Ada berapa ekor spesies harimau sumatra yang tersisa saat ini?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Harimau sumatra (Helene Hoffman/Flickr)
Harimau sumatra (Helene Hoffman/Flickr)

29 Juli merupakan tanggal yang tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Harimau Sedunia (Global Tiger Day). Penetapan momentum ini diberlakukan dengan tujuan untuk mengingatkan kita semua akan bahaya kepunahan yang mengintai hewan tersebut.

Yang menarik, Indonesia rupanya jadi salah satu negara yang menginisiasi lahirnya Hari Harimau Sedunia. Bukan tanpa alasan, karena nyatanya Indonesia merupakan salah satu negara yang dulunya memiliki spesies harimau endemik beragam. Iya, dulu, karena nyatanya dua dari tiga spesies harimau endemik yang paling terkenal kini diyakini telah punah dan tinggal kenangan.

Adapun dua harimau yang diyakini punah yaitu harimau jawa dan harimau bali, sedangkan satu yang masih tersisa adalah harimau sumatra. Itu pun kini sedang bertarung melawan ancaman kepunahan yang sama dan berjuang mempertahankan populasinya.

Bicara soal populasi, berapa banyak sebenarnya individu harimau sumatra yang kini tersisa di Indonesia?

1. Sejarah Hari Harimau Sedunia

Ilustrasi harimau (Pat Charles/Flickr)

Sebelum mengetahui kondisi dan status harimau sumatra, tak ada salahnya untuk mengetahui awal mula munculnya Hari Harimau Sedunia.

  Mengenal Vaquita, mamalia laut paling terancam yang hanya tersisa 10 ekor di dunia

Mengutip laman Tiger Panda WWF, peringatan ini awalnya ditetapkan oleh 13 negara yang memiliki habitat harimau di wilayahnya. Ke-13 negara yang dimaksud yakni Laos, Rusia, India, Indonesia, Nepal, Bhutan, Thailand, China, Bangladesh, Kamboja Vietnam, Malaysia.

Ke-13 negara awalnya melakukan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Harimau yang berlangsung pada tahun 2010 di St. Petersburg, Rusia. Akhirnya peringatan tersebut terus dirayakan setiap tahun hingga saat ini.

Setiap negara termasuk Indonesia punya permasalahan populasi harimaunya masing-masing. Misalnya Kamboja, negara yang tadinya jadi salah satu habitat asli harimau Indocina. Sejak tahun 2007, mereka melaporkan kalau sudah tidak ada lagi populasi harimau di negaranya

2. Populasi harimau sumatra saat ini

harimau sumatra (Paul Noodles/Flickr)
harimau sumatra (Paul Noodles/Flickr)

Sebenarnya belum ada angka pasti mengenai berapa banyak individu harimau sumatra yang tersisa di alam. Hal tersebut lantaran pihak konservasi pemerintah masih terus melakukan penelusuran individu yang hidup di alam bebas.

Lebih detail, sebenarnya informasi dan perkembangan sisa harimau sumatra terus dilakukan sejak pertama kali diungkap pada tahun 1994.

  KLHK dan kemenangan kasasi Hutan Lindung Latimojong Tana Toraja

Mengutip keterangan di laman resmi KLHK pada tahun 2018, disebutkan bahwa jumlah harimau sumatra di alam liar kurang lebih 603 ekor. Jumlah tersebut tersebar dalam 23 lanskap di Sumatra dengan jumlah masing-masing berkisar dari 1 hingga 185 individu.

Pada salah satu kawasan misalnya Taman Nasional di Provinsi Jambi, diperkirakan ada sebanyak 183 individu harimau sumatra per bulan April 2022.

3. Perkara jerat

Harimau yang terkena jerat (Dok. KLHK)

Sayangnya, catatan populasi di atas kemungkinan terus berkurang seiring munculnya laporan kematian harimau sumatra di berbagai lokasi. Penyebabnya pun beragam, entah karena mati secara alami imbas kehilangan habitat, atau karena konflik dengan manusia.

Jerat liar yang dipasang di hutan diyakini jadi salah satu penyebab utama banyaknya kejadian harimau sumatra yang mati. Terbukti, di Indonesia sendiri bukan sekali dua kali adanya laporan harimau yang mati karena terjebak jerat pemburu.

Ternyata hal tersebut sejalan dengan pengamatan WWF. Karena bukan hanya di Indonesia, keberadaan jerat jadi salah satu ancaman nyata yang mengancam populasi harimau di kawasan Asia Tenggara.

  Rafflesia arnoldii R.Br pertama kalinya di dunia mekar di luar habitatnya

Bahkan, WWF memperkirakan ada 12 juta jerat dipasang di seluruh kawasan lindung beberapa negara Asia Tenggara. Di antaranya Kamboja, Laos, dan Vietnam di mana ketiganya merupakan negara yang sudah melaporkan kepunahan harimau secara lokal.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya