Sekolah Mangrove dan upaya pelestarian lingkungan pesisir Pantai Tawabi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Mangrove di Indonesia (Blue Forests/Flickr)

Setiap tanggal 26 Juli diperingati sebagai Hari Mangrove sedunia. Belum terlalu lama, sebenarnya momen ini baru ditetapkan oleh PBB melalui UNESCO pertama kali pada tahun 2015.

Penetapan Hari Mangrove Sedunia merupakan buah hasil dari inisiasi Ekuador dengan dukungan dari GRULAC (Group of Latin America and Caribbean). Ekuador bersama negara anggota grup tersebut sebelumnya sudah lebih dulu merayakan Hari Mangrove di tanggal yang sama sejak 1998.

Akar peringatannya, kala itu Ekuador menyuarakan aksi penolakan terhadap penebangan mangrove yang semakin merajalela. Padahal, mangrove sendiri punya peran besar dalam kelangsungan berbagai makhluk hidup di wilayah pesisir.  

1. Peran besar mangrove

Mangrove Indonesia ((Blue Forests/Flickr)

Mangrove adalah jenis tanaman yang hidup di habitat air payau dan laut. Keberadaannya umum terdiri dalam jumlah besar sehingga membentuk kawasan yang disebut hutan mangrove. Biasanya wujud hutan yang dimaksud banyak ditemukan pada kawasan muara dengan struktur tanah rawa dan/atau padat.

Berdasarkan penjelasan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mangrove jadi salah satu solusi yang sangat penting untuk mengatasi berbagai jenis masalah lingkungan.

  Mentilin, satwa identitas Bangka Belitung yang kondisinya terancam

Pertama, hutan mangrove dapat memasok nutrisi berupa kesuburan tanah yang ada di sekitarnya. Hal ini disebabkan karena letak dari tumbuhnya hutan mangrove berada sekaligus di antara daratan dan lautan.

Tanaman mangrove juga berperan sebagai produsen pada rantai makanan bagi ekosistem laut. Biasanya, ikan-ikan kecil dan kepiting menggantungkan hidup dengan memakan daun tanaman mangrove untuk keberlangsungan hidup mereka.

Lain itu mangrove juga berperan dalam menjaga kebersihan dan keberlangsungan lingkungan. Hal ini terbukti karena hutan mangrove yang ada disekitar tepian pantai akan membuat air menjadi jernih. Berbeda dengan wilayah tepian pantai yang tidak ditumbuhi dengan hutan mangrove.

Tidak hanya itu, hutan mangrove juga dapat melindungi pantai dari abrasi dan hempasan ombak secara langsung.

2. Sekolah mangrove Tawabi

Kesepakatan program sekolah mangrove Tawabi (seacology.org)

Di Indonesia, berutungnya kesadaran akan pentingnya keberadaan mangrove sudah cukup meluas. Salah satunya bagi masyarakat di Desa Tawabi, Kecamatan Kayoa, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Meski tak dimungkiri, kesadaran tersebut juga bisa terjadi karena adanya dukungan dari berbagai organisasi nirlaba pemerhati lingkungan. Di Desa Tawabi, kelestarian hutan mangrove dapat berjalan karena adanya program sekolah mangrove. Program tersebut didukung oleh Seacology, sebuah organisasi nirlaba lingkungan asal AS.

  Ekowisata mangrove di Kepulauan Riau, cara jaga hutan agar bermanfaat bagi masyarakat

Sekolah mangrove yang dimaksud memiliki tujuan menjadi sumber pengetahuan bagi anak-anak dan masyarakat Desa Tawabi. Dan di saat bersamaan juga bertujuan agar desa tersebut menjadi contoh bagi desa lainnya di wilayah sekitar, agar memahami perihal karakteristik dan manfaat mangrove.

Dalam pelaksanaannya, program sekolah akan dilengkapi dengan berbagai kegiatan seperti pembibitan serta penanaman mangrove. Dan rencana pembangunan taman menanam mangrove yang mudah dijangkau dan terintegrasi.

3. Mengapa Tawabi?

Mangrove jenis Sonneratia sp di Desa Tawabi (Mongabay Indonesia)

Sebenarnya masih banyak wilayah lain di Indonesia yang memiliki kawasan hutan mangrove. Misalnya di Belitung, sejumlah pantai timur Sumatra, atau pantai barat dan selatan Kalimantan.

Tapi, ada alasan di balik dipilihnya Desa Tawabi sebagai wilayah yang akan mendapatkan kesempatan program sekolah Mangrove. Di desa tersebut pasalnya terdapat keberadaan posi-posi lokal Maluku Utara berjenis Sonneratia sp. yang cukup padat.

Sekadar informasi, Sonneratia sp. atau dikenal juga dengan nama perepat dan pidada putih, adalah jenis pohon penyusun hutan mangrove itu sendiri. Pohon berbatang besar ini sering terdapat di bagian hutan yang dasarnya berbatu karang atau berpasir. Posisinya juga langsung berhadapan dengan laut terbuka.

  Sejauh mana upaya pemulihan terumbu karang di Indonesia?

Menilik riwayatnya, disebutkan kalau mangrove berjenis Sonneratia ini banyak tumbuh mengelilingi Desa Tawabi. Namun karena dianggap mengganggu pemandangan kampung, akhirnya pohon tersebut ditebang sampai nyaris habis.

Hal itu dilakukan karena ketidak pahaman masyarakat sekitar dari manfaat sesungguhnya pohon tersebut bagi lingkungan.

“Dulu, di depan kampung ini banyak posi-posi (Sonneratia), karena tidak diketahui manfaatnya mereka tebang. Begitu juga banyak karang yang rusak karena bom dan potassium. Semoga makin bertambah informasi dan pengetahuan warga kesadaran juga makin tinggi,” ungkap Ridwan, selaku Kepala Desa Tawabi mengutip Mongabay Indonesia.

Karena itu, program sekolah mangrove yang digagas diharapkan dapat memberi pemahaman kepada masyarakat sekitar.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya