Dunia bersorak, buaya berkalung ban akhirnya terbebas

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Buaya berkalung ban (Mohammad Taufan/AP Photo via nbc4i.com)

Terbebasnya seekor buaya muara dari lilitan ban yang menderanya selama 6 tahun, berhasil menyita pemberitaan, baik dari kalangan pegiat lingkungan, masyarakat umum, dan tentunya Bakai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah.

Fenomena ini menjadi pusat perhatian tidak hanya bagi warga Palu, melainkan juga masyarakat lingkungan di seluruh Indonesia bahkan dunia.

Pada Senin (7/2/2022), berkat seorang pria sederhana bernama Tili, dengan peralatan yang sederhana pula, sang buaya akhirnya terbebas dari jeratan yang selama ini membelenggunya. Uniknya, Tili mengaku telah 3 kali mencoba untuk melakukan hal serupa melalui beberapa ritual, namun gagal.

Tapi, kali ini dia berhasil melakukannya.

Selain berhasil menyelamatkan buaya kembali ke habitatanya dengan kondisi yang aman, Tili juga diganjar hadiah oleh BKSDA Provinsi Sulawesi tengah. Fakta-fakta terkait pemberitaan itu dapat di baca di sini.

Lantas, seperti apa atensi dan gambaran pemberitaan media dan ranah media sosial terkait terbebasnya buaya dari jeratan ban motor tadi. Berikut gambarannya.

Buaya berkalung ban dalam atensi pemberitaan dan media sosial 

Jika ditarik rentang waktu dalam sepekan terakhir (25 Januari-10 Februari 2022), penyebaran kata kunci buaya berkalung ban tertinggi berada di tanggal 7 Februari 2022, dengan jumlah sebaran 2,2 juta. Kemudian terus menurun hingga 10 Februari 2022.

  Masuk Indonesia, isu cacar monyet terkatrol sepekan belakangan

Secara umum, penyebutan (mention) terkait kata kunci buaya berkalung ban dalam dua pekan terakhir mendulang sebaran sebanyak 8 juta sebaran, baik diranah media sosial maupun di non-media sosial.

Sementara sentimen dari kata kunci buaya berkalung ban, mendapatkan reaksi positif tertingginya pada 7 Februari dengan 15 mention, namun pada waktu yang sama sentimen negatifnya juga cukup tinggo dengan 17 mention.

Secara umum, sentimen terkait kata kunci ini didominasi oleh sentimen negatif dengan 41 mention, sementara sentimen positifnya hanya 35 mention.

Secara umum, analisis kata kunci buaya berkalung ban ada dalam tabel infografik berikut.

Dalam infografik di atas terlihat sebutan kata kunci buaya berkalung ban terjadi pada 7 Februari 2022, dibarengi dengan sentimen negatif yang cukup tinggi.

Pemberitaan media online, platform berbasis video, dan ranah web, masing-masing menyumbangkan angka sebaran sebanyak 48,8 persen, 46 persen, dan 4 persen.

Pemberitaan media

Untuk pemberitaan terkait buaya berkalung ban, didominasi oleh kanal video dalam sebarannya. Dari 10 besar kanal media berbasis video, tvONEnews berhasil mendulang sebaran tertinggi dengan volume sebaran 24,87 persen. Kemudian disusul kanal video Tribunnews.com dengan sebaran sebanyak 20,63 persen.

  Terbebas setelah 6 tahun, ini 5 fakta tentang buaya berkalung ban di Palu

Selanjutnya ada kanal video Official iNews mencatatkan 16,73 persen sebaran, dan kanal video Tribun Timur dengan 11,26 persen.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya