Hari Paus Sedunia, Indonesia minim pemberitaan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Paus bungkuk (Hogarthoriginals/Flickr)

Setiap tahun, pada tanggal 20 Februari, dunia merayakan Hari Paus Sedunia/World Whale Day untuk mengingatkan kita akan tantangan yang dihadapi mamalia laut raksasa ini untuk berkembang di planet ini.

Para ilmuwan percaya bahwa paus pertama kali menandai kehadiran mereka di muka bumi sekitar 50 juta tahun yang lalu. Faktanya, tahun lalu, ahli paleontologi Mesir menemukan fosil paus berkaki empat berusia 43 juta tahun yang berjalan di darat dan berenang di lautan luas.

Fosil itu milik anggota protocetidae—kelompok spesies yang punah mirip dengan paus yang hidup selama zaman Eosen antara 56 juta dan 33,9 juta tahun yang lalu.

Secara umum, paus diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni bergigi dan balin. Seperti namanya, paus bergigi memiliki gigi, yang mereka gunakan untuk berburu dan memakan mangsanya.

Tak ada yang menyangkal pula bahwa paus merupakan salah satu hewan yang membantu keseimbangan iklim. Kotoran paus yang kaya akan zat besi menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi pertumbuhan fitoplankton—tanaman kecil di laut yang menarik karbon dari atmosfer sambil memproduksi oksigen.

  BNI, stop danai batu bara!

Diperkirakan, fitoplankton laut menghasilkan 50 hingga 85 persen oksigen yang kita hirup, dan menangkap sekitar 40 persen karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan planet ini, yang empat kali lipat jumlah yang terperangkap oleh hutan hujan Amazon!

Sebuah studi yang dilakukan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) juga mengungkapkan, bahwa rata-rata paus besar menyerap 33 ton (sekitar 29.937 kilo) CO2 selama hidupnya, dibandingkan dengan rata-rata pohon yang menyerap hingga 48 pon (21 kg) CO2 per tahun.

Ketika hewan-hewan ini mati, karbon menjadi bahan bakar untuk ekosistem laut dalam atau dimasukkan ke dalam sedimen laut jauh di dalam dasar laut.

Dari kenyataan-kenyataan yang disebutkan di atas, lantas seperti apa Hari Paus Sedunia/World Whale Day di ranah pemberitaan dan media sosial? Berikut catatannya.

Hari paus sedunia dalam pemberitaan dan sebaran media sosial 

Jika ditarik rentang waktu dalam sebulan terakhir (21 Januari-20 Februari 2022), penyebaran kata kunci Hari Paus Sedunia/World Whale Day, kata kunci tertinggi berada di tanggal 19 Februari 2022, dengan jumlah sebaran 412.294. Kemudian terus menurun hingga 20 Februari 2022.

  Masih sedikit yang peduli dengan Hari Gunung 2021

Secara umum, penyebutan (mention) terkait kata kunci Desa Wadas dalam kurun itu mendulang sebanyak 104, dengan sebaran sebanyak 2,09 juta, baik diranah media sosial maupun di non-media sosial.

Sementara sentimen dari kata kunci Hari Paus Sedunia didominasi oleh sentimen positif, dengan catatan tertingginya terjadi pada tanggal 19 Februari dengan 14 sebutan (mention). Total sentimen pada kata kunci itu mendulang angka sebanyak 43, dengan rincian 41 (positif) dan 2 (negatif).

Secara umum, analisis kata kunci Hari Paus Sedunia/World Whale Day ada dalam tabel infografik berikut.

Dalam infografik di atas terlihat sebutan kata kunci Hari Paus Sedunia/World Whale Day terjadi pada 19 Februari 2022, dibarengi dengan sentimen positif yang cukup tinggi.

Pemberitaan media online, platform berbasis video, dan ranah forum, masing-masing menyumbangkan angka sebaran sebanyak 37,5 persen, 10,6 persen, dan 6,7 persen.

Untuk pemberitaan terkait Hari Paus Sedunia/World Whale Day, didominasi oleh pemberitaan online dari media luar negeri. Seperti Wfla.com (5,5 juta sebaran), Boards.cruisecritic.com (3,7 juta sebaran), dan Today.oregonstate.edu (3,7 juta sebaran).

  Atensi dan dukungan positif atas perayaan Hari Orangutan Sedunia 2022

Sayangnya, pemberitaan dari ragam media di Indonesia belum terlalu banyak memberitakan soal hari hewan mamalia raksasa samudra ini. Padahal, tak sedkit gerakan-gerakan lingkungan yang berupaya melakukan konservasi di wilayah perairan Indonesia.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya