Alasan spesies istimewa ini memerlukan perlindungan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Hiu berjalan (Philippe BOISSEL/Flickr)

Populasi ikan hiu di seluruh dunia jumlah tak terhitung. Namun dari banyak jenis yang ada saat ini, tak banyak ikan spesies hiu tertentu yang sudah mendapatkan perlindungan penuh yang diberikan oleh lembaga dunia ataupun negara tertentu.

Dari sekian banyak jenis yang belum mendapatkan perlindungan penuh itu, adalah hiu berjalan (walking shark) yang spesiesnya hanya ditemukan di sejumlah perairan laut tertentu. Salah satunya adalah perairan laut di Indonesia.

Lalu apa sebenarnya hiu berjalan? Dan mengapa hewan ini perlu mendapatkan perlindungan? Berikut uraiannya:

1. Hiu yang bisa ‘berjalan’

Hiu berjalan (Alfonso Exposito/Flickr)

Jumlah populasi ikan hiu berjalan (Hemiscyllium spp.) atau disebut walking shark dalam bahasa Inggris tidka sebanyak spesies hiu lain yang ada di perairan dunia saat ini. Dari sembilan jenis yang berhasil diidentifikasi saat ini, hampir seluruhnya ada di habitat air laut tropis.

Selain di perairan laut Indonesia, hiu berjalan juga bisa ditemukan di perairan laut Australia, dan Papua Nugini. Khusus di Indonesia, terdapat enam jenis hiu berjalan yang semuanya ditemukan di perairan Indonesia Timur.

  Lungfish, ikan purba yang bisa hidup selama 4 tahun walau tanpa air

Pada 2020, Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) sudah memasukkan seluruh spesies hiu berjalan ke dalam kelompok merah. Itu artinya sembilan jenis spesies tersebut dinilai mengalami kerentanan dan kelangkaan.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKHL KKP) Andi Rusandi menjelaskan dua dari sembilan spesies hiu berjalan sudah masuk dalam kategori hampir terancam (near threatened) oleh IUCN.

“Tiga spesies dikategorikan rentan (vulnerable), dan satu spesies memiliki kategori sedikit perhatian (least concern),” paparnya yang dimuat dari Mongabay Indonesia.

2. Mudah ditangkap

Hiu berjalan (Merintia/Flickr)

Andi menyebut perlunya diberikan perlindungan istimewa karena ikan ini mudah ditangkap oleh siapa saja, utamanya para nelayan. Karena itu cepat atau lambat akan mengancam keberadaan mereka di perairan bebas.

Menurutnya tanpa ada campur tangan Pemerintah Indonesia untuk melestarikannya, maka keberadaan empat jenis hiu berjalan diperkirakan akan punah di masa mendatang. Apalagi pemanfaatan hiu berjalan yang ada di Indonesia selama ini banyak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

  Magis air mata dugong hanya mitos, dorongan penghentian perburuan disuarakan!

“Padahal, ikan ini memiliki potensi yang tinggi dari sisi pariwisata, yaitu sebagai salah satu jenis ikan yang memilki daya tarik bagi para penyelam,” sebutnya.

Karena itu dijelaskan oleh Andi, di antara upaya untuk menjaga dan menjamin keberadaan, ketersediaan, dan kesinambungan hiu berjalan di alam adalah dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman sumber daya ikan.

“Karenanya, perlu dilakukan langkah-langkah pengelolaan,” tambahnya.

3. Mulai penelitian

Hiu berjalan (Philippe BOISSEL/Flickr)

Sebagai spesies istimewa, ikan tersebut memang unik karena berbeda jika dibandingkan dengan hiu pada umumnya. Perbedaan itu terletak pada sirip mereka yang berfungsi seperti kaki pada manusia atau binatang darat, yaitu untuk berjalan.

Di satu sisi, perbedaan tersebut menjadi daya tarik bagi peneliti untuk bisa memahami lebih dalam spesies hiu berjalan. Namun di saat yang sama habitatnya menjadi terancam karena terbatas dan terisolasi.

Senior Ocean Program Lead Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia (YKCI) Vicktor Nakijuluw menyebut keberadaan hiu berjalan di alam sangat rentan dan bisa terancam punah karena aktivitas penangkapan yang berlebih.

  Ketika ikan raksasa asal Amazon berkeliaran di sungai-sungai Indonesia

“Selain itu, ancaman lainnya juga harus dirasakan ikan tersebut, karena tidak terbatas kegiatan yang berlangsung di kawasan pesisir saja,” ucapnya.

Nikijuluw melanjutkan keterbatasan penelitian dan kajian tentang hiu berjalan di Indonesia hingga saat ini masih menjadi salah satu hambatan dalam penetapan status perlindungan hiu berjalan ini. Namun demikian, melihat indikasi adanya ancaman kepunahan, maka upaya konservasi perlu dilakukan.

“Kita berharap bisa mendukung KKP untuk melengkapi dan mengumpulkan informasi tentang hiu berjalan guna menyempurnakan usulan inisiatif penetapan status perlindungan hiu berjalan di Indonesia,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya