Nama Pulau Wawonii mendadak melesat 10 hari terakhir. Ada apa di sana?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Pulau Wawonii (Tri Ilmiah Fattah/Flickr)

Menjawab judul di atas, ternyata ada aktivitas penambangan nikel yang dilakukan oleh PT Gema Kreasi Perdana (GKP) di Roko-Roko Raya, Pulau Wawonii, yang disebut bakal berdampak pada ekosistem lingkungan. Setidaknya demikian kata organisasi lingkungan Walhi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pernyataan tadi berdasarkan analisis Walhi Sultra, yang menyebut akan ada tujuh sungai yang terancam akibat aktivitas tambang tersebut.

Dalam keterangan Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sulawesi Tenggara, Sahruddin, menyebut lokasi PT GKP berada di dataran yang lebih tinggi dari permukiman warga. sehingga harus membuat jalan untuk aktivitas tambangnya, dan berpotensi menutup aliran sungai.

“Ada 7 sungai yang terancam. Itu hasil dari kajian amdalnya ya. Dia (PT GKP) kan di gunung, itu harus buka jalan memang. Jalan itu pasti akan menutup sungai,” kata Sahruddin, dalam CNN Indonesia, Selasa (8/3/2022).

Sementara keterangan dari Manajer Pengkampanye Tambang dan Energi Walhi, Fanny Tri Jambore Christanto, bilang bahwa proyek tambang nikel itu telah menghancurkan mata air yang menjadi sumber air minum masyarakat di sejumlah kecamatan, khususnya Wawonii Tenggara dan Wawonii Selatan.

  Serangan angin puting beliung melonjak sepekan terakhir

“Padahal berdasarkan data BPS Kabupaten Konawe Kepulauan tahun 2019, untuk menjalankan kehidupan sehari-hari, sebanyak 76,63 persen masyarakat Pulau Wawonii sangat tergantung dengan sumber mata air,” kata dia dalam keterangan tertulis Walhi, Selasa (8/3).

Berpotensi merusak ekosistem pesisir

Merujuk penelitian Walhi pada 2019 silam, tambang nikel tersebut juga telah menyebabkan kerusakan ekosistem pesisir di Pulau Wawonii. Tak sedikit nelayan di Desa Masolo, Kecamatan Wawonii Tenggara, melaporkan bahwa lebih dari dua hektare terumbu karang mengalami kerusakan yang cukup parah.

Selain itu, meski pertambangan nikel di atas hutan, limbahnya akan berakhir di pesisir atau laut. Dampak itu boleh jadi akan semakin lebih parah jika aktivitas pertambangan terus dilakukan.

Sementara Wakil Bupati Konawe Kepulauan (Konkep) Andi Muhammad Lutfi, sebelumnya mengatakan bahwa PT GKP telah memiliki izin aktivitas pertambangan. Ini mengacu pada Perda Konkep Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang didalamnya mengatur adanya pertambangan dan industri.

Terkait aktivitasnya, melalui siaran resmi perusahaan, Humas PT GKP, Marlion, menyatakan lahan tersebut telah dibeli oleh pihak perusahaan secara resmi dengan pemiliknya yang sah. Ini sekaligus menegaskan PT GKP membantah melakukan penyerobotan. 

  Hari Paus Sedunia, Indonesia minim pemberitaan

Lain itu, Marlion menyebut lahan yang diklaim diserobot–pihaknya–diduga tidak memiliki dasar hukum dan alas hak yang jelas, sebagaimana diatur oleh pemerintahan desa setempat.

Lantas seperti apa persoalan Wawonii ini dalam pemberitaan dan sebaran di ranah pemberitaan dan media sosial? Berikut gambarannya.

Wawonii dalam sebaran pemberitaan dan media sosial

Menarik rentang sebulan terakhir (8/2-8/3/2022), penyebaran kata kunci Wawonii di Indonesia mendadak melonjak sepanjang 10 hari terakhir diiringi dengan tagar #SaveWawonii, yang tertingginya ada di tanggal 3 Maret 2022, melalui jumlah sebutan kata kunci (mention) sebanyak 46, dengan persebaran (reach) yang tercatat mencapai 513.017, di ranah pemberitaan online maupun media sosial.

Secara umum, penyebutan (mention) terkait kata kunci Wawonii dalam periode itu mendulang angka sebanyak 237, sementara sebarannya mencatatkan angka 2,2 juta.

Adapun sentimen dari kata kunci Wawonii didominasi oleh sentimen negatif dengan 21 mention yang terjadi pada tanggal 2 Maret (4 mention), 6 Maret (5 mention), dan 8 Maret (5 mention). Sementara sentimen positifnya mendulang 9 mention–tertingginya pada 6 Maret (3 mention).

Terkait analisis kata kunci Wawonii ada dalam tabel infografik berikut.

  BBM naik lagi, dilema di awal bulan suci

Dalam infografik di atas terlihat sebutan kata kunci Wawonii angka tertingginya terjadi pada 3 Maret 2022, dibarengi dengan dominasi sentimen negatif.

Pemberitaan media online, platform video, dan ranah blog, masing-masing menyumbangkan angka sebaran sebanyak 43,9 persen, 29,1 persen, dan 5,1 persen.

Pemberitaan media

Untuk pemberitaan media terkait kata kunci Wawonii, didominasi oleh pemberitaan online. Dari 10 besar media yang memberitakan terkait Wawonii di periode itu, tercatat kata kunci paling banyak digunakan oleh Sultra.tribunnews.com (13 mention), Potretsultra.com (11 mention), dan Cnnindonesia.com (7 mention).

Artikel Terkait

Artikel Lainnya