3 karya lagu yang suarakan kepedulian bumi dan alam

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi musik dan alam (Ben White/Unsplash)

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan oleh setiap orang untuk menyuarakan kepedulian terhadap bumi, sesuai dengan keahliannya masing-masing. Bagi beberapa orang yang memiliki jiwa kreatif, ada yang membuat buku, ada juga yang membuat film misalnya berjenis dokumenter.

Cara lain yang juga kerap dipilih oleh segelintir kalangan dalam menyuarakan kepedulian terhadap bumi dan alam adalah lewat lagu. Tujuannya, para pendengar tidak hanya bisa menikmati alunan musik yang indah, tapi juga makna yang terkandung di dalamnya.

Apa saja deretan lagu tentang bumi dan alam yang bisa kita dengar di Hari Bumi, tepat pada tanggal 22 April ini? Berikut deretannya.

1. Rumah – Dere

Namanya mungkin belum terlalu banyak didengar, karena Dere adalah seorang penyanyi muda yang baru debut. Berada di bawah naungan manajemen Tulus (Tulus Company), penyanyi berusia 19 tahun ini belum lama merilis sebuah lagu berjudul Rumah.

Dilihat dari liriknya, lagu Rumah mengandung ungkapan tentang merawat alam dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga bumi. Dalam lagu tersebut, Dere mengaku menyalurkan keresahan akan kondisi alam yang menurutnya semakin sakit.

  Alasan mengapa hutan hujan sangat istimewa bagi lingkungan

Menurut Dere, manusia lahir, tumbuh, dan berada di bumi, tapi ia mempertanyakan mengapa manusia tidak merawat tempat tinggal mereka sendiri. Dalam lagu tersebut, Dere mengajak banyak orang untuk menjaga bumi yang menjadi tempat tinggal hingga di masa depan kelak.

“Aku tulis lagu ini bareng kak Tulus. Itu muncul dari keresahan aku, kita tukar pikiran. Akhirnya kita ke topik tentang kondisi bumi yang semakin sakit. Aku sebenarnya takut dan resah tentang masa depan. Aku enggak berumur panjang, ada bencana menyeramkan dan lainnya,” jelas Dere, mengutip merahputih.com.

2. Alam Bukan Tempat Sampah – Fiersa Besari

Sosok satu ini mungkin sudah tidak asing bagi kalangan anak muda penyuka hal-hal yang berhubungan dengan alam.  Pria yang juga dikenal selalu menuliskan cuitan kata-kata puitis di platform media sosial Twitter ini membuat lagu berjudul Alam Bukan Tempat Sampah.

Bisa ditebak, dari liriknya Fiersa menyuarakan ungkapan kalau alam dan bumi bukan tempat sampah yang bisa dikotori sembarangan oleh siapapun. Bukan hanya sebatas menyuarakan keresahan lewat lagu, Fiersa sendiri memang dikenal memiliki hobi yang berhubungan dengan aktivitas penjelajahan alam seperti mendaki gunung, dan sejenisnya.

  Selimut keangkeran yang menjaga sumber air Telaga Buret dari kerusakan

Ia juga banyak dikenal masyarakat sebagai aktivis lingkungan. Selain Alam Bukan Tempat Sampah, Fiersa sendiri sebelumnya memang kerap membuat lagu-lagu yang menggambarkan kondisi alam. Satu di antaranya Petualangan, yang punya makna ajakan menjelajah dan berpetualang untuk menikmati alam di Indonesia.

3. Plastik – Saykoji

Namanya pasti sudah tidak asing di kalangan penikmat musik tanah air, khususnya musik beraliran rap. Pada tahun 2019, Saykoji menciptakan lagu yang dia akui terinspirasi dari kepedulian terhadap lingkungan.

Berjudul Plastik, lewat lagu tersebut Saykoji secara tidak langsung memberikan edukasi mengenai tren penggunaan plastik di tengah masyarakat. Dirinya menyinggung tentang penggunaan plastik di berbagai jenis kemasan makanan dan tren pesanan online.

Tidak sendiri, ia juga berkolaborasi dengan anaknya yakni Aaron Miguel Penyami. Mereka mengingatkan mengenai fakta kalau plastik membutuhkan waktu yang lama untuk bisa terurai. Selain itu, ayah dan anak tersebut juga menyuarakan bentuk pencemaran plastik di berbagai tempat.

Mereka juga mengajak pendengar untuk melakukan gaya hidup yang bijak, seperti melakukan daur ulang sampah plastik dan memilih produk yang ramah lingkungan.

  Mengenal Vaquita, mamalia laut paling terancam yang hanya tersisa 10 ekor di dunia

Artikel Terkait

Artikel Lainnya