Membuka mata lewat 5 film dokumenter yang angkat isu kerusakan lingkungan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Poster film Tenggelam Dalam Diam | WatchDoc Documentary

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menyuarakan sejumlah permasalahan publik yang dihadapi, namun masih kurang mendapatkan perhatian yang cukup dari sebagian besar masyarakat, termasuk di antaranya masalah kerusakan lingkungan.

Salah satu cara yang dimaksud adalah dengan mengangkatnya ke dalam sebuah film, cara ini dapat dikatakan sebagai salah satu metode modern yang banyak dipilih oleh sejumlah kalangan, untuk memberikan bukti permasalahan secara nyata dengan tujuan untuk ‘membuka mata’ dan pandangan banyak orang, akan besarnya permasalahan yang sebelumnya mungkin tak terlihat.

Film yang mengangkat isu kerusakan lingkungan biasanya digarap dalam bentuk dokumenter, namun bukan berarti cerita yang dikemas tidak memiliki ketertarikan. Justru karena diangkat dari kisah nyata dan menggambarkan kondisi yang sesungguhnya terjadi, beberapa film dokumenter yang sejauh ini sudah tergarap nyatanya mendapat banyak perhatian, dan terbukti berhasil menyampaikan pesan pentingnya serta sukses membuka pandangan banyak orang.

Apa saja rekomendasi jajaran film dokumenter tentang isu lingkungan yang dimaksud?

1. Semesta

Film yang digarap oleh rumah produksi Tanakhir Films ini rilis pada tahun 2020, menyorot tujuh sosok yang berasal dari berbagai latar belakang mulai dari tempat tinggal, budaya, dan agama.

  Suku Lom, penjaga lingkungan Pulau Bangka yang mulai terancam

Masing-masing karakter dipilih dengan seksama untuk mewakili manusia dan alam Indonesia yang beragam, sudut pandang film menyorot mengenai upaya yang mereka lakukan dalam menanggulangi perubahan iklim dari sudut pandang agama dan kebudayaan masing-masing.

Dalam penggarapannya, film ini bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di bawah proyek dukungan Uni Eropa untuk membuat banyak orang lebih tanggap terhadap isu perubahan iklim.

2. Our Mother’s Land

Masih mengangkat unsur budaya dan upaya pemeliharaan lingkungan dari sejumlah tokoh tertentu, bedanya kali ini sosok yang disorot merupakan sejumlah pejuang lingkungan bergender perempuan.

Berdurasi selama 55 menit 44 detik, film dokumenter yang digarap oleh jurnalis Febriana Firdaus bersama The Gecko Project dan Mongabay ini menyorot cerita para perempuan yang menjadi pemimpin dalam gerakan melawan investor yang menjajah tanah tinggal dan hutan mereka.

Beberapa sosok yang disorot dalam film ini adalah Eva Bande, aktivis perempuan dari Banggai, Mama Aleta dari Molo, Yu Sukinah dari Kendeng, dan Fawriza Farhan sebagai penjaga hutan Leuser.

  5 praktik eco-friendly ‘terniat’ dalam konser Coldplay di tahun 2022

3. Pulau Plastik

Pertama kali tayang di bioskop Indonesia pada tanggal 22 April 2021, film ini digarap oleh rumah produksi Visinema Pictures yang bekerja sama dengan sejumlah organisasi lingkungan dan sosial seperti Kopernik, Akarumput, Greenpeace, dan Watchdoc.

Menceritakan mengenai perjuangan tiga individu yakni Gede Robi vokalis band asal Bali, Tiza Mafira pengacara muda dari Jakarta, dan Prigi Arisandi penjaga sungai dari Jawa Timur.

Ketiga sosok tersebut melawan polusi plastik sekali pakai dan menelusuri sejauh mana jejak sampah plastik menyusup ke rantai makanan, serta dampaknya terhadap kesehatan manusia. Tak berhenti di situ, mereka juga meneliti apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis polusi plastik di Indonesia.

4. Tenggelam dalam Diam

Menjadi tontonan dokumenter mengenai isu lingkungan lainnya yang digarap oleh Watchdoc, film ini menceritakan perjalanan sekelompok anak muda yang melakukan penelusuran ke kawasan pesisir pantai utara Pulau Jawa, untuk melihat sejauh mana masalah krisis iklim berdampak pada masyarakat sekitarnya.

Menyorot berbagai permasalahan yang dialami oleh masyarakat, beberapa situasi yang terangkat melalui film dokumenter ini di antaranya kesulitan air bersih, minimnya daerah resapan air, keharusan untuk meninggikan tempat tinggal, dan fenomena tenggelamnya tempat pemakaman umum serta permukaan tanah yang menurun.

  Terancam punah, ini fakta banteng liar asli Indonesia

Karena beberapa kondisi tersebut, tak heran jika film ini diberi judul Tenggelam dalam Diam.

5. Seaspiracy

Salah satu film dokumenter lingkungan yang tidak hanya membuka mata banyak penonton di Indonesia, melainkan juga dunia. Sesuai judulnya, film ini menyorot mengenai pentingnya kehidupan laut, dan ekosistem serta siklus hidup di habitat tersebut yang saat ini kian menghadapi permasalahan besar.

Menceritakan kisah perjalanan seorang warga Inggris bernama Ali Tabrizi ke berbagai tempat untuk melihat apa saja dampak negatif yang ditimbulkan manusia terhadap laut, film ini memberikan sekilas kesimpulan akhir jika konsumsi ikan mau tidak mau harus dikurangi.

Namun secara keseluruhan, Seaspiracy memberi gambaran secara gamblang mengenai hal-hal bertentangan yang selama ini tidak diketahui oleh banyak orang mengenai dunia kelautan, mulai dari sampah plastik yang merembet ke aktivitas penangkapan ikan, perburuan paus, tangkapan sampingan, dan lain sebagainya.

Foto:

  • Watchdoc Documentary
  • Tanakhir Films
  • IMDb
  • The Gecko Project
  • Netflix

Artikel Terkait

Artikel Lainnya