Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, apa kabar flora fauna endemik Indonesia?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Rangkong (Rizan Hadziqi/Flickr)

5 November tiap tahunnya umum diperingati sebagai Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Jadi satu dari sekian banyak peringatan lingkungan tahunan, momen ini bertujuan meningkatkan perlindungan dan pelestarian flora fauna, khususnya yang bersifat endemik.

Di tahun 2022 ini, Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) mengangkat tema “Potensi Plasma Nutfah Puspa dan Satwa Indonesia bagi Pembangunan Ekonomi Nasional”.

Mengutip penjelasan di akun instagram resmi @kementerianLHK, tema ini diangkat dengan tujuan untuk mengingatkan perlunya perlindungan plasma puspa dan satwa Indonesia. Perlindungan dilakukan sebagai aset dasar negara bagi pembangunan ekonomi nasional demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan.

Bicara mengenai puspa dan satwa atau flora dan fauna, Indonesia sendiri memiliki ribuan spesies endemik yang cukup dibanggakan. Seberapa banyak jumlahnya dan datang dari spesies apa saja? Berikut penjelasannya.

1. Sejarah Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

(Sijanto Nature/flickr)

Sebelum membahas mengenai detail flora dan fauna yang dimiliki Indonesia, penting mengetahui bagaimana HCPSN lahir dan diperingati hingga detik ini.

Mengutip Detik.com, penetapan HCPSN sudah diteken sejak tahun 1993, tepatnya melalui Keppres RI Nomor 4, yang ditandatangi oleh Presiden Soeharto. Dalam upacara penetapannya, Soeharto menyampaikan pesan bermakna mengenai tujuan lahirnya HCPSN.

“Untuk terus menerus meningkatkan diri kita agar kita selalu menjaga kelestarian fungsi lingkungan, maka kita telah menetapkan satu hari dalam setahun sebagai hari yang menggugah kesadaran dan kecintaan kita semua pada puspa tanaman dan satwa alam kita.” ujarnya.

  Indonesia alami ancaman kepunahan burung tertinggi di dunia

Sejak saat itu pula, sebenarnya baik dari flora dan fauna ada masing-masing tiga spesies yang ditetapkan sebagai puspa dan satwa nasional.

Tiga jenis satwa yang ditetapkan sebagai satwa nasional yakni Komodo, Ikan Siluk Merah (satwa pesona), dan Elang Jawa (satwa langka). Sementara itu tiga flora yang ditetapkan sebagai satwa nasional adalah melati (puspa bangsa), anggrek (puspa pesona), dan Padma Raksasa (puspa langka).

2. Fakta flora atau puspa yang ada di Indonesia

Rafflesia I Shahir Sulaiman (Flickr)
Rafflesia I Shahir Sulaiman (Flickr)

Apakah puspa atau flora endemik Indonesia hanya terdiri dari tiga spesies di atas saja? Tentu tidak.

Sebelum spesifik pada yang berstatus endemik, mengutip pencatatan LIPI, keanekaragaman spesies flora Indonesia terdiri dari berikut: 1500 spesies algae, tumbuhan berspora berupa 80.000 spesies jamur, dan 595 spesies lumut.

Lain itu ada juga 2.197 spesies paku‐pakuan dan 40.000 spesies tumbuhan berbiji. Disebutkan bahwa kekayaan spesies flora Indonesia mewakili sekitar 15,5 persen dari total jumlah flora di dunia.

Sementara itu menurut penjabaran dari sumber lain, berdasarkan persentase jumlah yang disebutkan di atas sekitar 40 persen di berstatus endemik.

  Penghargaan swasembada beras dan petani Indonesia dalam ranah daring

Sebagai gambaran, sedikit catatan spesies flora di Indonesia terdiri dari 4.000 spesies Orchidaceae atau anggrek-anggrekan. Lain itu, Indonesia juga memiliki tumbuhan berkayu dari famili Dipterocarpacea mencapai 386 spesies. Dan dari famili Myrtaceae serta Moraceae mencapai 500 spesies.

Fakta menarik lainnya lagi, dari 1.200 spesies bambu yang tumbuh di bumi, 122 spesies di antaranya tumbuh di Indonesia. Ditambah, jumlah spesies pohon meranti Dipterocarpaceae di Indonesia terbanyak di dunia dengan lebih dari 400 spesies.

3. Fakta fauna atau satwa yang ada di Indonesia

Komodo, salah satu hewan yang bisa berkembang biak sendiri (Sandi Lesmana/Flickr)

Bagaimana dengan hewan atau satwa? Tak kalah mengagumkan, diperkirakan sebanyak 300 ribu jenis satwa liar atau sekitar 17 persen satwa di dunia terdapat di Indonesia.

Hal tersebut jelas mengagumkan karena faktanya luas Indonesia hanya 1,3 persen dari luas daratan dunia. Dari ratusan ribu spesies tersebut, ada juga sebagiannya yang bersifat endemik.

Diperkirakan jika Indonesia memiliki 165 spesies mamalia endemik, 397 spesies burung endemik, lebih dari 150 reptil endemik, serta lebih dari 100 amfibi endemik.

Sayangnya meskipun dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi, Indonesia juga menyandang status negara dengan daftar panjang satwa liar yang terancam punah.

Saat ini, jumlah satwa liar Indonesia yang terancam punah menurut IUCN terdiri dari 184 jenis mamalia, 119 jenis burung, 32 jenis reptil, dan 32 jenis ampibi. Lain itu jumlah total spesies satwa yang terancam punah dengan kategori kritis (critically endangered) ada 69 spesies. 179 spesies dalam kategori endangered, dan 539 spesies dalam kategori rentan (vulnerable).

  Gagah namun rentan, mengenal kucing merah endemik Kalimantan

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dalam ranah daring

Sepanjang sepekan terakhir, Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional mendapat atensi sebanyak 134 sebutan (mention) dan 4,1 juta sebaran (reach). Atensi tertinggi ada pada Jumat (4/11/2022), dengan 41 mention dan 1,3 juta reach.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, sentimen didominasi oleh sentimen positif dengan mendulang 7 mention. Tentu saja, kanal pemberitaan daring menjadi yang tertinggi memberikan atensi dengan komposisi sebesar 62,7 persen (84 mention).

Hal ini menandakan bahwa atensi masyarakat digital cukup mengapresiasi peringatan pelestarian flora dan fauna serta ekosistem diversitas yang ada di Indonesia saat ini. terlebih, Indonesia dikenal sebagai surga bagi para flora dan fauna endemik yang tak ditemukan di belahan dunia lain.

Upaya untuk terus melestarikan keanekaragaman hayati itu tentu masih menjadi pekerjaan yang harus terus menerus dilakukan agar ekosistem mereka tak punah di masa depan. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya