Heboh kemunculan harimau jawa di Sukabumi, benarkah hewan ini belum punah?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi harimau (Pat Charles/Flickr)

Kabar kemunculan Harimau Jawa di Sukabumi membuat heboh setelah ditulis di media sosial Facebook Dinas Kehutanan Jawa Barat (Jabar). Hewan dengan nama latin Panthera tigris sondaica itu disebut terlihat oleh warga di kedusunan Cimandala, Desa Cipendeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Beberapa pihak pun mulai memverifikasi mengenai kabar tersebut. BKSDA Jabar telah memasang camera trap di beberapa titik yang diduga merupakan lokasi munculnya harimau ini. Sebagian pihak memang masih meragukan kebenaran penemuan ini.

Lalu bagaimana kronologi penemuan harimau jawa? Dan benarkah hewan ini memang belum punah? Berikut uraiannya:

1. Kronologi penemuan harimau

Camat Surade, Chairul Ichwan menyebut penampakan pertama harimau jawa dilihat pada tanggal 18 Agustus 2019 oleh warga bernama Riri Yanuar Fajar. Kali kedua pada 27 September tahun yang sama, Riri dan empat temannya menemukan helai bulu dan bekas cakaran si raja hutan tersebut.

“Saya konfirmasi benar adanya, tanggal 18 Agustus kesaksian saudara Riri warga kedusunan Cimandala, Desa Cipendeuy, Kecamatan Surade menyaksikan penampakan harimau diduga harimau Jawa,” kata Chairul yang dimuat Detik.

“Pada 27 September 2019, karena penasaran saudara Riri kembali melakukan penelusuran dan menemukan sehelai buku dan cengkraman kuku di batu. Namun setelah penampakan dan temuan itu, tidak lagi ada kabar atau laporan lagi dari warga,” sambungnya.

  5 hewan yang memiliki kaki terbanyak di dunia, salah satunya beracun

Chairul mengaku dari pihak pemerintah cukup senang dengan kabar tersebut meskipun belum dipastikan apakah hewan itu jenis harimau jawa atau bukan. Menyikapi hal itu, dirinya meminta masyarakat lebih arif dengan lingkungan sekitarnya.

Terutama bila melihat jejak atau penampakan dari harimau jawa agar melapor ke pemerintah desa dan aparatur pemerintah lainnya. Nanti ucap Chairul pihaknya akan berkordinasi dengan BKSDA atau Dinas Kehutanan Provinsi. Sedangkan bukti-bukti yang ditemukan warga saat ini dalam penelitian BRIN.

2. Upaya melacak

Ilustrasi harimau (ismail_umar/Flickr)

Kasubag Data Evalusasi Pelaporan dan Kehumasan BKSDA Jabar, Halu Uleo membenarkan kabar tersebut. Pihaknya juga telah memasang camera trap di beberapa titik di lokasi yang diduga menjadi tempat munculnya harimau tersebut.

“Informasi terkait harimau, dari pemantauan teman-teman di lapangan dengan camera trap. Yang didapat hanya macan tutul bukan harimau,” kata Halu.

Semenara itu terkait sampel yang ditemukan di lapangan, Halu mengatakan masih dalam penelitian BRIN. Mereka sendiri mengirim sampel bulu yang ditemukan di lapangan. Namun hingga kini belum ada perkembangan karena masih mencari pembanding untuk sampelnya.

  Mengapa burung dodo bisa punah dari muka bumi?

Khoirul Himmi, Plt Kepala Pusat Riset Zoologi Terapan Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN mengatakan pihaknya telah berdiskusi kerena mencuatnya kabar temuan hewan ini. Dari hasil diskusi ini, Khoirul menyatakan tim periset masih membutuhkan pendalaman lebih jauh.

“Tim dari Organisasi Hayati dan Lingkungan BRIN akan bekerjasama dengan BKSDA Jabar untuk turun ke lapangan mengumpulkan bukti tambahan yang diperlukan. Hal itu dilakukan untuk memperkuat dan mengkonfirmasi kesimpulan awal yang ada,” ujar Khoirul.

3. Apakah mungkin?

Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i menyatakan jika penemuan harimau jawa sangat kecil. Aan, demikian dirinya akrab disapa, menjelaskan bahwa harimau jawa sudah masuk dalam hewan yang sudah punah. Apalagi kepunahannya sudah cukup lama.

“Persebaran hewan tersebut ya sesuai namanya, memang ada di Jawa. Coraknya loreng, tapi kan hewan itu sudah dinyatakan punah cukup lama. Saya rasa ini tidak perlu dibesarkan, memang sudah tidak mungkin,” paparnya.

Dia menduga bahwa penampakan itu hanya sekadar ilusi atau kesalah pahaman, dan yang dilihat adalah spesies lain seperti macan tutul. Hal ini karena orang yang menjadi saksi juga akan takut untuk memastikan, apakah yang dilihatnya itu harimau jawa atau bukan.

  Merawat Hutan Lambusango, paru-paru dunia dari Pulau Buton

Aan memastikan bahwa kemungkinan untuk masih menemukan harimau jawa adalah hal yang tidak mungkin. Menurutnya kabar penemuan ini hanya membuat masyarakat berandai-andai hal yang tidak perlu dan membuat banyak orang berharap.

“Tidak perlu berharap ada tindakan apapun dari pemerintah, karena ya memang tidak mungkin masih ditemukan. Tidak perlu berandai-andai,” tutupnya.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya