4 kawasan konservasi perairan di wilayah Maluku

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Punya wilayah perairan yang luas, tak heran kalau kawasan konservasi di Indonesia bukan hanya ada di darat. Yang biasanya muncul dalam bentuk cagar alam atau taman nasional. Di laut, juga ada kawasan konservasi perairan yang tersebar di berbagai penjuru.

Beberapa kawasan konservasi perairan yang dimaksud berada di Raja Ampat,Waigeo, Gili Matra, Laut Banda, dan lain-lain. Selain deretan kawasan tersebut, terdapat satu wilayah yang juga memiliki empat kawasan konservasi sekaligus, yakni Maluku.

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 267.260,44 hektare wilayah kawasan konservasi perairan di Maluku. Apa saja kawasan konservasi yang dimaksud? Berikut daftarnya:

1. Kepulauan Lease

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Coral Triangle Center (@coraltrianglecenter)

Lease atau dikenal juga dengan nama Uliase adalah sebuah kepulauan yang terletak di wilayah Maluku Tengah. Terdiri dari tiga pulau, yaitu Haruku, Saparua, dan Nusa Laut. Faktanya, salah dua dari pulau tersebut merupakan tempat asal tokoh pahlawan nasional Pattimura yang lahir di Haria, Saparua, serta Martha Christina yang lahir di Abubu, Nusa Laut.

  3 cara memasak tanpa minyak ala masyarakat tradisional Indonesia

Kepulauan ini memiliki sejumlah pantai yang kerap kali dijadikan destinasi wisata seperti Pantai Wasisil, Pantai Porto, Pantai Sirsaoni, dan Pantai Itawaka. Menariknya, semua pantai tersebut memiliki hamparan pasir putih dengan air jernis bergradasi warna biru dan toska.

2. Pulau Ai dan Pulau Run

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Muhamad Awaludien Ramadhan (@ramaawaludienn)

Ai dan Run merupakan bagian dari Kepulauan Banda yang juga berada di wilayah Maluku Tengah. Faktanya, Pulau Run dapat dikatakan sebagai pulau paling kecil dibanding pulau lain yang berada di Banda, dengan hanya memiliki luas wilayah sekitar 3 kilometer persegi.

Di balik itu, ada nilai sejarah yang dimiliki oleh pulau ini dan cukup terkenal lewat kisah penukaran dengan wilayah yang saat ini dikenal sebagai Manhattan. Kisah tersebut berawal dari keberadaan rempah berjenis pala, yang pada saat masa kolonial Belanda menjadi suatu komoditas berharga dan memicu pertikaian dengan Inggris.

Sementara itu, pulau Ai menjadi salah satu anak pulau di Banda yang memiliki kekayaan terumbu karang, biota air yang indah, serta kehidupan laut yang eksotis.

  Mengintip pesona eksotis hutan tropis Pulau Nusakambangan

3. Pulau Boano

Pulau Boano (Rifky/Rekam Nusantara Foundation)

Boano adala sebuah pulau karas (batu karang) yang terletak di bagian barat pulau Seram. Karakteristik Pulau Boano yang memiliki  pesisir luas menjadikan wilayah ini kaya akan potensi sumber daya perikanan dan pesisir. Tak heran, jika wilayah ini akhirnya dijadikan sebagai KKP yang pada akhirnya ikut diresmikan.

Menurut keterangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hampir semua tipe ekosistem pesisir ditemukan di wilayah ini. Mulai dari ekositem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Pada berbagai tipe ekosistem itu pula, hidup berbagai jenis ikan yang oleh masyarakat sekitar dijadikan sumber penghidupan.

Disebutkan, bahwa luas kawasan terumbu karang yang ada di perairan Pulau Boano mencapai 595 hektare. Dengan luas sebesar itu, masyarakat memanfaatkan area terumbu karang untuk menangkap berbagai jenis ikan, di antaranya ikan gomu, garopa, tatu, butila, kerong-kerong, dan masih banyak lagi.

4. Seram Utara dan Seram Utara Barat

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Explore Maluku (@malukuislands_indonesia)

Laut Seram juga turut diresmikan sebagai KKP karena kekayaan biota laut yang ada di dalamnya. Namun, yang paling di kenal dari perairan laut wilayah satu ini adalah karena perairan Seram dikenal sebagai jalur migrasi paus setiap tahunnya. Hal tersebut lantaran Laut Seram merupakan bagian dari Samudra Pasifik.

  Mengenal 5 jenis hutan yang ada di Indonesia

Tak jarang, seringkali diberitakan soal ikan paus yang terdampar dan mati di wilayah ini. Walau berukuran kecil dibanding Samudra Pasifik, namun Laut Seram diketahui memiliki kedalaman yang tinggi. Sehingga para ahli ekologi laut meyakini bahwa wilayah tersebut sejatinya memang menjadi jalur migrasi berbagai mamalia laut termasuk paus.

4 wilayah konservasi perairan di atas  memiliki zonasi sesuai dengan fungsi yang telah ditentukan. Di antaranya zona rehabilitasi dan zona pemanfaatan terbatas.

Sama halnya seperti wilayah lain yang lebih dulu ditetapkan sebagai kawasan konservasi, 4 wilayah di Maluku ini juga diharapkan dapat berperan penting dalam menjaga kelestarian laut dan pesisir, serta memenuhi kelangsungan hidup penduduk sekitarnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya