Masehi. Hal ini terbukti dalam relief Candi Borobudur yang telah menggambarkan pohon pisang.

  Kenalkan ayam cemani! hewan yang berbalut mitos dengan harga fantastis

Dipaparkan oleh Kebudayaan Kemendikbud, terdapat motif di Candi Borobudur yang menggambarkan bentuk pohon pisang secara utuh yang mencangkup dari batang, dahan, daun, yang diukir secara detail. Terlihat daunnya melebar dan memanjang yang tersusun secara bertumpuk lalu buah pisangnya tertumpuk dalam tandan hingga keluar dari pangkal pohon.

Karena relief ini, pohon pisang bukanlah tanaman sembarangan. Karena ini membuktikan masyarakat Nusantara telah akrab dan menganggapnya sebagai tanaman yang istimewa.

Contohnya bagi masyarakat Minangkabau, Sumatra Barat (Sumbar), pisang telah menjadi ikon dalam adat istiadat. Pisang contohnya digunakan sebagai mediasi magis pada saat pembangunan rumah.

“Ketika pembangunan rumah sudah sampai tahap konstruksi atap, maka diambil satu tandan pisang kepok yang sudah tua lalu digantungkan pada konstruksi rangka atap tersebut,” tulis Mesra, peneliti Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan dalam artikel Pohon Pisang Sebagai Ikon Budaya Visual dalam Adat Istiadat di Kabupaten Padang Lawas Utara, Tinjauan Terhadap Makna dan Perubahannya.

“Pembangunan terus berlanjut, dan pisangnya juga secara bertahap menjadi masak. Pisang tersebut boleh dimakan para tukang atau siapa pun yang menyukainya,” tambahnya.

  Potensi minyak dan gas bumi dalam kepentingan Australia klaim Pulau Pasir

Pisang sebagai buah kehidupan

Pisang Goreng (Commons Wikimedia)

Pohon pisang memiliki kebermafaatan yang sangat besar bagi manusia. Selain buahnya, manusia juga memanfaatkan pisang dari seluruh pohonnya mulai ujung daun sampai akarnya. Mereka menggunakan daun pisang sebagai wadah atau alas, pembungkus, penutup, pelindung atau payung.

Setelah daun ini kering, akan dimanfaatkan manusia sebagai pemicu hidupnya bahan bakar kayu yang lebih kuat. Daun kering ini juga bisa dimanfaatkan sebagai alas tidur yang ditumpukkan seperti kasur, juga bantal.

Batang pisang yang penuh dengan serat-serat panjang akan dimamfaatkan sebagai menjadi tali-temali yang dipintal. Beberapa yang lain menggunakanya untuk membuat benda-benda pakai seperti tas, dompet, sarung bantal kursi dan lain-lain.

Dipaparkan oleh Kompas, melihat hal ini tidak salah bila menyebut pisang sebagai buah kehidupan. Apalagi dengan kandungan kalium yang sangat banyak dalam buah ini sangat berkhasiat menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, dan memperlancar pengiriman oksigen ke otak.

Bedasarkan kebermafaatan, Made Astawan menyebut bagi kepentingan manusia, pohon pisang dibagi menjadi tiga macam, yaitu pisang serat, pisang hias dan pisang buah.

  Melihat perburuan gigi hiu megalodon yang bisa hasilkan ratusan juta rupiah

Pada pisang serat atau pisang kipas (Musa textilis), nantinya yang dimanfaatkan bukanlah buahnya, namun batangnya untuk pembuatan tekstil. Sedangkan pisang hias umumnya ditanam bukan untuk diambil buahnya, tetapi sebagai hiasan yang cantik.

“Pisang buah ditanam dengan tujuan untuk dimanfaatkan buahnya,” jelas pria yang menjadi Dosen di Departemen Teknologi, Pangan, dan Gizi-IPB.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya