Alasan mengapa hutan hujan sangat istimewa bagi lingkungan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Hutan hujan (david feld/Flickr)

Tanggal 22 Juni kemarin menjadi salah satu hari penting di bidang lingkungan, yakni Hari Hutan Hujan Sedunia. Gerakan melindungi dan meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap jenis hutan satu ini sebenarnya sudah berjalan sejak 1986.

Namun, inisiatif untuk membuat peringatan mengenai momentum tersebut baru dimulai pada tahun 2017. Gerakannya dimulai oleh organisasi lingkungan nirlaba bernama Rainforest Partnership yang berbasis di Austin Texas, Amerika Serikat.

Berbeda dengan perayaan Hari Hutan biasa, sejatinya hutan sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis. Jenis lain yang dimaksud terdiri dari, hutan mangrove, hutan musim, hutan rawa, hutan bakau, hingga hutan lumut.

Lalu apa yang membuat hutan hujan berbeda dan terkesan lebih istimewa dibanding jenis hutan lainnya?

1. Keragaman ekosistem paling tinggi

Hewan di hutan hujan (Cornelis Bakker/Flickr)

Sesuai namanya, hutan hujan tidak pernah absen diguyur oleh air hujan sepanjang tahun. Memiliki intensitas hujan yang tinggi, umumnya curah hujan yang melingkupi bisa mencapai 1.200 milimeter per tahun.

Karena kondisi tersebut pula, musim kering pada kawasan hutan menjadi sangat pendek. Bahkan di beberapa tempat tidak mengalami musim kering sama sekali. Meski begitu, hutan jenis ini juga selalu disertai sinar matahari yang cukup untuk menyinari luas wilayahnya.

  Jejak panjang perlindungan satwa komodo dari kepunahan

Lebih dari itu, hutan hujan adalah bioma atau ekosistem skala luas yang memiliki keanekaragaman tumbuhan dan hewan paling tinggi. Dari tingkat kesuburan, potensi alam jenis hutan satu ini juga cukup tinggi.

Para ilmuwan meyakini jika kesuburan tanah yang dimiliki membuat hutan satu ini dihuni oleh lebih dari separuh spesies tumbuhan dan binatang yang ada di bumi.

Dari segi tumbuhan biasanya hutan ini didominasi oleh pohon-pohon tinggi dengan batang dan daun yang besar. Sementara itu untuk keanekaragaman hewan, kerap dijumpai berbagai spesies mamalia, primata, marsupial, reptilia, dan serangga.

2. Berperan besar

Hutan hujan di Bengkulu, Indonesia (Adriansyah Putera/Flickr)

Tidak hanya menjadi rumah bagi separuh spesies hewan dan tumbuhan yang ada di dunia. Satu peran besar yang tak dapat ditampik dari keberadaan hutan ini adalah sebagai penjaga kestabilan suhu dunia. Yang mana permasalahan tersebut menjadi persoalan sangat serius di tengah kondisi krisis iklim yang saat ini terjadi.

Hutan hujan dipastikan mampu menyerap karbon dengan intensitas yang tinggi. Karena itu, dalam salah satu skema penanganan krisis iklim, negara-negara di dunia yang tidak memiliki kawasan yang dimaksud berani membayar negara yang memiliki jenis hutan tersebut dengan nominal tinggi. Hal tersebut sebagai bentuk partisipasi dan ‘usaha’ untuk ikut menjaga kestabilan suhu dunia.

  Topeng Bebegig Sukamantri, tradisi unik melindungi mata air di perbukitan Majalengka

Ada ciri-ciri dasar yang bisa dilihat untuk bisa membedakan kategori hutan hujan dengan jenis hutan lainnya. Pertama memiliki pepohonan yang berbatang tinggi, dan memiliki temperatur atau suhu yang cenderung stabil.

Selain curah hujan yang tinggi, jenis hutan satu ini juga memiliki lapisan dasar yang gelap dan lembab. Bicara mengenai fungsi lainnya, hutan hujan juga berperan sebagai penopang kehidupan suku pedalaman, pelindung ancaman bencana alam seperti banjir dan longsor, dan penjaga kualitas serta ketersediaan air tanah.

3. Lokasi hutan hujan di dunia

Tersebar di berbagai negara, dari segi lokasi hutan hujan berada di negara-negara yang memiliki iklim tropis atau subtropis seperti Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Lebih detail, sebarannya sendiri dibagi menjadi 3 wilayah geografis utama, yang terdiri dari:

  • Wilayah Amerika Latin, tepatnya di basin Sungai Amazon. Hutan di Amazon terkenal akan keberadaan ikan pemakan daging yakni ikan piranha.
  • Wilayah Afrika, tepatnya di basin Zaire serta beberapa daerah kecil di Afrika Barat dan Madagaskar Timur.
  • Wilayah Indo-Malaysia, tepatnya di kawasan pesisir barat India, Assam (daerah di bagian timur laut dari India), Asia Tenggara–termasuk Indonesia, New Guinea (Pulau Papua termasuk Papua Nugini), Queensland, hingga Australia.
  Butuh perhatian serius, ini 5 masalah lingkungan paling besar di Indonesia

Adapun Indonesia sendiri cukup istimewa karena merupakan negara dengan area hutan hujan terluas ketiga di dunia. Di mana lokasinya tersebar di wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya