Penemuan gajah sumatra yang mati secara tragis di Riau

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
janin gajah yang mati bersama induknya (BBKSDA Riau via Antara)

Dan terjadi lagi, angka kematian salah satu jenis hewan langka yang mengenaskan terus bertambah. Setelah kisaran bulan April lalu ditemukan tiga ekor harimau sumatra yang mati karena jerat babi, kali ini ada gajah sumatra mengalami nasib kematian yang sama.

Dilaporkan penemuan bangkai mayatnya oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, hewan malang tersebut ditemukan di areal konsesi PT. Riau Abadi Lestari. Adapun kawasan tersebut berbatasan dengan perkebunan sawit masyarakat di Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis.

Bagaimana kronologi penemuan dan penyebab kematian gajah tersebut?

1. Kronologi penemuan

Penemuan gajah sumatra yang mati (Dok. Rimba Satwa Foundation)

Mengutip keterangan BBKSDA Riau, penemuan pertama kali sebenarnya terjadi pada hari Rabu (25/05/2022), pada pukul 12.12 WIB.

Kala itu seorang karyawan konsesi menemukan seekor gajah sumatra dengan posisi tertidur di tengah jalan, tepatnya di area kilometer 9. Karyawan yang bersangkutan kemudian melapor ke Tim gabungan BBKSDA Riau dan Rimba Satwa Foundation (RSF), yang saat itu sedang melakukan patroli.

  Heboh kemunculan harimau jawa di Sukabumi, benarkah hewan ini belum punah?

Setelahnya, tim gabungan beserta Polsek Pinggir dengan dibantu pihak konsesi mengamankan lokasi sambil menunggu Tim medis datang untuk melakukan nekropsi. Nekropsi dilakukan Tim medis Balai Besar KSDA Riau dengan didampingi dokter hewan dari Dinas Kesehatan Hewan Duri.

Tim gabungan yang disebutkan di atas kemudian melakukan pengamanan lokasi, sembari menunggu tim medis datang untuk selanjutnya melakukan nekropsi–otopsi hewan.

2. Sedang hamil

Otopsi mayat gajah sumatra dan anaknya (Dok. BBKSDA Riau via Antara)

Setelah ditelaah, diketahui bahwa gajah malang tersebut berjenis kelamin betina dan diperkirakan berusia 25 tahun. Tak berhenti sampai di situ, hal tragis lainnya adalah kenyataan bahwa sang gajah diketahui sedang dalam kondisi hamil dan akan segera melahirkan anaknya.

Menurut rilis resmi yang dipublikasi, sebenarnya belum diketahui penyebab pasti gajah tersebut mati. Namun saat kejadian, terlihat jika ada darah yang keluar dari mulut, telinga, anus, dan sekitar alat kelamin hewan tersebut. Lain itu, kondisi tubuh gajah tersebut juga kaku dan bayi di dalam perutnya sudah dalam kondisi mati.

Untuk kepastian lebih lanjut, tim medis disebut telah mengambil sampel hati, dinding usus, paru, dan kotoran Gajah. Hal tersebut bertujuan untuk melakukan uji laboratorium. Dari sejumlah foto yang beredar juga terlihat jika anak gajah yang sedang dikandung akhirnya dikeluarkan dari perut gajah malang tersebut.

  Miliki kesadaran konservasi, warga kembalikan 1 dari 11 spesies kucing hutan langka ke BKSDA

Kemudian dengan bantuan alat berat konsesi, tim medis dan balai konservasi menguburkan bangkai gajah beserta anaknya di lokasi kematian.

3. Diduga karena racun

Gajah sumatra yang mati (Dok. Rimba Satwa Foundation)

Meski masih dalam penelitian lebih lanjut, Fifin Arfiana Jogasara selaku Pelaksana Tugas Kepala BBKSDA Riau menyampaikan dugaan sementara penyebab kematian gajah tersebut.

“…dugaan sementara kematian gajah tersebut disebabkan oleh racun,” ujar Fifin, mengutip Kompas.com.

Kematian kali ini jelas menambah angka kematian yang terjadi dari gajah sumatra di tanah aslinya. Hal tersebut juga diyakini merupakan puncak konflik dari adanya pembukaan lahan untuk wilayah perkebunan sawit.

Tercatat jika selama 3 tahun mulai dari 2017-2020 saja, ada sebanyak 25 gajah sumatra yang mati. Adapun angka kematian tersebut tersebar di sejumlah wilayah dengan catatan, 18 kejadian mati di Aceh, 3 kematian di Riau, dan 4 kematian di Jambi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya