Atensi dan dukungan positif atas perayaan Hari Orangutan Sedunia 2022

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Orangutan (Perl Photography/Flickr)

Jumat 19 Agustus 2022 seluruh dunia memerigati Hari Orangutan Sedunia atau World Orangutan Day. Mengutip laman worldorangutanevents.org, peringatan Hari Orangutan Sedunia bertujuan untuk mendorong masyarakat dunia dalam mengambil tindakan dalam melestarikan spesies menakjubkan ini.

Secara umum, hewan endemik Indonesia ini terdiri dari tiga spesies, yakni Orangutan Sumatra (Pongo abelii), Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), dan Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).

Data dari sumber yang sama menyebut bahwa sejak tahun 1992-2000 populasi Orangutan Sumatra telah menurun lebih dari 50 persen. Sementara Orangutan Kalimantan turun hampir 43 persen dalam satu dekade terakhir.

Ironisnya, sejak studi dilakukan terlihat bahwa laju deforestasi terus meningkat yang tentunya berpotensi untuk semakin menajamkan penurunan populasi orangutan.

Bersatus kritis

Orangutan (safi kok/Flickr)

Mengutip WWF, ketiga spesies orangutan saat ini berstatus kritis (Critically Endangered/CR) dan masuk dalam daftar merah IUCN. Salah satu penyebabnya adalah hilangnya habitat asli orangutan, yakni hutan yang luasannya terus tergerus.

Jumat (19/8/2022), Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang merupakan habitat orangutan mengunggah dalam akun instagram resminya, bahwa tekanan dan ancaman bagi populasi serta habitat orangutan saat ini membutuhkan upaya dan dukungan bersama dari berbagai pihak terkhusus soal konservasi.

  Pembangunan IKN dicemaskan rusak kantong sebaran orangutan, ini jawaban KLHK

Sementara Ketua Dewan Kehutanan Daerah (DKD) Sumatra Utara, Panut Hadisiswoyo, mengatakan kritis orangutan dibutuhkan keseriusan atas ancaman manusia. Karena memang tak sedikit kasus yang melibatkan konflik orangutan dengan manusia.

Panut menyebut bahwa upaya mengatasi kritis orangutan ini memang tak selalu menemukan jalan mulus, terutama soal menghentikan perburuan dan perdagangan hewan langka endemik.

Pendek kata, Panut bilang bahwa saat ini orangutan tidak dalam keadaan baik-baik saja. Hal ini menjadi tantangan semakin besar, dengan tekanan yang sangat tinggi dari berbagai aspek. Kebutuhan perluasan lahan, untuk pembangunan, perkebunan, infrastruktur jalan, dan lainnya.

Lalu, sebenarnya seperti apa atensi masyarakat daring dalam merespons Hari Orangutan Sedunia pada tahun ini? Berikut paparannya.

Atensi tinggi dengan dukungan positif

Isu terkait Hari Orangutan Sedunia pada rentang sebulan terakhir (21 Juli-20 Agustus 2022), melonjak pada pekan ketiga Agustus 2022, tepatnya Jumat (19/8), dengan 87 penyebutan (mention) serta sebaran (reach) yang tercatat di angka 1,2 juta.

Sementara dari 203 mention, sentimen positif mendominasi dengan angka 53, dan sebaliknya–negatif–hanya bercokol diangka 1 saja. Artinya, nilai kepedulian dan atensi dari kampanye Hari Orangutan Sedunia cukup mendapatkan tanggapan positif.

  Hari Peduli Sampah Nasional, seperti apa gambarannya?

Terkait analisis kata kunci Hari Orangutan Sedunia, ada dalam tabel infografik berikut.

Infografik di atas menggambarkan bahwa pemberitaan online masih mendominasi dalam penyebutan Hari Orangutan Sedunia dengan persentase sebanyak 40,9 persen (83 mention). Sedangkan konten berbasis visual/video mendulang persentase sebanyak 17,2 persen (35 mention).

Ranah forum dan blog, secara umum menyumbangkan 8,9 persen dan 7,9 persen sebaran, yang menandakan bahwa hari satwa endemik tersebut kurang mendapat respons diskusi yang begitu signifikan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya