5 praktik eco-friendly ‘terniat’ dalam konser Coldplay di tahun 2022

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi aksi panggung Coldplay (Jareed/Flickr)

Sustainability concert tour, atau tur konser dengan prinsip ramah lingkungan sudah bukan menjadi hal baru di kalangan musisi dan pencinta musik dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, praktik eco-friendly dalam konser sendiri mungkin belum terlalu kompleks, beberapa di antaranya baru menyorot aspek paling umum seperti larangan menggunakan botol minum plastik.

Tapi, apa jadinya kalau ada kelompok musisi atau band yang secara totalitas menerapkan prinsip ramah lingkungan di hampir semua aspek penyelenggaraan konsernya?

Mulai dari penghasil energi kinetik untuk kelistrikan, rancangan transportasi yang sepenuhnya memanfaatkan BBN, panggung yang dirancang dari material daur ulang, hingga 100 persen pemenuhan konsumsi plant based termasuk rancangan bank sampah organik untuk makanan berlebih.

Coldplay, bisa dibilang jadi band pertama di dunia yang akan menggelar konser dengan praktik ramah lingkungan terbesar, lewat tur konser bertajuk Music of The Spheres. Band ini sampai menggandeng para ahli di bidang sustainability termasuk jajaran engineer di bidang terkait.

Apa saja praktik ramah lingkungan yang akan dipakai dalam tur konser Coldplay yang dimulai pada tanggl 18 Maret mendatang? Berikut beberapa contohnya yang dirangkum dari publikasi peta jalan yang mereka namakan Sustainability Initiatives.

1. Andalkan energi kinetik untuk hasilkan listrik

Baterai i3 yang digunakan di konser Coldplay (RudolfSimon/iWkimedia Commons)

Ada 5 praktik pemanfaatan EBT yang diterapkan oleh Coldplay dalam konsernya, namun dua yang paling mencuri perhatian adalah baterai isi ulang yang akan memperoleh energi dari sepeda statis, dan lantai kinetik yang dapat mengubah setiap pergerakan/langkah penggemar menjadi energi listrik.

  Apa jadinya jika semua ikan di dunia punah?

Menggandeng BMW, Coldplay menggunakan baterai daur ulang dari kendaraan listrik tipe i3 yang akan memasok energi listrik di konser mereka. Nantinya, pada setiap konser akan disediakan sepeda statis yang bisa digunakan penggemar sebagai hiburan, padahal setiap kayuhannya akan memasok energi listrik untuk mengisi ulang baterai yang dimaksud.

Sementara itu, lantai kinetik akan terpasang di seluruh permukaan stadium atau arena konser, kala penonton melompat antusias atau bergerak lincah saat menikmati musik, setiap lompatan dari ribuan orang yang ada juga akan terubah menjadi daya listrik.

2. Makanan plant-based dan pengolahan sampah organik

Makanan plant based (Daniel Acker/Bloomberg)

Menyadari jika jenis sampah terbesar di dunia adalah sampah organik yang berasal dari sisa makanan, Coldplay juga merancang pemenuhan katering mereka secara berkelanjutan mulai dari tahap awal hingga akhir.

Mereka sudah menetapkan standar jika semua menu katering kru yang terlibat akan memiliki standar menu nabati dan bebas daging. Pasokan sumber pangannya juga dipastikan berasal dari pemasok lokal atau pertanian yang mempraktikkan teknik pertanian regeneratif.

  Suku Lom, penjaga lingkungan Pulau Bangka yang mulai terancam

Pada tahap akhir, mereka akan menerapkan praktik food bank dan bermitra dengan bank makanan lokal untuk menyalurkan kelebihan stok pangan yang ada, sementara itu untuk sampah organik seperti sisa sayuran dan sampah basah akan disalurkan kepada pihak lokal yang menjalankan proses pengomposan.

3. Daur ulang panggung dan komponen pertunjukan

Ilustrasi set panggung dari bambu (drbg781/Flickr)

Coldplay memastikan, jika panggung dari setiap konser mereka akan dibangun dari kombinasi bahan ringan, rendah karbon, dan dapat digunakan kembali seperti bambu dan memanfaatkan baja daur ulang.

Konser tentu terasa tidak lengkap tanpa keberadaan komponen pendukung seperti konfeti, kembang api, dan gelang LED yang digunakan penonton. Sampai hal sekecil itu, mereka rupanya juga sudah memiliki rancangan material ramah lingkungan, di mana sebagian mengandung komponen yang dapat didaur ulang, dan sebagiannya lagi dipastikan 100 persen dapat terurai secara hayati.

4. Bahan bakar ramah lingkungan

Ilustrasi pesawat dan biofuel (ecac-ceac.org)

Sebenarnya disebutkan jika rangkaian tur konser sudah dirancang sedemikian rupa agar meminimalisir perjalanan udara, sehingga perpindahan dari satu tempat ke tempat lain bisa menggunakan transportasi ramah lingkungan seperti kendaraan listrik atau kendaraan berbahan bakar nabati.

  Pentingnya memahami makna Greenwashing

Namun, untuk sejumlah destinasi tak terhindarkan yang mesti melalui perjalanan udara baik berupa penerbangan komersial atau charter, pihak Coldplay telah berkomitmen membayar biaya ekstra agar segala bentuk penerbangan yang mereka gunakan menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan, yang selama ini memang masih menjadi komoditas terbatas, namun terbukti mampu mengurangi emisi sebesar 80 persen jika dibandingkan dengan perjalanan udara pada pesawat yang menggunakan avtur.

5. Kontribusi positif

Rancangan konser keberlanjutan Coldplay (sustainability.coldplay.com)

Terakhir, Coldplay berkomitmen untuk menyisihkan setiap 10 persen dari masing-masing aspek seperti penghasilan tur, rekaman, penerbitan, dan lain sebagainya untuk disebarkan ke sejumlah organisasi dunia yang peduli akan lingkungan, seperti ClientEarth, The Ocean Cleanup, dan One Tree Planted.

Selain itu, mereka juga telah menetapkan prinsip penanaman satu pohon untuk setiap satu tiket konser yang terjual, di mana pada proyek awal praktik penanaman pohon akan dibangun di kawasan yang memiliki potensi keanekaragaman hayati tinggi salah satunya di Asia Tenggara.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya