India akhirnya memiliki cheetah kembali setelah punah 70 tahun silam

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
cheetah (Safari Partners/Flickr)

Cheetah sudah dinyatakan punah di India selama 70 tahun. Tetapi ada kabar baik, karena hewan yang satu ini akan hidup di Negeri Bollywood. Kabarnya sebanyak 8 ekor cheetah akan dikirim ke India dari Namibia. Negara ini memang memiliki populasi cheetah tertinggi di dunia.

India dahulu menjadi ruimah bagi cheetah. Tetapi hewan tercepat di darat ini kemudian punah karena berbagai faktor, mulai dari perburuan, hilangnya habitat dan kelangkaan makanan. Saat cheetah asiatik hanya bertahan hidup di Iran.

Lalu bagaimana proses mengembalikan cheetah di India? Berikut uriannya:

1. Cheetah di India

Cheetah (Safari Partners/Flickr)

Delapan cheetah dari Namibia akan mempunyai rumah baru di taman nasional India. Hewan darat tercepat di dunia ini akan muncul kembali di India setelah lebih dari 70 tahun dinyatakan punah. Cheetah terakhir kali dilihat oleh masyarakat India pada 1952.

 Dilansir dari BBC, para cheetah ini akan datang bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan India pada 15 Agustus 2022. India pun optimis akan memiliki sumber daya dan habitat untuk kembali mengenalkan kucing tercepat di dunia tersebut.

  5 hewan beracun yang ternyata bisa dimanfaatkan untuk pengobatan

“Menyempurnakan 75 tahun kemerdekaan yang gemilang dengan memulihkan spesies unggulan terestrial tercepat, cheetah, di India, akan menghidupkan kembali ekologi lanskap,” kata Menteri Lingkungan India, Bhupender Yadav dalam sebuah posting media sosial yang dimuat Detik.

Para pejabat setempat di India mengumumkan perjanjian tersebut setelah menghabiskan dua tahun bekerja untuk mengangkut cheetah. Mereka berdiskusi mengenai cara memindahkan cheetah ke India setelah pengadilan tinggi India pada 2020 memutuskan bahwa ada tempat aman untuk para cheetah ini.

“Tujuan utama dari proyek reintroduksi cheetah adalah untuk membangun metapopulasi cheetah yang layak di India yang memungkinkan cheetah untuk melakukan peran fungsionalnya sebagai predator puncak,” kata Kementerian Lingkungan India.

2. Di mana ditempatkan?

Cheetah (Safari Partners/Flickr)

Para cheetah ini kabarkan akan ditempatkan di negara bagian Madhya Pradesh, tepatnya di Taman Nasional Kuno-Palpur. Tempat ini dianggap pas bagi para cheetah hidup. India dahulunya merupakan rumah bagi cheetah, tetapi kemudian punah karena berbagai faktor, seperti perburuan, hilangnya habitat dan kelangkaan makanan.

Reintroduksi cheetah di India memiliki tujuan yang lebih besar yakni untuk membangun kembali fungsi ekologis di padang rumput India yang hilang karena kepunahan cheetah asia. Hal ini sesuai dengan pedoman Internasional Union for Conservation of Nature (IUCN) tentang translokasi konservasi.

  Keberlanjutan lingkungan lewat program karbon biru dan ekonomi biru, apa bedanya?

Cheetah merupakan hewan tercepat di darat. Satwa ini dapat lari dengan kecepatan 113 kilometer per jam. IUCN Red List of Threatened Specias yang mengatakan cheetah termasuk dalam golongan rentan hanya tersisa 7.000 ekor di dunia.

Cheetah asiatik pernah tinggal di daerah yang membentang dari Semenanjung Arab hingga Afghanistan. Saat ini, cheetah asiatik hanya bertahan hidup di Iran. Menurut otoritas Iran, hanya ada 12 ekor yang tersisa di dunia. Upaya untuk memperkenalkan kembali cheetah ke India dari Iran pada 1970 an gagal karena terjadi revolusi Iran.

3. Konflik manusia

cheetah (Safari Partners/Flickr)

Cheetah pertama di dunia dikembangbiakkan di penangkaran India selama pemerintahan kaisar Mughal Jahangir pada abad 16. Ayah dari kaisar Mughal, Akbar mencatat ada sepuluh ribu cheetah selama masanya, termasuk seribu di antaranya yang ada di istananya.

Hewan tersebut diimpor untuk olahraga di abad ke 20 dan penelitian menunjukkan bahwa setidaknya ada 230 cheetah di alam liar pada 1799 dan 1968. Di Afrika Selatan, di mana 60 persen populasi cheetah hidup, mereka menempati gurun, hutan, bukit pasir, padang rumput, hutan, dan pegunungan.

  Pohon jabon, tanaman dengan segudang manfaat yang ratusan tahun dibudidayakan

“Selama ada mangsa yang cukup, habitat bukanlah faktor pembatas. Mereka bertahan dan berkembang biak di lingkungan pemangsa dengan kepadatan tinggi dan hidup berdampingan dengan singa, macan tutul, hyena tutul, dan anjing liar, jelas Vincent van der Merwe, seorang konservasionis di Afrika Selatan.

Namun karena cheetah sering memasuki lahan pertanian untuk berburu ternak, konflik antara manusia dan hewan dikhawatirkan dapat terjadi. Padahal cheetah disebut sebagai hewan yang lembut. Kecepatan yang mereka miliki pun dipergunakan untuk menghindari konflik.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya